Headline

Religi

Lingkungan

Powered by Blogger.
Persatuan Jaksa Indonesia Menolak Dibawah Komando Densus Tipikor Polri

by : On 10/23/2017 08:03:00 AM





Jakarta, IMC – Penggiat  Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) Dr. Reda Manthovani  dan  Narendra Jatna menilai pembentukan Densus Antikorupsi kurang tepat. Seharusnya, yang dilakukan adalah memperkuat Direktorat Tipikor Polri dan Satgasus P3TPK Kejaksaan serta Tim Saber Pungli dengan memberikan kewenangan dan anggaran yang cukup. 

"Namun cukup memperkuat Direktorat Tipikor Polri dan Satgasus P3TPK Kejaksaan RI serta Tim Saber Pungli dengan memberikan kewenangan dan anggaran yang cukup," kata Reda melalui keterangan tertulis yang diterima Redaksi  Minggu (22/10/17).

Reda menjelaskan, berdasarkan beberapa peraturan perundang-undangan yang ada, dapat dikatakan bahwa penempatan jaksa/penuntut umum dibawah Densus Tipikor yang secara struktural dibawah Polri merupakan suatu tindakan yang melanggar undang-undang.

Mantan Kajari Jak-bar itu merujuk sistem ketatanegaraan Indonesia Pasal 24 ayat (1) UUD 1945 yang menegaskan bahwa kekuasaan kehakiman dilakukan oleh Mahkamah Agung dan badan-badan lain yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman. Adapun badan-badan lain yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman meliputi Kepolisian Negara RI, Kejaksaan RI (Pasal 41 UU Nomor 4 Tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman).



Selanjutnya dalam Pasal 2 UU Nomor 16/ 2004 tentang Kejaksaan RI ditegaskan bahwa Kejaksaan adalah adalah lembaga pemerintahan yang melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan serta kewenangan lain berdasarkan undang-undang yang dilaksanakan secara merdeka dan Kejaksaan adalah satu tidak terpisahkan.

Selain itu dalam Penjelasan Pasal 18 ayat (1) UU Nomor 16/2004 dijelaskan bahwa mengingat Jaksa Agung adalah adalah pimpinan dan penanggung jawab tertinggi Kejaksaan yang memimpin, mengendalikan pelaksanaan tugas dan wewenang Kejaksaan, maka Jaksa Agung adalah juga pimpinan dan penanggung jawab tertinggi dalam bidang penuntutan.

Diketahui sebelumnya pembentukan Densus Antikorupsi ini disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR pada Selasa, 23 Mei 2017 lalu. Setelah itu, Tito terus mendesak pembentukan Densus Antikorupsi pada saat rapat dengan DPR. 

Jaksa Agung M Prasetyo sudah menyampaikan penolakan untuk mengirim jaksa bergabung dengan Densus Antikorupsi.Pada rapat gabungan Komisi III dengan Polri, KPK dan Kejaksaan pada 16 Oktober 2017 lalu, Prasetyo menegaskan bahwa Kejaksaan Agung telah memiliki Satuan Tugas Khusus Penangganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (Satgasus P3TPK) sejak tahun 2015. “Tidak perlu personel Jaksa berada satu atap dalam Densus Tipikor,” tegas Reda.


Penulis : Sd/ Muzer
Penyunting : Putri

 Jembatan Rusak, Babinsa Koramil Cimanggu Turun Bantu Warga Perbaikinya

by : On 10/22/2017 09:24:00 PM




Cilacap, IMC - Babinsa Koramil 14/Cimanggu, Kodim 0703/Cilacap, Serda Carnoyo bersama Kades Cisalak pimpin  kerja bakti memperbaiki jembatan yang rusak di Desa Cisalak Kecamatan Cimanggu,  Selain Babinsa, warga masyarakat juga terlibat dan  tokoh masyarakat setempat, Minggu (22/10).

Danramil 14/Cimanggu, Lettu CPM Agus Susanto membenarkan, bahwa kerja bakti yang dilakukan oleh Babinsa itu  sebagai upaya membangun kebersamaan antara TNI  dengan masyarakat. Sekaligus langkah pembinaan teritorial dan membangun keamanan agar selalu terjaga.




Menurut dia, panjang jembatan yang diperbaiki 14 meter dengan lebar 4 meter. Jembatan itu menghubungkan Desa Cisalak ke Desa Kutabima Kecamatan Cimanggu. 
Masyarakat bersama Babinsa antusias memperbaiki jembatan yang dikerjakan secara gotong royong itu."Suasana kekeluargaan terbangun," kata Danramil.




Pelaksanaan kerja bakti sepenuhnya berjalan lancar. Perbaikan jembatan dapat dituntaskan dengan baik, sehingga kini telah nyaman dilintasi untuk akses masyarakat.

Penulis : Srd.Sty (Pendim.Clp)
Penyunting : Iqbal

 Aksi Aerobatik Meriahkan Puncak Hari Santri Nasional Di Batang

by : On 10/22/2017 05:12:00 PM




Batang, IMC - Puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2017 tingkat Kabupaten Batang dipusatkan di Lapangan Desa Bawang Kecamatan Bawang dengan Irup Dandim 0736/Batang dan Komandan Upacara Ketua GP Ansor Kecamatan Bawang H Minannurohman S.Pd.I.




Dalam sambutannya Letkol Fajar mengajak kepada kita semua untuk menjadikan HSN sebagai momentum dalam meneguhkan kesetiaan, mengawal dan mempertahankan Pancasila, NKRI serta UUD 1945.

Selain itu juga hari santri kita maknai sesuai dengan dinamika perkembangan saat ini, karena tantangan kita ke depan adalah anarkisme, terorisme dan radikalisme serta medsos berbasis internet dengan menggunakannya untuk hal kebaikan bukan justru untuk hal negatif dan ujaran kebencian.

Serta mari kita berjihad dari kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan serta peredaran Narkoba yang sudah dikatakan bahwa Indonesia saat ini darurat Narkoba.




Hari santri adalah milik semua golongan bukan milik satu kelompok saja dan jadikan untuk selalu bersatu padu menyongsong masa depan Indonesia yang lebih cerah dengan merajut kebhinekaan untuk kedaulatan NKRI. 

Selain dihadiri oleh Forkopimcam Bawang pelaksanaan peringatan HSN kali ini sangat menarik karena diikuti oleh berbagai macam komponen masyarakat Banser, IPNU -IPPNU, Fatayat, Muslimat, pelajar tingkat SD, SLTP dan SLTA dibawah LP Maarif NU, Santriwan dan Santriwati Madin dan Ponpes se Kecamatan Bawang (Banom NU), Pengurus MWCNU Bawang serta Toga (Alim ulama) dan Tomas se Kecamatan Bawang.

Dikatakan menarik karena diantara peserta upacara banyak anak-anak usia dibawah 10 tahun yang mayoritas masih mengikuti Madrasah Diniyah pada sore hari.

Diakhir pelaksanaan upacara Dandim 0736/Batang mendapat kehormatan untuk melepas peserta jalan santai di Titik Start lapangan Bawang dan finish di alun - alun Bawang. 

Selain dimeriahkan dengan jalan santai juga dimeriahkan oleh aksi aerobatic/motor layang yang melayang layang di atas kota Kecamatan Bawang. 

Laporan Pld.ZA (Pendim0736)
Editor : Muzer

IWAPI Aceh Tamiang Kunjungi Madrasah Ibtidaiyah Swasta Al-Kautsar

by : On 10/21/2017 09:38:00 PM



Aceh Tamiang, IMC - Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) mengunjungi serta memberikan bantuan untuk pembangunan Madrasah Ibtidaiyah Swasta Al-Kautsar di Kampung Jambo Rambung Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang, Sabtu (21/10/17).




Nora Idah Nita, SE selaku Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) yang memimpin kunjungan sangat prihatin melihat kondisi dan keadaan MI Al Kautsar tersebut  sehingga IWAPI berinisiatif untuk menggalang dana demi membantu pembangunan MI Al Kautsar ini.

"Kami tidak akan membiarkan impian dan cita-cita anak-anak di sekolah ini menjadi sirna, mereka harus terus belajar apapun kondisinya. Semoga bantuan dari Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia ini bisa sedikit meringankan beban mereka," ujar Nora.

Lanjut Nora Idah Nita, SE yang juga wakil ketua DPRK Aceh Tamiang, bantuan yang diberikan berupa 64 sak semen, uang sebanyak Rp. 1,5 juta serta kursi dan meja. Bantuan ini hasil pengumpulan dana dari pengurusan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia, semoga apa yang (IWAPI) berikan, bisa bermanfaat untuk sekolah Madrasah Ibtidaiyah Swasta Al-Kautsar. 

Pengamatan Indonesiamediacenter.com dalam kunjungan ini tampak hadir Datok Penghulu Kampung Jambo Rambong Nikem, Babinsa Serma Amrin, dan Bhabinkamtibmas Bripka Nur Asman.

Bantuan diberikan secara simbolis, penyerahan bantuan diterima langsung oleh Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Swasta Al-Kautsar Kamisem, S.Pd.I.

Dalam kesempatan ini juga Kepala MI Al Kautsar Kamisem, S.Pd.I mengungkapkan terima kasih Kepada Ibu Nora dan Ibu - Ibu IWAPI telah mengunjungi sekolah yang ia pimpin dan memberi bantuan untuk pembangunan sekolah MI Al-Kautsar.

"Kami tidak bisa membalasnya, semoga Allah membalas kebaikan ibu-ibu semua," pungkas Kamisem, S.Pd.I.


Laporan Bambang Herman

1.296,5 Meter Pembangunan Talud Program TMMD Kodim 0703/Cilacap Telah Selesai

by : On 10/21/2017 09:03:00 PM



Cilacap, IMC - Sasaran fisik dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap III Kodim 0703/Cilacap dengan program pembuatan talud sepanjang 1.296, 5 meter rampung, Sabtu (21/10).




Seperti diketahui, program TMMD Sengkuyung tahap III Kodim 0703/Cilacap berakhir Rabu 26 Oktober 2017. Seluruh kegiatan fisik yang telah diselesaikan kemudian akan diserahkan kepada Pemkab Cilacap pada acara penutupan yang akan berlangsung di Desa Bulupayung, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap.

Cepatnya pembangunan talud tak lepas dari semangat para warga Desa Bulupayung. Walaupun sempat terhambat karena cuaca hujan yang mengguyur wilayah ini, namun bukan halangan bagi warga dan satgas TMMD. banyak hal yang dilakukan guna memecahkan berbagai kendala. 




Berkat semangat satgas dan warga tidak sia-sia. Hari ini dipastikan sasaran fisik pembangunan talud di Desa Bulupayung rampung." Demikian disampaikan Bati Bhakti TNI Kodim 0703/Cilacap, Serma Sukarso saat ditemui di Poskotis TMMD di Desa Bulupayung.

"Menjelang penutupan, semua sasaran kegiatan berjalan dengan baik dan sesuai target," terangnya.

Pada penutupan nanti, akan ada naskah yang ditandatangani untuk penyerahan pekerjaan fisik dari Dandim 0703/Cilacap  kepada Bupati Cilacap.

"Terkait perawatan talud yang telah dikerjakan sepenuhnya kita serahkan ke Pemkab Cilacap," tandasnya.

Laporan Srd.Sty (Pendim.Clp)
Editor : Putri

Dandim Cilacap Periksa Langsung Hasil TMMD Sengkuyung Tahap III Di Desa Bulupayung

by : On 10/21/2017 08:51:00 PM



Cilacap, IMC - Komandan Kodim 0703/Cilacap Letkol Inf. Yudi Purwanto didampingi Danramil 12/Kedungreja Kapten Kav. Eman Kusnadi cek langsung hasil pembangunan talud program TMMD Sengkuyung di Desa Bulupayung, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, Sabtu (21/10).




Kedatangan Dandim langsung disambut anggota Satgas TMMD di Poskotis Satgas TMMD Sengkuyung III serta aparat desa setempat di Dusun Kalenaren. Setelah mendapat penjelasan dari beberapa anggota Satgas, Dandim didampingi Danramil serta sejumlah anggota Satgas mengecek langsung pencapaian sasaran fisik dilapangan. 

Melalui Bati Bhakti TNI Kodim 0703/Cilacap Serma Sukarso dihadapan Dandim  menjelaskan, untuk sasaran fisik pembangunan talud hari ini sudah mencapai 100 persen, semua ini berkat kerjasama yang sinergis antara anggota Satgas TMMD Kodim 0703/Cilacap dengan semua warga masyarakat Desa Bulupayung.




"Semangat warga Desa Bulupayung sangat tinggi. Tiap harinya mereka terjun kelapangan bersama dengan Satgas TMMD mengerjakan pembangunan talud dan sasaran lainnya. " Tanpa dukungan warga, pembangunan talud sepanjang 1.269,5 meter ini tidak bakalan selesai dalam jangka waktu 30 hari saja," terang Serma Sukarso. 

Dandim juga mendapatkan penjelasan dari salah satu tokoh masyarakat yang juga selaku Ketua Kelompok Tani Makmur Desa Bulupayung (Tamad). Ia menyampaikan, bahwa warga Desa Bulupayung secara keseluruhan iklas tidak ada yang komplain terkait dengan lahan mereka yang digunakan untuk pembangunan talud. Warga Desa menyadari bahwa pembangunan talud ini manfaatnya sangat besar untuk  kepentingan mereka semua.




Melihat pencapaian yang dikerjakan Satgas TMMD dilapangan, Dandim Letkol Inf. Yudi Purwanto, sangat mengapresiasi. Menurutnya, pencapaian hasil ini tidak terlepas dari peran anggota Satgas TMMD dilapangan dan Masyarakat, Selain itu ia juga menjunjung tinggi semangat gotong-royong khususnya warga Desa Bulupayung.

Semangat gotong-royong 
di daerah pedesaan saya nilai masih sangat tinggi. Terima kasih atas kerjasamanya selama ini, semoga melalui kegiatan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ini perekonomian masyarakat akan lebih meningkat lagi.

"Kepada masyarakat, saya berharap setelah kegiatan TMMD ini selesai, ikut menjaga dan merawat hasil pembangunan talud ini," pungkas Dandim.

Laporan Srd.Sty (Pendim.Clp)
Editor : Diah Rini

 Hujan Deras Terus-Menerus, Rumah Warga Di Cilacap Ambruk

by : On 10/21/2017 08:50:00 PM



Cilacap, IMC - Satu rumah milik Warno (67) warga Dusun Karanggedang, RT.05 RW. 01, Desa Salebu, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap ambruk, Jumat (20/10).




Perwira Siaga Bencal Kodim 0703/Cilacap wilayah barat Peltu Ahmad Tafsir mengatakan, ambruknya rumah Warno itu bersamaan dengan hujan sedang yang turun terus menerus dari pukul 21.00 malam hingga Jumaat pagi. Saat kejadian pemilik rumah sedang ada di kebun yang tak jauh dari rumahnya.

"Rumah itu terbuat bilik bambu beratap genteng, dan ditempati seorang diri karena lapuk termakan usia," terang Peltu Ahmad Tafsir.




Danramil 13/Majenang, Kodim 0703/Cilacap membenarkan peristiwa tersebut.

Menurutnya, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB dan mengejutkan warga sekitar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

"Setelah Koramil 13/Majenang  mendapat laporan dari warga, Peltu Ahmad Tafsir beserta Anggota Siaga wilayah barat langsung ke tempat kejadian perkara (TKP), untuk memastikan kondisi rumah tersebut," ujar Kapten CTP. Rudi Dwianto.




Pihaknya sangat prihatin akan kejadian tersebut dan segera akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar korban bisa mendapatkan bantuan. Selain itu, anggota siaga wilayah barat dan Babinsa yang dipimpin Peltu Ahmad Tafsir dari Koramil 13/Majenang segera melakukan kerja bakti dengan masyarakat setempat.

"Kami sudah berkoordinasi dengan kepala Desa, rencanya kami akan melanjutkan kerja bakti lanjutan dan melaporkan ke Badan Penanggulagan Bencana Daerah (BPBD)," pungkas Kapten CTP. Rudi Dwianto.

Laporan Srd.Sty (Pendim.Clp)
Editor : Rini

Peringati Hari Santri Nasional, Danramil 04/Bawang Larut Dalam Do'a Bersama Santri Nusantara

by : On 10/21/2017 09:09:00 AM




Batang, IMC - Hari Santri Nasional (HSN) merupakan momentum bagi kaum santri untuk menunjukkan eksistensinya dalam menjaga keutuhan NKRI. Hal tersebut tidak hanya sekarang saja tapi sudah dari dulu kala hal itu dilakukan oleh para santri dengan Resolusi jihadnya. 




Sehingga dari sejarah tersebut maka momen Hari Santri Nasional tahun 2017 ini sekaligus merupakan penegasan bahwa radikalisme atas nama agama, ideologi khilafah anti Pancasila, bukanlah madzhab santri Nusantara.

Pada HSN tahun 2017 ini diambil tema " Santri Mandiri NKRI Hebat" menunjukkan peran serta para santri dalam membangun bangsa, tak luput dari semua ikhtiar para santri dan ulama tentunya harus disertai dengan do'a seperti yang di lakukan oleh para Santri bertmpat di alun-alun Bawang pada hari Sabtu, 21/10 pagi. 

Danramil 04/Bawang Kapten Inf. Sumargiyono yang tampak hadir ditengah-tengah Forkopimcam Bawang terlihat menaruh harapan besar akan terciptanya kondusifitas wilayah karena atas peran serta para santri dan diakhir acara Kapten Margiyono memberikan apresiasi dan rasa bangganya kepada para Panitia yang telah membuat berbagai macam acara dimulai sejak hari Kamis tanggal 19/10/2017 lalu.

Pada kesempatan pagi ini, Sabtu, 21/10 alun-alun Bawang sudah dipenuhi ratusan santri yang akan melaksanakan do'a bersama untuk keutuhan dan kejayaan NKRI dipimpin oleh KH Khomaidi.

Adapun puncak acara akan dilaksanakan upacara peringatan HSN tahun 2017 di tempat yang sama pada Minggu 22/10 yang direncanakan dengan Irup Bupati Batang H Wihaji S.Ag M.Pd.


Laporan Pld.ZA(Pendim0736)
Editor : Putri

Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia Wilayah Aceh Tamiang Resmi Terbentuk

by : On 10/20/2017 09:14:00 PM



Aceh Tamiang, IMC - Dalam musyawarah Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLISPI) Regional I Aceh yang dilaksanakan di Warung Kopi Kampung Kota Kuala Simpang telah terbentuk pengurus BLISPI Aceh Tamiang, Jumat (20/10/17).




Dalam musyawarah ini turut hadir Ketua Koordinator BLISPI Regional I Aceh Syaiful, S.Pd., Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) Kabupaten Aceh Tamiang AKP Rafi Darmawan, SE dan Pengurus SSB se-Aceh Tamiang.


Ketua BLISPI Regional I Aceh Syaiful,S.Pd dalam sambutannya mengatakan BLISPI ini berada dibawah naungan Kementrian Pemuda dan Olahraga (KEMENPORA), dan terfokus khusus untuk para pelajar setingkat usia, 11,13 dan 16 tahun. tujuannya jelas untuk menyelenggarakan kompetisi setingkat tersebut.


" Insyaallah BLISPI Aceh Tamiang akan kita putar dalam waktu dekat ini," ujar Syaiful, S.Pd.


Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI)Aceh Tamiang AKP Rafi Darmawan, SE dalam sambutannya mengatakan, "saya sangat mendukung penuh seluruh kegiatan BLISPI Aceh Tamiang dan kita akan bekerjasama untuk mengembangkan potensi bola di Aceh Tamiang."


" Kita harus kerjasama demi satu tujuan mengembalikan Marwah sepakbola di bumi muda sedia ini," pungkas Rafi Darmawan,SE


Dalam musyawarah ini berdasarkan kesepakatan bersama telah terpilih pengurus inti BLISPI Aceh Tamiang yaitu, Ketua: Saiful Alam, SE (SSB Tamiang Selection), Sekretaris: M.Jalil (SSB Putra Tamiang), Bendahara: Muhammad (SSB Bima Putra).


Pengamatan indonesiamediacenter.com agenda pertama dari pengurus BLISPI Aceh Tamiang yaitu akan mengadakan kompetisi resmi untuk usia 11,13 dan 16 yang akan diselenggarakan pada bulan November 2017. 

Laporan Bambang Herman

 Kecelakaan Kerja Terjadi di PKS-TS PTPN1

by : On 10/20/2017 08:50:00 PM



Aceh Tamiang, IMC - Kecelakaan kerja terjadi di dalam pabrik perkebunan kelapa sawit Tanjung Seumantoh PTP Nusantara I sekitar  pukul 11.45 wib, Kamis(19/10/17).




Korban yang bernama Dedi Agustari (37) warga kampung Tanjung Seumantoh yang merupakan karyawan bagian perbengkelan di PKS-TS tersebut bernasib malang. Hal ini disampaikan istri korban Fitri Gusti kepada indonesiamediacenter.com Kamis malam pukul 22.00 wib di RS Cut Mutia pasca suaminya menjalani operasi.

Fitri mengatakan musibah tersebut terjadi begitu cepat dimana saat suaminya sedang bekerja memperbaiki salah satu alat pengangkut buah di dalam pabrik, tiba-tiba dengan cepatnya alat tersebut menginjak kaki suaminya dan menyebabkan kaki suaminya hancur di bagian tumit kebawah.


"Jati jempol suami saya nyaris diamputasi, tulang tengah kakinya hancur, dan bagian telapak kaki koyak tak beraturan, " ujar Istri korban sambil meneteskan ai mata




Seorang saksi yang tidak mau disebutkan namanya membenarkan pernyataan istri korban.

"Menang benar korban terjepit Transfercari pengangkut buah yang ada di dalam pabrik, kejadian itu bermula disaat korban, mandor  dan tiga anak magang memperbaiki transfercari tersebut, disaat itulah kaki korban terjepit alat tersebut yang notabennya memiliki berat kurang lebih lima ton," ungkapnya.


"Saya beserta APU PKS-TS, PLH Manager PKS-TS langsung melarikan korban ke RS CUT MUTIA Langsa karena terlihat jelas keadaan kaki korban yang sangat parah," lanjutnya.


Asisten Personalia Umum (APU) PKS-TS Dahri yang dihubungi indonesiamediacenter.com Via WhatsApp (WA) Kamis jam 21.02 malam hanya dibaca saja dan kembali dihubungi Via WhatsApp (WA) Jumat jam 11.47 akan tetapi belum ada balasan. 


Pengamatan indonesiamediacenter.com saat ini Dedi Agustari sudah berada di ruang rawat inap RS CUT Mutia Langsa untuk menjalani rawatan intensif.

Laporan Bambang Herman

Komnas Perlindungan Anak: Penganiayaan Sadis  N (16) di Siantar Terancam 15 Tahun Penjara

by : On 10/20/2017 07:49:00 PM



Medan, IMC - Kasus penganiayaan yang mengakibatkan  N (16) korban menderita cacat secara permanen yang ditemukan di Desa Tanjung Pinggir, Siantar, Kabupaten Simalungun Rabu (18/10/17) dini hari,  berdasarkan ketentuan pasal 81 UU RI Nomor: 23 Tanun 2012 yang diubah menjadi UU RI Nomor : 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan KUH Pidana, DS (30) diduga teman dekat korban dapat diancam pidana 20 tahun penjara.




Perwakilan Komnas Perlindungan Anak di Siantar melaporkan dari Rumah Sakit Horas Insani (RSHI) Siantar, Kondisi korban saat ini dalam keadaan trauma, cacat wajah permanen dan membutuhkan peraeatan serius.

Atas peristiwa tragis ini, Komnas Perlindungan Anak sebagai lembaga yang memberikan pembelaan dan perlindungan Anak di Indonesia menghimbau para orangtua dan keluarga menjadikan peristiwa ini sebagai refleksi untuk mengoreksi masing-masing peran orangtua dan keluarga dalam menjaga dan melindungi anak. Dengan perkembangan  teknologi yang telah memasuki era "tsunami teknologi", orangtua, guru dan keluarga jangan permisif melihat pergaulan interaksi sosial anak-anak remaja masa kini.

"Orangtua dan keluarga harus memberikan dan menanamkan nilai-nilai kebaikan, kejujuran dan keteladanan. Orangtua tidak boleh permisif melihat perkembangan anak. Inilah momentum bagi orangtua untuk koreksi dan memberikan ektra perhatian terhadap gaya hidup anak-anak remaja saat ini. 

Perkembangan dan perubahan prilaku anak, menjadi baik dan tidak baik harus disadari tidak terlepas dari kontribusi masing-masing orangtua," demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, di Medan, Kamis (19/10/17).

Arist menambahkan, untuk membuka tabir motivasi penganiayaan sadis ini, meminta Polres Siantar  untuk segera menangkap dan menahan pelaku guna dimintai pertanggungjawaban hukum. (red)

Giliran Ahmad Zailani, Penderita Kanker Mendapat Kunjungan Tim Jum'at Barokah Polresta Pekanbaru

by : On 10/20/2017 03:42:00 PM





Pekanbaru, IMC - Tim Jum’at barokah Polresta Pekanbaru kembali laksanakan kegiatan mengunjungi rumah warga yang tidak mampu, kali ini berkunjung kekediaman Ahmad Zailani seorang pekerja buruh harian lepas yang tinggal di Jalan Ikan Emas, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Jum’at (20/10) Pukul 10.00 WIB.




Kapolresta Pekanbaru KBP Susanto SH MH melalui Wakapolresta AKBP Edy Sumardi P SIK kepada awak media menyebutkan kunjungan ini adanya laporan Bhabinkamtibmas Marpoyan Damai bahwasanya di wilayah beliau bertugas ada warga yang benar-benar kurang mampu yang sedang mengalami sakit kangker bagian perutnya.

“Tim Jum’at barokah Polresta Pekanbaru kali ini dipimpin oleh Wakapolresta,  Kasubag Humas Iptu Polius yang didampingi Bhabinkhatibmas, serta rombongan Tim Polresta Pekanbaru dari Polresta Pekanbaru dan tokoh masyarakat setempat," terang Edy.




Ditambahkan Edy, Ahmad merupakan seorang buruh harian lepas yang mempunyai penghasilan pas-pasan mengalami sakit kangker dibagian perutnya. Bahkan beliau tinggal di rumah yang bisa dikatakan sudah tidak layak huni lagi.

Kehadiran Tim jum’at Barokah membuat Ahmad beserta istrinya terharu serta bahagia kegembiraan karena masih adanya rasa perhatian serta rasa kepedulian Polresta Pekanbaru terhadap orang-orang yang masih memerlukan perhatian. Seperti biasanya tim memberikan bantuan bahan sembako dan saleri seadanya buat keluarga.

Ahmad selaku keluarga berkali-kali mengucapkan rasa terimakasih sambil meneteskan air mata kepada Polisi."Kedatangan tim jum’at barokah membuat masyarakat berfikir positif terhadap Polri atas kinerjanya sebagai pelindung dan pelayan masyarakat. Saya harapkan pihak Polresta Pekanbaru tetap selalu memperhatikan orang-orang yang lemah dan tidak mampu,” tutup Ahmad.

Laporan Wartawan IMC Pekanbaru, Denny France

Editor : Muzer

Polda Riau Ajak Bawaslu Riau Bersinergi Untuk Menyukseskan Pilgubri 2018

by : On 10/20/2017 03:07:00 PM



Pekanbaru, IMC - Untuk memaksimalkan keamanan dan langkah profesional pengawasan menjelang Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) 2018 mendatang, Ketua Badan Pengawas Pemilu Provinsi Riau (Bawaslu) Riau,  Rusidi Rusdan mengatakan, Pihaknya telah melakukan kordinasi dengan Kepolisian Daerah Riau (Polda Riau) terkait langkah dan penindakan pelanggaran pemilu.




"Pada hari kamis tanggal 14 Oktober 2017 di kantor bawaslu prov. Riau telah dilaksanakan koordinasi antara Polda Riau dan Bawaslu Riau. Koordinasi ini yg dilakukan polda riau tersebut bertujuan untuk perumusan pencegahan dan penindakan pelanggaran pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur riau tahun 2018," paparnya saat dikonfirmasi, Kamis (19/10/2017).

Sebelumnya, Kapolda Riau, Irjend Pol, Nandang menjelaskan, bahwa Polda Riau meminta Bawaslu Riau untuk bekerja secara profesional dan mengedepankan azas Jurdil untuk mengoptimalkan pengawasan dalam pelaksanaan pilgubri mendatang.

"Dalam koordinasi, Polda Riau mengajak Bawaslu Riau sebagai pengawas pemilu, agar bekerja secara profesional dan optimal dalam melakukan pengawasan pemilihan gubernur dan wakil gubernur riau tahun 2018," ungkapnya.

Diakhir, Antara Bawaslu dan Polda Riau, Rusidi Rusdan meminta, kedua pihak saling bersinergi untuk mensukseskan pilgubri agar berjalan dengan lancar dan aman.

"Dan tidak lupa pula pihak Bawaslu Riau juga meminta kepada jajaran Polda Riau selaku pengawal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau thn 2018 utk membantu Bawaslu dalam melaksanakan tugas, sehingga pilgub riau 2018 dapat berjalan aman, tertib dan lancar," pungkasnya.

Laporan Denny France

Babinsa Koramil 06/Kesugihan Dampingi Poktan Sri Bendung Makmur Panen Jagung

by : On 10/20/2017 02:57:00 PM




Cilacap, IMC - Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 06/Kesugihan, Kodim 0703/Cilacap bersama dengan kelompok tani 
"Sri Bendung Makmur," Dusun Pasanggiri RT. 03 RW. 07, Desa Bulupayung, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap
panen jagung bersama di atas lahan pertanian seluas 15 hektare.




Panen jagung itu dilakukan
Pelda Ruswadi bersama Babinsa lainnya, PPL dengan Kelompok Tani "Sri Bendung Makmur" yang diketuai oleh Harsito," kata Peltu Ruswadi, Jumat (20/10) pagi.
Ia mengatakan, panen jagung itu guna membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menunjang ketahanan pangan di wilayah, Kodim 0703/Cilacap.

"Peltu Ruswadi bersama Babinsa lainnya menyampaikan terima kasih berkat hasil panen itu bersama itu para petani setempat mendapatkan hasil yang sangat memuaskan. Diharapkan kegiatan seperti itu dapat menjadi sumber motivasi bagi masyarakat Dusun Pasanggiri RT. 03 RW. 07, Desa Bulupayung, Kecamatan Kesugihan dan lainnya untuk lebih giat dan berpartisipasi dalam membantu pemerintah mensukseskan program ketahanan pangan nasional yang saat ini sedang digalakan," kata Ruswadi.

Secara terpisah, Ketua Kelompok Tani Sri Bendung Makmur Harsito mengatakan kegiatan ketahanan pangan antara Koramil 06/Kesugihan, Kodim 0703/Cilacap dengan masyarakat setempat sungguh memberikan hasil positif di masyarakat yang umumnya berprofesi sebagai petani.




"Kami mengharapkan kerjasama masyarakat dan Kodim dalam bidang pertanian akan terus berlanjut dan menciptakan ketahanan pangan juga kemandirian bagi masyarakat Kecamatan Kesugihan dan masyarakat Kabupaten Cilacap," kata Harsito.

Pada pelaksanaan kegiatan penanaman jagung sebelum panen, para petani setempat dibantu Babinsa Koramil 06/Kesugihan menggunakan metode berbasis organik mulai dari tahap pengolahan tanah dan benih sampai dengan tahap perawatan hingga panen. 

Metode penanaman dengan sistem organik adalah metode penanaman yang dilaksanakan dengan tidak menggunakan pupuk berbahan zat kimia. Keunggulan dalam metode ini adalah hemat dalam biaya dan baik bagi kesehatan personil yang mengkonsumsinya. 

Jagung organik itu, selain hemat biaya juga sehat bagi kesehatan, karena pola tanam jagung organik bahannya alami, kita dapat mengolah sendiri. Mari kita dorong para petani kita untuk menurut pola tanam yang benar dan memanfaatkan pupuk organik," Imbuh Peltu Ruswadi. (Pendim.Clp)

Dandim 0736/Batang : Mempersiapkan Generasi Emas, Pendidikan Karakter Sangat Penting Untuk Diterapkan Di Sekolah

by : On 10/20/2017 02:51:00 PM



Batang, IMC - Pendidikan karakter merupakan kunci yang sangat penting di dalam membentuk kepribadian anak. Selain di rumah, pendidikan karakter juga perlu diterapkan di sekolah dan lingkungan sosial. Pada hakekatnya, pendidikan memiliki tujuan untuk membantu manusia menjadi cerdas dan tumbuh menjadi insan yang baik. Dalam rangka mempersiapkan Generasi Emas 2045, pemerintah menguatkan karakter generasi muda agar memiliki keunggulan dalam persaingan global abad 21. 




Kodim 0736/Batang selaku pembina aspek teritorial di wilayah Kabupaten Batang memandang hal tersebut sebagai obyek yang harus betul-betul diselamatkan dari berbagai macam pengaruh globalisasi dan modernisasi. 

Dandim 0736/Batang Letkol Inf Fajar Ali Nugroho S.Sos pada 20/10 memberikan materi dengan rangkaian acara Studium General kepada Siswa-siswa SMPN 3 Batang dalam rangka penguatan pendidikan karakter yang diikuti seluruh siswa, Guru dan staf pengajar SMPN 3 Batang.

Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0736.Btg Letkol Inf. Fajar Ali Nugraha, Ketua komite sekolah Dr.Ir.Retno Dwi Irianto, Kepala Sekolah H.Edi Kuncoro,S.Pd, Ka Disdikbud Kabupaten Batang Bpk.Rahmad Nurul Fadilah,S.Pd,M.Si, Guru dan staf pengajar SMPN 3 Batang, Pasipers Kodim O736/Batang Kapten Inf.Kuryadi, Danramil 10/Batang Kapten Inf.Abdul Muntholib, Babinsa Kelurahan Proyonanggan Selatan Sertu Boni Yohana. 

Kepala Sekolah H Edi Kuncoro S.Pd dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah bersedia hadir di SMPN 03 Batang dalam rangka studium general untuk para siswa dan mengajak kepada siswa siswinya untuk menunjukkan semangatnya dalam mengikuti kegiatan ini bahwa kalian semua adalah generasi penerus bangsa yang baik.

Dandim 0736/Batang pada kesempatan tersebut memaparkan dan menyampaikan berkaitan dengan tugasnya sebagai Komandan Kodim 0736/Batang dihadapkan dengan situasi yang berkembang saat ini.

Letkol Fajar selanjutnya memaparkan bahwa saat ini kita sedang menghadapi Proxy War, yaitu perang dimana kita dijajah dengan perkembangan tekhnologi berupa HP dan medsos yang berisi berita-berita yang tidak benar.




Selain itu juga peredaran Narkoba saat ini sangat mengkhawatirkan,dan di Batang sudah beredar PCC yang efeknya bisa merusak saraf apalagi kepada generasi muda seperti yang sudah menimpa 3 orang remaja beberapa waktu yang lalu. 

Kita harus bangga kepada negara kita Indonesia karena kita berada di Indonesia,dan 20-30 tahun ke depan 
adik-adiklah yang akan menentukan nasib negara ini. Batang ke depan akan semakin hebat karena sedang berjalan mega proyek PLTU di Batang, siapkan diri kalian dengan belajar yang benar, jaga pergaulan yang baik dan lakukan kegiatan kegiatan yang positif.

Selaku Komandan Kodim selalu berharap adik-adik bisa belajar dengan baik dan semoga Batang ke depan semakin maju dengan program-program Bupati Batang, demikian pungkasnya. 

Selanjutnya Dandim memberikan beberapa pertanyaan kepada para siswa dan uang pembinaan untuk kegiatan OSIS SMPN 3 Batang serta dilanjutkan foto bersama.(Pendim 0736).

Ketua Komnas Perlindungan Anak : Sekolah Di Jakarta Utara Bebas Dari Bullying

by : On 10/20/2017 01:03:00 PM




Jakarta, IMC -Seluruh sekolah di wilayah hukum Administrasi Jakarta Utara wajib bebas dari "bullying". Lingkungan dan lembaga  pendidikan anak mulai dari Pendidikan Usia Dini (Paud) hingga SMA harus steril dari segala bentuk kekerasan terhadap anak, Pemerintah Jakarta Utara bertekad dan mengajak Komnas Perlindungan Anak, Palang Merah Indonesia Kantor Jakarta Utara mewakili masyarakat dan Management DAIHATSU mewakili Dunia Usaha untuk bersama-sama menjadikan seluruh lingkungan dan lembaga pendidikan di Jakarta Utara "BEBAS  dari BULLYING",  demikian disampaikan Drs. Husein Murad, M.Si Walikota Jakarta dalam acara Pembukaan Program Kampanye STOP Bullying Terhadap Anak Kamis 19/10/17  di SDN 05 Pesanggaraan Dua Jakarta Utara.




Pembukaan Program Kampanye Stop Bullying terhadap anak dilingkungan sekolah di Jakarta  Utara,  program kerjasama DAIHATSU dengan Komnas Perlindungan Anak dan PMI Kantor Cabang atas dukungan penuh Walikota Jakarta Utara ini mengusung missi bahwa seluruh anak dilingkungan dan lembaga pendidikan di Jakarta Utara   bebas Bullying.

Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak dalam sambutannya mengajak semua orangtua peserta didik, masyarakat dan Tokoh agama di Jakarta Utara, para pegiat pendidikan  untuk mendukung missi penyelamatan anak dari ancaman  segala bentuk kekerasan termasuk bullying...Tidak ada alasan untuk tidak memberikan yang terbaik bagi anak. Anak harus terjamin haknya mendapat perlindunngan dari semua komponen bangsa. Oleh sebab itu bullying terhadap anak mesti dan harus dihentikan. 

Sesuai dengan ketentuan UU RI No. 35 Tahun 2014 sekolah wajib menjadi lingkungan atau zona bebas dari segala bentuk kekerasan baik yang dilakukan peserta didik,  guru, pengelolah dan penjaga sekolah. Anak harus terlindungi selama menjalankan dan mengikuti proses belajar dan mengajar.

Oleh sebab itu, Arist menambahkan , semua anak harus terjamin haknya untuk mendapatkan rasa nyaman  selama  menjalankan kewajiban dasarnya guna mendapatkan haknya atas pendidikan.

Dengan dicanangkannya gerakan Kampanye Stop Bullying ini, Komnas Anak srbagai lembaga independen dibidang perlindungan anak akan merekomendasikan agar sekolah-sekolah yang menjalankan secara konsisten gerakan ini mendapat penghargaan dari pemerintah sebagai sekolah ramah anak.

Haryanto mewakili Management Daihatsu menyambut baik program Kampanye STOP BULLYING TERHADAP ANAK  ini dan telah menjadi tekad Daihatsu pula untuk ikut dalam memberikan perlindungan  bagi Anak dari bullying. Dengan dicanangkannya program Kampanye STOP Bullying ini, "terima kasih kami sampaikan kepada Komnas Perlindungan Anak, PMI Kantor Cabang Jakarta Utara demikian juga kami berikan  kepada Walikota Jakarta Utara  serta Kepala Sekolah beserta guru-guru SDN O5 Pesanggarahan Dua yang telah bersedia dan menjadikan star awal gerakan ini dan mendukung kampanye  anti bullying ini", demikian ditambahkan Haryanto dalam sambutannya.

Dengan hati yang tulus, saya berikan apresiasi kepada Walikota Jakarta yang telah bersedia mendukung Program Gerakan Kampanye Stop Bullying dilingkungan sekolah di Jakarta Utara.  Saya berharap dan mendukung penuh agar program ini tidak tetjadi di wilayah Jakarya Utara, namun diharakan menjadi pilot project pada tingkat  nasional, demikian disampaikan Sabri S Ketua PMI Kantor Cabang Jakarta Utara sekaligus sebagai tokoh masyarakat senior di Jakarta Utra.

Acara pembukaan Kampanye STOP Bullying Terhadap Anak anak ini dihadiri dan mendapat sambutan dari  ratusan anak peserta didik SDN O5 dan ratusan orangtua murid dan dilanjutkan dengan seminar Parenting Kill bagi para orangtua murid dengan menghadirkan pembicara Arist Merdeka Sirait,  Dhanang Sasongko, Sekjen Komnas Perlindungan Anak dan Lia Latifah.
(Ams/Muzer)

 Empat Kali Tersungkur Di Meja Hijau, Pemda Lembata Belum Juga Tobat, Masih Banding Terhadap PT Sinar Lembata

by : On 10/20/2017 09:07:00 AM




Lembata, IMC - Pemda Lembata belum juga tobat, masih menyatakan banding atas perkara melawan PT Sinar Lembata. Walau sudah empat kali tersungkur dimeja hijau tapi Pemda Lembata belum juga tobat, artinya Pemda Lembata cukup terbilang "nakal", tidak beritikad baik untuk jalankan Putusan Pengadilan secara suka rela. Pemda Lembata tidak berikan teladan hukum yang baik, bukan hanya memalukan tapi Pemda seolah tebal muka, tidak ingin menghormati pro justitia, bukan soal PT Sinar Lembata tapi soal hukum yang perlu dijunjung tinggi, semua orang harus patuh dan taat pada hukum, hal itu dikatakan Emanuel Belida Wahon, SH kepada media ini Kamis, 19/10/2017.




"Pemda Lembata sudah kalah di TUN Kupang, kalah lagi tingkat banding di PT TUN Surabaya, kalah lagi di Kasasi Mahkamah Agung, kalah lagi di Pengadilan Negri Lembata dalam gugatan PMH. Empat kali Pemda dibuat "tersungkur" oleh Law Firm Akhmad Bumi & Rekan, tapi Pemda Lembata tidak tobat-tobat juga," jelas Wahon. 

Menurut Wahon, Perkara perdata gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dengan Nomor Register Perkara; 1/Pdt.G/2017/PN.Lbt antara PT Sinar Lembata sebagai Penggugat melawan Pemda Lembata sebagai Tergugat masuk Babak Baru, kedua belah pihak sama-sama menyatakan banding. 

"Pasalnya kedua belah pihak telah nyatakan Banding".

PT Sinar Lembata yang diwakili Juprians Lamablawa, SH., MH dan Emanuel Belida Wahon, SH dari Law Firm AKHMAD BUMI & REKAN menyatakan banding atas putusan hakim Pengadilan Negeri Lembata siang tadi Kamis, 19 Oktober 2017, sudah diregister di kepanitraan Perdata PN Lembata, di terima oleh Panitra Muda Perdata PN Lembata Ariwibowo, SH dan Panitra Pengganti Hermanus Suban Huler, SH.

Menurut Wahon, advokat muda yang tengah naik daun ini menjelaskan, PT Sinar Lembata sebenarnya menerima putusan Pengadilan Negeri Lembata dengan suka rela, dan tidak ingin melakukan banding, tapi karena Pemda melakukan banding, maka PT Sinar Lembata juga menyatakan banding. 

Menurut Wahon, Pemda Lembata tidak mau taat hukum. "Ya kalau mau banding silahkan saja, upaya banding itu hak mereka, kami akan dengan senang hati melayani, sampai kasasipun PT Sinar Lembata siap menghadapi, " jelasnya.

Hal itu diamini koleganya Juprians Lamablawa, SH., MH, lebih lanjut Lamablawa menjelaskan, setelah nyatakan banding, pihaknya akan segera melaporkan pidana, baik pidana umum maupun korupsi. "Kami sudah kordinasi dengan KPK, bahkan KPK sendiri telah bicara dengan Direktur PT Sinar Lembata beberapa hari lalu, KPK sarankan agar segera bawah berkas dan bukti-bukti ke Jakarta, kami juga sudah kordinasi dengan BPK soal audit mereka yang menemukan kerugian negara begitu besar. Artinya kami tidak sedang main-main dengan perkara ini," jelasnya. 

"Selain itu kami juga akan melakukan upaya hukum lain untuk membela kepentingan hukum klien kami. Salah satunya segera memproses dilakukan eksekusi terhadap putusan yang telah berkekuatan Hukum tetap. Sementara perkara perdata gugatn PMH di peradilan umum tetap kita hadapi," ujarnya.

"Untuk diketahui bahwa perkara gugatan PMH di peradilan Umum dan perkara TUN yang telah berkekuatan hukum tetap adalah dua perkara yang berbeda, perkara perdata gugatan PMH bukan kelanjutan dari putusan Mahkama Agung yang sudah berkekuatan hukum tetap dalam perkara TUN," tegas Lamablawa.

Emanuel Belida Wahon menegaskan, langkah PT Sinar Lembata ini ingin memberikan pelajaran hukum yang berharga kepada publik,  bahwa kesewenang- wenangan penguasa mesti dilawan dengan hukum, jika ingin keadilan dirasakan kaum yang lemah, maka hukum mesti jadi panglima bukan kekuasaan politik yang dijadikan panglima.

Senada dengan Wahon, Lamablawa melanjutkan bahwa ini pembelajaran buat semua pihak, jangan pernah takut dengan kekuasaan kalau kekuasaan itu keliru, kebenaran menurut kekuasaan itu mesti diuji di lembaga peradilan tandasnya.

Sementara pernyataan banding Pemda Lembata telah lebih dulu dinyatakan pihak Lemda lembata pada jumat 13 Oktober 2017 lalu. (Syf/tim)

 Akhirnya My Dream Indonesia Sanggup Obati Kekecewaan Warga Papua Dengan Bangun Sumur Air Bersih

by : On 10/20/2017 09:05:00 AM



Memberamo Raya | Papu, IMC -  Setelah berhasil menjangkau SD, SMP, SMA dengan memberikan bantuan seragam, buku dan alat tulis, buku pelajaran, alat olah raga, edukasi dan susu. My Dream juga membantu Alkitab bagi Gereja GIDI dan GKI di Memberamo Raya, Kamis (19/10).




Sorak-sorai dengan berteriak, " Puji Tuhan air su dekat."  Masyarakat Kampung Anggreso memuji My Dream Indonesia yang memecahkan Rekor Program Air bersih. Mimpi ini terpecahkan saat Jurnalis PPWI Ken Laras menerima keluh kesah warga yang kesulitan mendapatkan air bersih jika berhari-hari tidak turun hujan dan diteruskan kepada My Dream Indonesia. Aksi cepat My Dream Indonesia Menjangkau Papua benar-benar dirasakan kehadirannya di Kabupaten Memberamo Raya.

Kondisi warga yang mandi di sungai semakin memperburuk penyakit kulit yang menyerang warga Kampung Anggreso Distrik Memberamo Tengah Kab. Memberamo Raya. Bukan saja sumur yang berhasil dibuat diantara lumpur hitam dan bukit pasir dengan mata air yang jernih tetapi kamar mandi dua pintupun terbangun dengan baik. 

Wajar saja jika warga Anggreso mengatakan ini sebuah Rekor luar biasa My Dream Indonesia mengalahkan program-program Dana Desa yang jumlahnya ratusan juta tetapi hanya sebatas janji, foto-foto namun tidak satupun terealisasi. Kekecewaan warga terobati saat sumur dan kamar mandi Bantuan My Dream Indonesia selesai.

Obed Auneri anggota Majelis Gereja Kristen Injili Papua Petra Anggreso sempat berkaca-kaca dan bicara saat masyarakat bersorak-sorai sumur selesai dibangun, " Terima kasih anak-anak, Tuhan memberkati kalian, semua pemuda dan anak-anak kecil bantu turunkan pasir batu sampai sini, hari ini cuaca baik kemarin-kemarin cuaca buruk tetapi tetap kerja. Sumur ini kita rawat baik-baik, jangan buang sampah sembarangan disini." 

Ada yang unik ekspresi anak-anak Anggreso dengan saling bergandengan tangan menyaksikan sumurnya sudah jadi maka Filemon Merne berujar, " Saya dan kamu ikut angkut pasir, kita senang bisa mandi dan ambil air tidak jauh lagi sudah gampang, tak capek lagi bawa gen air ."

My Dream Indonesia tampil terdepan di Kabupaten Memberamo Raya dan terus berkarya diseluruh Negeri. ( Ken Laras )

Kunjungi Kejati DKI, Gubernur dan Wagub DKI Minta Pengawalan Program Kerja

by : On 10/19/2017 06:49:00 PM



Jakarta, IMC - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta Toni Tribagus Spontana menerima kunjungan kerja Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswesdan dan Sandiaga Uno di ruang kerjanya Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (19/10/2017).
Anies dan Sandi yang terlihat mengenakan baju kemeja lengan panjang berwarna putih dan peci warna hitam tiba sekitar pukul 10.30 WIB.

Kedatangan mereka diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Tony Tribagus Spontana dan Wakil Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Masyhudi beserta para Asisten Bidang.
Masyhudi mengatakan, kedatangan Anis dan Sandi untuk memperkenalkan diri atau silaturrahmi selaku pimpinan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang baru dilantik beberapa hari yang lalu oleh Presiden Joko Widodo.
Selain bersilaturahmi, Anies dan Sandi juga menyampaikan program kerja dalam waktu dekat dan jangka panjang.

“Jadi tadi Pak Gubernur dan Wakil Gubernur datang kesini untuk memperkenalkan diri dan bertemu Pak Kajati, Wakajati dan para Asisten. Disamping itu, mereka juga menyampaikan kepada kami, tentang program-program kerja Pemprov DKI,” kata Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Masyhudi usai menghadiri pertemuan tersebut.
Adapun program kerja yang disampaikan Anies dan Sandi terkait pembangunan LRT, MRT, Underpass dan Flyover yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.
Menurut Masyhudi, program kerja pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru saja dilantik itu sangat bagus. Meski pihaknya sudah mengetahuinya lebih detail. “Namun ini biar lebih update lagi,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga menyampaikan program yang selama ini telah dilakukan Kejati DKI Jakarta bersama Pemprov DKI Jakarta.

“Pak Kajati juga menyampaikan beberapa hal, penegakan hukum yang selama ini dilakukan termasuk menyampaikan konsep-konsep yang dikerjakan Kejati DKI Jakarta.  Termasuk dalam rangka membantu pembangunan dan pemerintahan kota Jakarta melalui Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan (TP4),” katanya.
Masyhudi juga menegaskan silaturrahmi yang dilakukan oleh kedua pasangan tersebut, tentunya akan terus berlanjut. Khususnya untuk melaksanakan program yang akan dilakukan hari ini dan yang akan datang.

“Kita bisa bersinergi untuk Jakarta yang lebih baik. Jakarta yang lebih bagus lagi dan dirasakan manfaatnya bagi masyarakat kota Jakarta,” pungkasnya 

Laporan Wartawan IMC Jakarta, Muzer
Editor : Iqbal

Bencana Tanah Longsor Terjadi Lagi Di Wilayah Cimanggu

by : On 10/19/2017 03:59:00 PM




Cilacap, IMC - Hujan deras yang turun sepanjang hari mengakibatkan  terjadinya bencana longsor yang menyebabkan jalan Kabupaten di Lewosari Dusun Lengkong, Desa Mandala, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap tertutup material longsoran.




"Saat ini jalan Kabupaten yang tepatnya di , Lewosari Dusun Lengkong, Desa Mandala, Kecamatan Cimanggu
sudah berangsur bisa dilalui kendaraan," kata Babinsa Koramil 14/Cimanggu, Sertu Dasiman, Rabu (18/10).

Menurutnya, informasi yang dihimpun, bencana tanah longsor yang terjadi pada, Rabu 18/10/2017, pukul 19.00 WIB akibat tebing yang berada di sekitar jalan tersebut tidak bisa lagi menahan rembesan air hujan, sehingga menjadi labil.




Akibatnya jalan tertutup longsor sepanjang 10 meter. Selain mengganggu akses jalan bencana ini juga mengancam saluran irigasi untuk mengairi sawah yang ada di desa tersebut.

Untuk membersihkan material longsor Babinsa bersama relawan dan unsur perangkat desa Mandala yang dibantu warga masih berupaya menyingkirkan tanah dari jalan. Selain itu warga yang hendak melewati jalan ini diimbau untuk berhati-hati karena licin dan waspada sebab bisa saja longsor susulan terjadi kembali.

"Intensitas hujan yang tinggi ini berpotensi terjadi bencana, namun belum ada informasi jatuhnya korban jiwa akibat bencana," imbuhnya.




Lanjut Serka Dasiman, bantuan darurat sudah siap disalurkan. Untuk meminimalisasikan dampak bencana dirinya sudah berkoordinasi dengan BPBD Cilacap, untuk menyiagakan relawan yang siap memberikan bantuan dan mendata jika terjadi bencana susulan lagi.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dengan kondisi cuaca buruk seperti ini yang kapan saja bisa terjadi bencana alam. Serta tidak melakukan aktivitas yang bisa menimbulkan bencana seperti penebangan pohon dan lain-lain.

Laporan Srd.Sty (! Pendim.Clp)

 TNI dan Polri Makin Kompak, Linmas Desa Sidorejo Dilatih PBB

by : On 10/19/2017 03:35:00 PM




Batang, IMC - Sinergitas TNI dan Polri di era modern sekarang ini sangat didambakan dan diharapkan oleh masyarakat, karena mereka akan merasakan stabilitas keamanan wilayah dan pada akhirnya masyarakat dapat beraktifitas sesuai dengan profesi masing masing tanpa adanya rasa khawatir. 




Dalam rangka mengantisipasi dan usaha deteksi dini terhadap kemungkinan dan kerawanan yang akan muncul di desa Binaannya,  pada 19/10 Babinsa Desa Sidorejo Kecamatan Gringsing Sertu Mulyanto bersama Bhabinkamtibmas Brigpol Sudarto memberikan pelatihan dan pembekalan anggota Linmas Desa Sidorejo bertempat di halaman Balai Desa setempat. 

Pelatihan tersebut diikuti oleh 28 orang Linmas dengan pembekalan tentang wawasan kebangsaan dan PBB, dengan maksud dan tujuan agar para anggota Linmas dapat menjadi pelopor di desanya dalam usaha menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. 

Disamping itu juga menurut Kades Sidorejo Bp. Witono mengungkapkan bahwa pembinaan tersebut dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia dari desa setempat dalam rangka menghadapi tahun Pemilu 2018 mendatang.

Sertu Mulyanto dan Brigpol Sudarto secara bergantian memberikan pelatihan dan pembekalan kepada para Linmas Desa Sidorejo dengan berbagai macam methode dan cara agar para peserta/Linmas dapat mudah memahami apa yang disampaikan oleh keduanya. 

Mulyadi peserta pelatihan merasa senang dengan adanya pelatihan dan pembekalan ini karena menjadi lebih tahu apa yang harus diperbuat apabila terjadi permasalahan di desanya dan dapat mengambil langkah langkah agar permasalahan segera dapat diminimalisir dan diselesaikan dengan tuntas,  demikian ujarnya. 

Laporan Pld.ZA (Pendim 0736)
Editor : Evi

Dandim 0736/Batang Ajak Anggotanya Senantiasa Mendekatkan Diri Kepada Tuhan YME

by : On 10/19/2017 03:26:00 PM



Batang, IMC - Pembinaan mental dan pembinaan personel merupakan tanggungjawab seorang pimpinan dalam lingkungan TNI AD, karena keduanya merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari seorang prajurit yang berkepribadian. 




Bintal juga sebagai fungsi Komando berarti seorang Komandan tidak harus selalu mengajak dan mengingatkan anggotanya dalam hal Bintalid (pembinaan mental ideologi), bintrajuang (tradisi dan kejuangan) serta Binroh (rokhani) sesuai dengan agamanya masing masing. 

Dengan dasar tersebut Dandim 0736/Batang Letkol Inf Fajar Ali N S.Sos menetintahkan kepada seluruh anggotanya untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan sesuai dengan tuntunan agamanya masing masing, yang beragama Islam diperintahkan untuk melaksanakan do'a bersama pada setiap hari Kamis usai melaksanakan ibadah sholat dzuhur di Mushola Makodim dan masing masing Koramil. 




Kegiatan do'a bersama ini dilaksanakan pada siang hari karena rumah domisili anggota yang berjauhan dengan jarak tempuh yang minimal 30 menit,  sehingga diambil kebijakan dilaksanakan pada saat jam kerja. 

Letkol Fajar mengatakan bahwa do'a bersama tersebut dilaksanakan secara rutin setiap hari Kamis dengan harapan para anggota akan diberikan rasa kenyamanan dan ketentraman baik lahir maupun bathin dan pada akhirnya akan selalu mendapatkan anugerah dan bimbingan dari Tuhan dalam melaksanakan tugas dan pengabdian kepada Bangsa dan Negara Indonesia tercinta, tandas Dandim pada saat mengikuti do'a bersama di Koramil 01/Subah Kamis 19/10.

Laporan Pld.ZA (Pendim 0736)

Kata “Pribumi” Gelisah di dalam Kamus

by : On 10/19/2017 09:54:00 AM



Kata “Pribumi”
Gelisah di dalam Kamus

Oleh Denny JA

(Tak biasa, hari itu Kamus Besar Bahasa Indonesia, bersidang.
Anggotanya, lebih dari 67 ribu kata, 
hadir menunjukkan solidaritas,
rasa persahabatan kepada sesama kata.
Kata “Pribumi” pun curhat.)




Apa salahku?
Aku selama ini baik baik saja, hadir di dalam kamus, tak berulah.
Tapi mengapa sejak sore itu,
sejak seorang gubernur mengutip aku,
kini aku dipergunjingkan?
Aku dihujat,
dituduh langgar hukum, dizalimi.
Apa dayaku? Aku hanya kata.

(Air mata menetes menemani kesedihan kata “Pribumi)

Padahal aku lebih tua dari semua mereka,
sudah ada dalam percakapan,
sebelum negeri ini merdeka.
Mengapa kini aku dicemooh?
Seolah aku tak pernah berjasa?

(Ruang pertemuan itu hening.
Duduk di sana bergerombol kata kata,
sesuai dengan persamaannya
Ada kata yang baru lahir di era media sosial, bergerombol di pojok belakang.
Mereka adalah kata “gawai,” kata “unduh,” kata “swafoto, kata “unggah,”
kata “warganet.”
Kata “gawai” pun bicara)

Para kakak senior, para kata yang lahir terlebih dahulu,
kami haturkan maaf.
Walau kami banyak dijadikan tempat
pergunjingan kakak kami, kata “pribumi,”
sebaiknya kami menjadi pendengar dulu.
Silahkan para kakak yang lebih senior
bicara.

(Kata “ilmu,” menjelaskan suasana:)

Adikku kata “pribumi.”
Awal segalanya politik manusia.
Ibu kandungmu itu Kolonial Belanda.
Kau dilahirkan sudah dengan niat diskriminasi.
Kau disebut inlander, kasta paling rendah,
di bumimu sendiri yang sedang dijajah.

Jangan terlalu bersedih. Kau pernah
dipuja ketika Indonesia merdeka.
Dari kasta paling rendah kau berubah,
menggeliat, menjadi pelaku sejarah.

Kini sejak tahun 1998, kau memang dilarang hadir dalam rumusan kebijakan negara. Kekerasan sering menyertai
kehadiranmu dalam politik Indonesia.

Begitulah pasang surut zaman. 
Kita dunia kata hanyalah lampiran, bukan pelaku.
Pasrah saja.
Manusia itu suka suka,
mengubah makna kita.
Kadang baik, kadang buruk.
Kita bisa apa? 
Kita hanya kata!

(Kata “pribumi” merespon.)

Terima kasih kakak.
Jika kehadiranku mengganggu,
mengapa aku masih ada dalam kamus?
Mengapa aku tak dikubur saja,
hilang selamanya?
Sungguh menderita nasibku:
ada tapi tiada,
ada tapi dilarang dimana-mana.

(Kata “terorisme” menghibur)

Kata  “pribumi.”
Kau masih beruntung, sahabat.
Lihatlah aku.
Setiap kali aku dikutip, terorisme,
selalu untuk pembunuhan yang sadis, kekerasan massal, fanatisme buta.
Aku tak pernah bahagia.
Tak ada harum bunga di sukmaku.
Tak ada wangi parfum.
Aku hadir untuk dikecam.
Dimana mana aku diludahi.

(Kata “Ateis” ikut menghibur)

Kau masih bagus sahabatku.
Aku lebih celaka hidup dalam kamus Indonesia.
Jika aku disebut, ateis, selalu disertai bayangan neraka.
Tak hanya aku hina  di dunia,
bahkan dianggap celaka di akherat.
Kadang aku protes mengapa aku
harus ada dalam kamus jika
hanya untuk dicerca.

(Di pojok kiri, bergerombol pula kata kata
yang sangat jarang dipercakapkan.
Ada kata “berandang,” kata “cokol,”
kata “lasak.”
Kata “lasak,” yang berarti selalu ingin bergerak, angkat bicara.)

Temanku kata “pribumi.”
Sungguh kami ingin sepertimu, dipercakapkan dari waktu ke waktu.
Alangkah bahagia.

Lihatlah kami. 
Bahkan teman teman sesama kata saja tak mengenal kami,
apalagi manusia, apalagi politisi.
Sudah lama kami hadir di kamus,
namun hanya pajangan saja.

Jangan sedih, sahabatku.
Ambil hikmah.
Ingatlah kami, yang selalu cemburu padamu.

(Pertemuan Kamus Besar Bahasa Indonesia terus berjalan.
Kadang mereka sedih bersama,
tertawa bersama.

Namun kearifan hadir pula.
Mereka sepenuhnya sadar.
Apa daya mereka hanya kata.
Manusia apalagi politisi
sekehendak hati mengubah makna kata) 

Mengapa Kata “Pribumi”  Menjadi Begitu Sensitif?

by : On 10/19/2017 09:54:00 AM


Mengapa Kata “Pribumi” 
Menjadi Begitu Sensitif?

Oleh Denny JA




Jakarta, IMC - Jika  hanya sebagai sebuah kata atau terminologi, tak ada yang salah dengan kata “pribumi” ataupun kegiatan kaum pribumi. Ia menjadi sensitif jika kata “pribumi” itu berubah menjadi sebuah kesadaran kolektif mayoritas menyusun perjuangan ekonomi dan politik.

Itulah respon cepat saya terhadap hingar bingar dan hiruk pikuk di ruang publik akibat digunakannya kata pribumi dalam pidato pertama Gubernur DKI terpilih setelah dilantik: Anies Baswedan.

Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan pribumi sebagai penghuni asli, yang berasal dari tempat yang bersangkutan. Dalam bahasa Inggris ia diterjemahkan sebagai indigenous people.

PBB sendiri selaku lembaga tertinggi dunia, sejak tahun 1994, menetapkan hari internasional bagi rakyat pribumi di seluruh dunia. Hari itu jatuh pada tanggal 9 Agustus. itu momen kaum pribumi di seluruh dunia merayakannya, sekaligus mendiskusikan kondisinya.

Bahkan PBB sudah pula menetapkan hak asasi bagi kaum pribumi di seluruh dunia: United Nations Declaration of the Rights of Indigeneous People. Dalam artikel 3, hak itu berbunyi: hak kaum pribumi untuk mengejar kepentingan ekonomi, sosial dan kultural.

Kata pribumi juga bahkan menjadi nama sebuah organisasi resmi di Indonesia: Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI). Di tahun 2015, bahkan pemerintahan Jokowi yang diwakili wakil presiden Jusuf Kala juga menghadiri acara pengusaha pribumi itu. 

Pertanyaannya mengapa hak kaum pribumi yang justru dirayakan oleh dunia, dan di Indonesia sendiri ada organisasi resmi menggunakan kata pribumi seperti HIPPI, kini menjadi begitu sensitif di Jakarta atau Indonesia, ketika Anies Baswedan mengutipnya dalam pidato?

-000-

Dua hal penyebabnya. Pertama longgarnya definisi pribumi itu. Kedua, ada problem ekonomi dan politik dengan the so called “kaum pribumi,” itu.

Jika pribumi didefinsikan sebagai melayu muslim, mereka mayoritas dalam jumlah tapi merasa minoritas dalam penguasaan ekonomi. Dan kini mereka mulai kwatir pula dominasinya dalam politik terancam. Kesadaran kolektif ekonomi politik kaum pribumi ini yang memang sensitif karena konteks ekonomi politik Indonesia.

Publik Indonesia harus berani membongkar lebih jauh dan mempercakapkan soal ekonomi politik pribumi itu secara dingin, rasional dan ilmiah. Itu lebih baik ketimbang masalah ini disembunyikan di bawah karpet merah, seolah indah dan tenang di permukaan, namun justru membara membakar secara diam diam.

Jika pribumi semata diartikan sebagai penduduk adat asli nusantara yang sangat minoritas jumlahnya, itu akan adem saja. Problemnya adalah melalui evolusi kata, pribumi itu di sebagian komunitas berarti melayu muslim yang mayoritas. Kini mereka ingin bangkit perkasa secara politik dan ekonomi.

Evolusi pengertian pribumi sebagai melayu itu terlacak sejak abad ke tujuh. Termasuk pertama kali kata melayu digunakan, itu  oleh seorang pendeta Budha I Ching (634-713). Ia melaporkan perjalanannya dari China ke India.

Ia menuliskan dua buku, yang bercerita pengalaman. Tulisnya, setelah berlayar 20 hari, kami sampai di tanah Sriwijaya. Raja di sana sangat ramah. Ia membantu kami tinggal 2 bulan di tanah Melayu.

Pada mulanya, kata Melayu hanya didefinisikan untuk wilayah sekitar kerajaan Sriwijaya. Tahun 1795, pengertian melayu diluaskan oleh Blumenbach untuk semua ras bewarna coklat. Termasuk di dalamnya antara lain suku yang berada di Maluku dan Sunda.

Tahun 1854, pemerintah kolonial Belanda mengeluarkan undang-undang mengatur pemisahan tiga rasial dengan tiga tingkat status sosial. Golongan pertama, disebut kaum Eropa. Golongan kedua kaum Timur Asing, terdiri dari Cina, India, Arab dan asing lainnya di luar Eropa. Golongan ketiga adalah kasta paling rendah: inlander.

Eropa adalah penguasa. Inlander itu rakyat yang dikuasai. Golongan Timur Asing berada di tengah. Inilah kali pertama, kosakata “inlander” menjadi politis. Bersama kosakata itu melekat status ekonomi politi paling rendah.

Inlander itu kemudian pengertiannnya menjadi pribumi. Berbaur  pula ia dengan pengertian etnik Melayu. 

Kosakata pribumi dan melayupun berevolusi menjadi melayu muslim. Awalnya itu terjadi untuk alasan praktis dan mudah bagi penguasa kolonial mengidentifikasi kaum inlander.

Dalam perkembangannya, mereka yang sudah lama tinggal di bumi nusantara termasuk yang Arab sekalipun sejauh Muslim masuk pula dalam kategori Melayu atau pribumi.

Kata pribumi dengan salah ataupun benar hidup di banyak benak masyarakat sebagai melayu beragama Islam. Berkembanglah rakyat Indonesia menjadi pribumi dan non pribumi. Kemudian ia menjadi melayu muslim versus etnik Tionghoa (Cina).

Dari sebuah kosa kata, kaum pribumi atau melayu muslim, menjelma menjadi kesadaran identitas. Kaum pribumi merasa mayoritas, namun tertinggal secara ekonomi. Sejarah kecemburuan ekonomi pribumi terutama kepada etnik Cina acapkali berbuah kekerasan. 

Sejak merdeka, Bung Karno hingga Gus Dur mencoba membangun kesadaran warga negara. Apapun etniknya, agamanya, ia Indonesia. Namun sejarah juga mencatat. Kecemburuan ekonomi acapkali pula membuat warga Indonesia etnik Cina menjadi amuk massa. 

Peristiwa besar terakhir  huru hara 1998. Etnik Cina (non pri) termasuk yang menjadi korban kekerasan. Presiden Habibie melalui Inpres, no 26 tahun 1998, melarang penggunaan kata pribumi dan non pribumi dalam semua perumusan dan penyelenggaraan kebijakan. 

Reformasipun mengubah landscape politik. Tapi yang  belajar sejarah juga paham, perubahan  cepat hanya mungkin terjadi pada aturan. Mindset kolektif, apalagi realitas adalah raksasa yang hanya mampu berubah pelan pelan saja.

Di tingkat aturan, apalagi hanya  sebuah inpres, bukan Undang-Undang atau konstitusi, tak akan mampu meredam penggunaan kata pribumi. Yang lebih sensitif justru kenyataan itu: kesadaran ekonomi dan politik pribumi tak akan bisa diredam hanya oleh sebuah inpres, selama akar masalahnya masih kokoh di sana.

-000-

Apa yang harus dilakukan? Inilah pertanyaan penting. Memilih tidak membicarakan soal ekonomi politik “kaum pribumi,” demi sopan santun politik, sementara ada kegelisahan yang riel di bawah permukaan, itu bukan pilhan cerdas.

Percakapan publik yang hangat dan ilmiah atas hal itu boleh dibiarkan bergulir dengan tiga prinsip dasar.

Pertama, tak boleh ada diskriminasi atas warga negara. Apapun etnik dan agamanya, semua warga negara memiliki hak dan perlindungan hukum yang sama.

Kedua, tak boleh ada kekerasan di ruang publik. Aparat hukum harus berani dan tegas untuk menindak aneka kekerasan fisik ataupun ujuran kebencian.

Ketiga, ketimpangan ekonomi yang tajam, apalagi jika bertumpang tindih dengan identitas etnik atau agama, di seluruh dunia, akan menjadi bara api sebuah negara. 

Hikmah kontroversi soal pidato Gubernur DKI, Anies Baswedan, mungkin menjadi picu untuk percakapan di ruang publik secara dingin mencari solusi bersama. Saatnya ruang publik kita diisi oleh percakapan visioner, dengan riset, data, argumen, dan studi komparatif.

Ruang publik kita kini hanya ramai untuk isu korupsi dan sensasi politik. Kita rindu percakapan yang mencerahkan soal tema besar kondisi ekonomi, ketimpangan, keadilan, kebebasan, kemakmuran.

Persoalannya, bisakah mempercakapkan isu yang panas, seperti pribumi itu, dengan kepala dingin?

Awas HIV/AIDS...!  940 Penderita HIV Menyebar di Kabupaten Grobogan Butuh Penanganan Serius

by : On 10/18/2017 11:53:00 PM



Grobogan, IMC - Perhatian pemerintah Kabupaten Grobogan tentang penyakit menular HIV/AIDS terus diupayakan pencegahan dan penanggulangannya. Dengan melakukan penyuluhan penanggulangan Penyakit Menular Seksual (PMS) bagi Pekerja Seks Komersial (PSK) di Lokalisasi Gunungrejo (Gunung Butak - red) Dusun Teguhan Desa Depok Kecamatan Toroh, Rabu (18/10).




Pemda melalui DP3AKB Grobogan melakukan penyuluhan guna menangkal penyebaran virua HIV yang sekarang ini di Kabupaten Grobogan sekitar  940 penderita.

Sementara di lokalisasi tersebut 14 penderita. Sedang penyebaran penyakit menular (PMS) juga disebut infeksi menular seksual (IMS) adalah infeksi yang ditularkan dari orang melalui kontak seksual.

Kabid K3 DP3AKB Grobogan Budi Santoso, menuturkan, kegiatan tersebut dilakukan di Lokalisai bagi PSK guna menanggulangi penyegahan penyakit menular HIV/AIDS.

"Sasarannya pekerja sek komersial di lokalisasi Gunungrejo," terangnya.




Dijelaskan Pemerintah Grobogan melalui DP3AKB, terus berpaya melakukan penanggulangan penyebaran dengan memberikan sosialisasi, pagi PSK. 

Setiap PSK yang akan melayani tamunya bisa memproteksi diri dengan menyuruh tamunya untuk mengunakan alat kontrasepsi (kondom-red).

Dari data yang diinformasikan ada sebanyak 60 PSK yang berada dilokasi tersebut. Pihaknya secara rutin setiap hari Rabu, memberikan pelayanan kesehatan guna menimalisir penyebaran HIV/AIDS di lingkunagan tersebut. 

"Pelayanan kesehatan rutin setiap hari rabu dari dinas kesehatan," tambahnya.

Dengan melakukan penyuluhan kepada 60 Pekerja Seks Komersial itu diharapkan mampu untuk melakukan pencegahan penyakit HIV/AIDS. Dengan memberikan ketrampilan bagi pekerja yang ingin keluar dari pekerjaannya sebagai PSK.

 "Salah satu program dari dinas DP3AKB  yakni dengan memberikan penyuluhan, memberikan ketrampilan kalau ada kelompok  yang mau keluar kita akan memberikan modal, tapi kita hati-hati karena mobolitas mereka tinggi," imbuhnya.

Diharapkan para PSK nanti bisa mandiri keluar dari pekerjaanya dengan bekal ketrampilan yang dimilikinya, dengan penyuluhan tersebut bisa memberikan manfaat kepada semua pihak, agar masyarakat memahami dan akan lebih sadar tentang penyakit HIV/AIDS.

 " Dengan melihat potensi, diharapkan mereka mandiri tidak menjadi pekerja seksual se umur hidup. Kita berharap mereka tidak terlalu lama di disini," harapnya.

Hadir dalam penyuluhan tersebut Kabid K3 Budi Santoso, Ika Rokhyanti S.Kep. Nurochim, Sri Murahati, Kasi PKS Pemberdayaan Keluarga Sejahtera Triyono, KUPT DP3AKB Kecamatan Toroh Budi Rahayu, Kepala Desa Depok.


Laporan Wartawan IMC Grobogan, Ansori
Editor : Putri

Memasang Strobo dan Sirine Bukan Haknya, Polres Grobogan Tindak Tegas Pengendara

by : On 10/18/2017 03:55:00 PM



Grobogan, IMC - Petugas Kepolisian Polres Grobogan  memberikan penindakan tegas terhadap pengendara kendaraan yang memasang lampu strobo yang tidak memiliki hak.




Selain itu tindakan juga diberikan terhadap kendaraan yang menggunakan sirine. Penindakan dilakukan karena penggunaan lampu strobo dan sirine itu tidak sesuai peruntukannya.




Mereka pun ditilang akibat perbuatannya. Soalnya perbuatan pengendara memasang lampu sorot, lampu strobo dan sirine yang tidak sesuai peruntukannya sangat berbahaya dan memicu kecelakaan lalu lintas.

"Kebanyakan roda empat untuk strobo," kata Kasat Lantas AKP Panji, Rabu (18/10).

Untuk para pelanggar ini diberikan sanksi tilang. "Strobo atau rotator dan TNKB tidak sesuai spek kami sita," katanya.

Menurut Kasat Lantas, penggunaan strobo telah diatur dalam Undang-Undang nomor 22 tahun 2009. Untuk lampu biru digunakan untuk kendaraan milik Polri, rotator berwarna merah untuk ambulance, pemadam kebakaran dan kendaraan TNI, sementara untuk rotator berwarna kuning digunakan oleh angkutan khusus dan patroli jalan tol.

"Penggunaannya sebagai tanda atau peringatan bahwa ada kendaraan skala prioritas seperti ambulance, pemadam kebakaran, petugas kepolisian yang sedang bertugas agar pengguna jalan memberikan ruang. Bisa dibayangkan kalau ambulance lewat bawa pasien atau pemadam kebakaran tidak diberikan jalanan, akhirnya terlambat tiba di lokasi," jelasnya.




Sementara Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano menghimbau kepada masyarakat agar lebih disiplin dalam berkendara. Terkait penggunaan strobo, masyarakat harus lebih paham lagi terkait penggunaannya.

"Di luar kendaraan yang telah diatur dalam undang undang, tidak boleh menggunakan. Itu harus dipahami. Kalau masih ada yang nekat menggunakan akan kami tindak, strobonya kami tindak," pungkasnya.

Laporan Wartawan IMC Grobogan, Ansori
Editor : Syf

Dandim 0736/Batang Hadiri Pelantikan PAPPRI Kota Batang

by : On 10/18/2017 02:29:00 PM



Batang, IMC - Batang merupakan kota kecil di Pantura, akan tetapi meakipun kecil tidak mau ketinggalan dengan kota-kota lainnya yang sudah ratusan tahun berdiri seperti Kodya Pekalongan dan kota lainnya. 




Hal tersebut terlihat pada acara pelantikan pengurus dewan pimpinan cabang persatuan artis penyanyi pencipta lagi pemusik Republik Indonesia (PAPPRI)  Kabupaten Batang periode 2017-2022 bertempat di Pendopo Kabupaten Batang pada 18/10.

Dandim 0736/Batang Letkol Inf Fajar Ali Nugraha S.Sos yang turut hadir memberikan apresiasi dan rasa bangganya dengan mengungkapkan bahwa Batang mempunyai berbagai macam potensi baik SDM maupun SDA yang belum tergali. 




Letkol Fajar berharap dengan dewan PAPPRI yang baru semoga Batang akan semakin dikenal di bidang musik dan bidang lainnya apalagi ditopang dengan berdirinya PLTU Batang serta hal tersebut sangat mendukung program guyub rukun mbangun batang. 

Tampak hadir dalam pelantikan tersebut Bupati Batang H Wihaji S.Ag,Dandim 0736/Batang Letkol Inf Fajar Ali N S.Sos, Ketua DPRD Batang,  Sekda Batang para Danramil dan Kapolsek se Kabupaten Batang.(Pendim0736).

Dua Puluh Lima Yatim Piatu Mendapat Santunan Dalam Silaturahmi dan Tasyakuran HUT TNI Ke-72

by : On 10/18/2017 02:29:00 PM



Batang, IMC - HUT TNI telah berlalu akan tetapi menjalin silaturahmi dengan semua elemen masyarakat tidak ada kata terlambat dan tidak ada batas waktu, demikian ujar Kapten Inf Sugito pada saat mempersiapkan tempat untuk acara silaturrahmi kebangsaan yang di gelar di halaman Koramil 03/Gringsing.




Silaturahmi kebangsaan bersama komponen masyarakat Kecamatan Gringsing tersebut digelar dalam rangka Tasyakuran HUT TNI ke-72 tahun 2017.

Turut hadir pada kesempatan tersebut
Dandim diwakili Kasdim 0736/ Batang Mayor Inf Raji, Forkopimcam Gringsing, K H. Solikhin Sihab, K.H. Sobirin, K.H.Abdl Syukur Ketua MUI Kecamatan Gringsing, ADM PTPN IX Siluwok Sawangan, Paguyuban Kades se Kecamatan Gringsing, Purnawirawan dan warakawiri wilayah Gringsing dan 25  Anak yatim piatu wilayah Koramil 03/Gringsing serta Komponen masyarakat wilayah Kec Gringsing.

Dalam sambutannya Danramil 03/Gringsing mengajak masyarakat untuk selalu bersatu padu mempertahankan pancasila sebagai Dasar Negara dan menolak paham ideologi selain Pancasila, saat ini masyarakat cenderung mencari pembenaran meskipun apa yang di lakukan itu melanggar aturan. 



Dan diakhir sambutannya mengingatkan untuk menjaga anak cucu kita dari segala bentuk Narkoba karena saat ini merupakan musuh utama bangsa dan sudah merambah desa-desa serta untuk menghindari terjadinya kenakalan remaja.

Selesai acara dilanjutkan dengan pemberian bantuan untuk pemugaran makam Pahlawan di Desa Lebo sebesar Rp. 8.000.000,- dan santunan kepada 25 anak yatim piatu.

Laporan Pld.ZA(Pendim0736)
Editor : Syf

 Danramil 01/Cilacap bersama Yayasan Sosial Bina Sejahtera Sosialisasikan Penghijauan

by : On 10/18/2017 01:36:00 AM




Cilacap, IMC – Yayasan Sosial Bina Sejahtera Kabupaten Cilacap  bekerjasama dengan Kodim 0703/Cilacap, dan Masyarakat bersama-sama mewujudkan kawasan hutan Cilacap hijau dalam rangka menanam pohon Albasia, Kelapa di wilayah hutan Selokjero, Kecamatan Klaces, Kabupaten Cilacap, Selasa (17/10).




Berlokasi di wilayah hutan Selokjero, Kecamatan Klaces Kabupaten Cilacap, Kodim 0703/Cilacap dalam hal ini diwakili oleh  Danramil 01/Cilacap, Kapten Kav. Nur Sohib bersama, Babinsa Klaces, Koramil 09/Kawunganten Serka Teguh, Ketua Yayasan Sosial Bina Sejahtera Romo Corolus dan masyarakat ,sebagai upaya untuk menghijaukan hutan Selokjero terus dilakukan, baik oleh Yayasan Sosial, pemerintah, maupun TNI dan Masyarakat. 

Titik fokus kali ini lebih kita kedepankan di areal hutan tandus yang tidak ditumbuhi pohon. Pengalokasian bibit pohon sendiri, Kodim 0703/Cilacap hanya bisa membatu bibit pohon tanaman Albasia, kelapa dan tanaman jengkol,  selanjutnya  masyarakat agar menyiapkan lahannya untuk penanaman.




Dari keterangan Danramil 01/Cilacap, Kapten Kav. Nur Sohib Ansori, rencana tanam pohon di hutan Selokjero Kecamatan Klaces sendiri mengutamakan penanaman pohon di areal hutan yang tidak tertanami pepohonan.

Hutan adalah paru paru dunia,seperti kita manusia yang punya paru paru untuk bernapas, maka dari itu sangat penting kita melakukan penghijauan. Harapanya, kepada masyarakat agar bisa menjaga kelestarian alam dan mau untuk merawatnya." Tandas Danramil 01/Cilacap. 

Laporan Srd.Sty (Pendim.Clp)