$type=sticky$cate=0$cm=0$count=4$show=home$t=oot$snip=0$meta=0$rm=0

KJRI Jeddah dan UNY Gelar Workshop Tindak Lanjut Kerja Sama Pendidikan dan Penelitian

SHARE:

  JEDDAH, IMC —Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)  dan Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah menggelar workshop bersama dalam rangka menindakl...

 


JEDDAH, IMC —Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)  dan Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah menggelar workshop bersama dalam rangka menindaklanjuti rintisan kerja sama antara KJRI Jeddah dan UNY dan tindak lanjut kerja sama pendidikan dengan Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) dan Sekolah Indonesia Makkah (SIM).

Kerja sama mencakup peningkatan kapasitas tenaga pengajar dan mutu para lulusan dari SIJ dan SIM. Kerja sama ini diharapkan bukan saja memperluas akses masuk bagi para lulusan kedua sekolah tersebut ke jenjang perguruan tinggi, tetapi juga  meningkatkan daya saing mereka pada seleksi masuk ke perguruan tinggi terkemuka di tanah air.

Kegiatan workshop dihadiri oleh Konsul Jenderal RI Jeddah Eko Hartono yang sekaligus bertindak sebagai narasumber, didampingi oleh Pelaksana Fungsi Pensosbud I dan II KJRI Jeddah, Kepala SIJ dan SIM serta perwakilan guru.

Sementara dari UNY hadir sebagai pembicara, antara lain, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Margana, M.Hum.,M.A. mewakili Rektor UNY dan Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja sama Prof. Dr. Siswantoyo, S.Pd., M.Kes., AIFO.

Dalam sambutannya, Konjen RI Jeddah mengapresiasi komitmen UNY dalam mendukung peningkatan mutu pembelajaran di SIJ dan SIM.  Dua Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) ini, lanjut Konjen, merupakan sekolah pelindungan dengan misi utama melindungi hak pendidikan peserta didik. Di dua SILN tersebut terdapat ratusan peserta didik yang merupakan anak-anak dari para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berstatus undocumented.

Konjen juga menyampaikan potensi kerja sama antara perguruan tinggi di Indonesia dan di Arab Saudi. Hal ini sejalan dengan Visi Saudi 2030 yang gencar melakukan peningkatan SDM melalui pendidikan, khususnya pendidikan keahlian (vocational training) dan penelitian.

Khusus kerja sama dengan KJRI Jeddah, Konjen Eko Hartono mengharapkan UNY turut membantu mengembangkan program kursus Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) untuk memperluas jaringan friends of Indonesia dan berdirinya pusat-pusat kajian Indonesia di berbagai perguruan tinggi di Arab Saudi, pelatihan bagi para PMI, dan program penelitian tata kelola umrah dan haji.

Sementara itu, Wakil Rektor UNY menyatakan, kemitraan yang dirintis antara UNY dan KJRI Jeddah melibatkan ada enam pihak, yaitu pemerintah pusat di tanah air dan di luar negeri serta pemerintah daerah, akademisi perguruan tinggi, masyarakat umum, masyarakat sekolah dalam dan luar negeri, dunia usaha (industri) dan media massa.

Ditegaskan oleh  Wakil Rektor, kolaborasi antara UNY dan KJRI Jeddah serta masyarakat sekolah yang ada di Jeddah dan Mekkah merupakan nafas UNY dalam rangka menghasilkan generasi penerus bangsa.

 “UNY sangat commit di dalam mengawal putra-putri yang ada di Jeddah dan Mekkah, Sekolah Republik Indonesia melalui skema-skema masuk perguruan tinggi,” ucap Wakil Rektor.

Oleh karena itu, ke depan UNY berkomitmen memfasilitasi penerimaan siswa SIJ dan SIM melalui slot khusus.

COMMENTS

Iklan

[/fa-book/ THE LATEST NEWS]_$type=blogging$cate=2$count=3&snip=0