Tanamkan Sikap Peduli,Kajati Malut Bantu Ringankan Beban Bahria Bocah Penderita Atresia Ani

SHARE:

Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara ( Kajati Malut ) Dr.Erryl Prima Putra Agoes  Ternate,IMC-  Sikap kepedulian untuk membantu serta...


Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara ( Kajati Malut ) Dr.Erryl Prima Putra Agoes 


Ternate,IMC- Sikap kepedulian untuk membantu serta mengatasi penderitaan yang di alami oleh Bahria bocah berumur lima tahun asal Desa Tolonuo, Kecamatan Tobelo Utara, Kabupaten Halmahera Utara (Halut) yang menderita penyakit bawaan sejak lahir tanpa anus akhirnya bisa segera diobati, setelah mendapat bantuan dari dua dermawan.

Adalah Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara ( Kajati Malut ) Dr.Erryl Prima Putra Agoes bersama Istri Wakil Bupati Halut Rahmawaty Suling merasa terpanggil untuk meringankan beban derita bocah balita yang mengalami penyakit bawaan sejak lahir terlebih di tengah pandemi Covid-19.



Bocah penderita Atresia Ani atau penyakit tanpa lubang anus itu, akhirnya punya peluang untuk dioperasi, setelah Rabu (29/07/2020) mendapat bantuan dari istri Wakil Bupati (Wabup) Halut Rahmawaty Suling, dan Kepala Kejati Malut Erryl Prima Putera Agoes.

Kajati Malut dan, Rahmawaty suling yang merupakan Istri Wakil Bupati Halut tak tanggung-tanggung membantu untuk kesembuhan Bahria.

Pihak keluarga sangat bersyukur, bahkan tangis kebahagianpun ikut membasahi pipi sang ibu dan keluarga terdekat Bahria. Sikap dermawan Rahmaty dan Kajati itu, akhirnya bisa membangun mimpi Bahria untuk bisa hidup seperti anak normal lainnya.

Dari sumber yang dihimpun  bahwa bantuan dari Istri Wabup Halut Rahmawaty Suling berupa uang tunai Rp. 10 Juta, dan bantuan dari Kajati Malut yakni melunasi tunggakan BPJS selama 12 Bulan, serta menanggung tiket Pergi-Pulang (PP) Tobelo Makasar, Hotel, biaya penanganan dokter spesialis, serta biaya keluarga yang mendampingi Bahria untuk operasi. Bahkan Kajati Malut pun telah menghubungi dokter spesialis untuk menangani Bahria.


Kajati Malut di ternate menuturkan berrawal dari saat membaca berita pagi tentang anak yang menderita penyakit bawaan sejak lahir sehingga dirinya merasa terpanggil hati nuraninya untuk meringankan bebannya.

"Dan langsung saya kontak redaksi cari alamatnya ternyata jauh di Toledo dan saya bantu tunggakan BPJS serta janji segera saya bawa ke Makasar karena di ternate tidak bisa dilakukan operasi," kata Kajati  Malut yang terpanggil hati nurani dan kasian melihat keluarga tidak mampu.

Selain ikut membantu program pemerintah dalam hal mengentaskan dan menyembuhkan masyarakat dari penyakit terlebih di masa pandemi Covid -19 pihaknya juga merobah mindset masyarakat,

"Bahwa jaksa tidak hanya menyelesaikan masalah kasus perkara saja tetapi juga memiliki kepedulian,' ujar mantan Jaksa Tinggi Jateng dan Maluku yang berhati nurani juga berupaya membangun dan mengembalikan public trust terhadap Kejaksaan.( Muzer)




COMMENTS

[/fa-book/ THE LATEST NEWS]_$type=two$m=0$rm=0$h=400$c=2