Pemerintah Kecamatan Bantarsari Gelar Musyawarah Terkait Peribadatan, Ini Harapan Babinsa

SHARE:

Cilacap | Jateng, IMC - Babinsa Bantarsari Koramil 09/Kawunganten, Kodim 0703 Cilacap, Serka Suwarno menghadiri musyawarah pelaksanaan...



Cilacap | Jateng, IMC - Babinsa Bantarsari Koramil 09/Kawunganten, Kodim 0703 Cilacap, Serka Suwarno menghadiri musyawarah pelaksanaan peribadatan ditengah Pandemi Covid-19 yang digelar Pemerintah Kecamatan Bantarsari bertempat di Aula Balai Desa Bantarsari, Kecamatan Bantarsari, Senin (20/4/2020).

Hadir dalam kegiatan, Camat Bantarsari Yani Yhustianta, S.STP. MM, beserta jajaran Forkopimcam, Kapolsek Bantarsari Iptu Sulimin, Kepala KUA Bantarsari H. Mubasyir, S.Pd.i, Ketua MWCNU Bantarsari KH. Habib Mustofa, Kepala Desa Bantarsari Ngato Urohman beserta Ketua BPD Ngadino, tokoh agama dan para Ta'mir Masjid se-Kecamatan Bantarsari.

Musyawarah tentang peribadatan  terutama menjelang bulan ramadhan dilaksanakan dalam rangka menyampaikan himbauan Pemerintah supaya tidak berkerumun dalam pelaksanaan ibadah baik Sholat jumat, Sholat Jamaah dan Sholat tarawih.

Sebagaimana disampaikan Camat Bantarsari Yani Yhustianta, S.STP. MM dalam sambutannya. Menurutnya pemerintah tidak melarang kegiatan ibadah seperti sholat maupun ibadah lainya, tetapi yang dilarang adalah berkerumunnya atau berkumpulannya massa, karena hal itu berpotensi menularkan covid-19, sudah jelas bahwa himbauan pemerintah dengan tegas melarang  kerumunan baik ditempat ibadah maupun tempat-tempat umum lainnya.


"Semoga seluruh tokoh masyarakan dan agama memahami kebijakan pemerintah tentang pencegahan penyebaran Covid-19, karena semua ini kita lakukan untuk melindungi masyarakat di wilayah agar tidak terpapar Covid 19 ", ucapnya.

Lebih lanjut Camat mengatakan, sekarang diwilayah yang berbahaya adalah OTG (Orang Tanpa Gejala), karena kita tidak tahu bahwa orang tersebut positif Covid-19 tetapi tidak menunjukkan gejala sehingga berinteraksi dengan masyarakat sehingga akan menularkan. Silahkan nanti para kiyai dan tokoh agama lainnya menjelaskan kepada jemaatnya dengan baik dan jelas.

"Yang jelas sampai dengan saat ini peraturan pemerintah belum berubah kita harus tetap mematuhi social distancing dengan menjaga jarak, tidak melaksanakan sholat berjamaah, atau melaksanakan sholat jumatan. Tetap lakukan ibadah di rumah masing-masing. Selain itu mari kita jaga kebersihan diri kita dengan melakukan cuci tangan setiap kita pulang bepergian dan jangan lupa selalu memakai masker setiap keluar rumah. Semoga Covid-19 tidak berkembang bahkan tidak ada diwilayah kita", pungkasnya.

Himbauan lain juga di sampaikan Babinsa Bantarsari Serka Suwarno, dalam kesempatan tersebut dirinya mengajak agar seluruh komponen masyarakat mematuhi peraturan pemerintah terkait pencegahan covid-19, catat dan data masyarakat yang masuk kewilayah kita baik yang pulang dari mudik dari kota atau luar daerah.

" Saya titip untuk kepada semua masyarakat yang keluarganya ada di Kota dimohon jangan mudik dulu supaya tetap ditempat hal itu untuk mencegah perkembangan Covid-19 dan bagi yang sudah terlanjur mudik laksanakan karantina mandiri selama 14, bila timbul gejala yang menyerupai gejala covid-19 segera cek ke Puskesmas" ucapnya.

Lanjut, "Semoga dengan kita selalu menjalankan semua anjuran dan himbauan dari pemerintah, perkembangan Covid-19 segera teratasi dan hilang dari bumi NKRI tercinta sehingga kita bisa beraktifitas seperti biasanya", harap Babinsa. (Sty)

COMMENTS

[/fa-book/ THE LATEST NEWS]_$type=two$m=0$rm=0$h=400$c=2