Recent

Indonesia Media Center (IMC)

Miris, di Jaman Milenial Masih Ada Warga Tinggal di Gubug Reot


Serang  | Banten, IMC - Waseh seorang laki-laki paruh baya hidup menempati gubuk yang terbuat dari kayu dan bambu berdindingkan bilik.

Letaknya persis di tepi kali, dengan kondisi tanah yang sudah longsor akibat tergerus air sehingga separuh rumahnya mengambang tanpa lantai, rawan roboh dan membahayakan jiwa penghuninya.

Kakek Waseh tinggal di kampung Lembur Lojor, Desa Gubugan Cibeureum, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak - Banten.


Ocit, tetangga terdekatnya menjelaskan kepada media, bahwa rumah Waseh sudah lama mengambang tanpa lantai, tanahnya longsor tergerus air. Tetapi ia tetap menempati gubuk  tersebut.

"Gubuk itu milik Waseh laki-laki paruh baya, ia menempati rumah itu sendirian tanpa keluarga," terangnya kepada media.


Tetapi, lanjut Ocit, sekarang Waseh sedang tidak ada di tempat, ia sedang melaksanakan ibadah shalat di mushola dan belum pulang, sedangkan RT juga sedang di luar, tidak ada ditempat kalau jam segini.

"Wasehnya gak ada pak, lagi ke mushola. Dan ketua RT biasanya jam segini itu lagi di ladang," ujar Ocit


Dalam suasana libur, pihak media mencoba menghubungi perangkat Desa Gubugan Cibeurum, tujuannya sama untuk dikonfirmasi terkait kepedulian perangkat pemerintah desa terhadap warga yang tinggal di rumah pinggiran kali yang tanahnya sudah longsor.

Naya (45) selaku Sekretaris  Desa (Sekdes) wilayah tempat Waseh tinggal menjelaskan kepada media, " jadi sebagai logika saja dari tanggapan kami sebagai perangkat desa, dari tahun 2016, 2017 sampai tahun 2018 sudah kami ajukan proposal rumah tidak layak huni sesuai aturan dan permintaan dinas sosial kabupaten Lebak apakah di desa masing-masing, masih ada rumah tidak layak huni apa tidak, kalau toh ada segera didata dan diinformasikan kepada dinas sosial ajukan proposalnya. Dan kamipun sudah mengajukan di tahun 2015, 10 rumah direalisasikan dinas sosial dan di tahun 2016 kembali mengajukan 10 rumah kembali teralisasi, adapun permintaan yang kesini sekitar 100 sekian sampai sekarangpun belum teralisasi dan tidak ada informasi dari dinas terkait, jadi kamipun prihatin sebagai perangkat desa, pasalnya di desa kami sudah ada yang diverivikasi terkait rumah tidak layak huni dari tahapan cek, dari fisik keadaan rumahnya apakah masuk kategori rumah tidak layak dipakai. Namun dari instansi terkait sampai sekarang belum ada konfirmasinya lagi kepada kami."


"Kita akan sikapi rumah Waseh yang kondisinya memprihatinkan, tetapi sebelumnya saya akan kroscek dulu,  karena saya juga baru saja dapat informasi tentang ini dari abang-abang media, dan besok kita akan ada rapat antara perangkat desa dan seluruh RT sedesa Cibeurum, besok akan kita bawa permasalahan ini kerapat," ucapnya kepada media ketika dikonfirmasi di rumahnya, Minggu (26/08/18).


Masih katanya, dan kita akan bahas kalau pun memang harus dipindahkan ketempat aman kita tentu harus obrolkan, pasalnya kita mengacu kepada anggaran, soal kalau anggaran dari desa memang belum ada.

"Kalau dipindahkan memang saya menyarankan, tetapi kalau memang menggunakan pake anggaran dari kantor desa  kemungkinan untuk anggaran belum ada, tetapi kita akan musyawarahkan mengenai hal itu apakah kita coba siasati dari swadaya masyarakat untuk anggaranya dan kebutuhan lainya, kita akan musyawahkan," tutupnya. (AS)
--
Salam Satu Kamera,



Redaksi
Mobile:       0816 405 299
WhatsApp : 0816 405 299
Share
Banner

Indonesia Media Center

Indonesia Media Center, Mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik

Post A Comment:

0 comments: