Navigation

Diduga Malpraktek Perawat RSUD Langsa




Langsa, IMC - M.Majid, 45, warga Gampong Matang Seulimeng Kec. Langsa Barat kecewa terhadap pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa, setelah bayinya yang berumur tiga hari meninggal dunia akibat salah pasang alat (Malpraktek) di dalam box kaca di ruang incubator. Kamis (05/04/18)

"Istri saya itu melahirkan, Jumat (30/3/18) sekira pukul 23:00 bersama Bidan Gampong Matang Seulimeng dan meninggal, Senin (2/4) sekira pukul 17:00 di RSU Langsa. Anak saya lahir dengan sempurna dan sehat, hannya saja tidak mengeluarkan suara," katanya M.Majid suami dari Cut Liana, 35, kepada IMC.

Selanjutnya, dibawa ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut. Dalam perawatan tersebut sudah saya merasa ada kejanggalan-kejanggalan di saat mengunjungi anak saya tersebut. Saya melihat sejumlah perawat asyik sama handphonenya masing dan selfie.



"Jadi saat masuk menjenguk anak saya tersebut selang terbuka, mereka pasang lagi. Lalu mereka main handphone lagi, mereka lalai dalam bertugas. Seandainya kita tidak menjenguk entah apa yang terjadi mungkin hari itu juga meninggal," sebutnya.

Kemudian, saya juga melihat langsung kejanggalan pola perawatan anak saya saat itu dan khawatir terhadap pelayanan dan perawatan. Karena dari warna kulit merah anak saya itu, hingga menjadi putih setelah di pasang alat tersebut.

Saya juga mendengar ketika salah seorang ibu perawat masuk mengatakan, gimana kalian kerja ini salah, bukan kek gini. "Lalu saya keluar karena emosi dan sedih yang tak tertahankan," ujar Majid yang keseharian sebagai tukang jasa angkutan becak motor di Kota Langsa.

Saya memang sudah ikhlas kepergian anak saya tersebut. Semoga hal seperti ini tidak tidak terulang lagi kepada orang lain. Biar orang tua lain tak merasakan apa yang kami rasakan sekarang, ujarnya dengan nada sedih.

Oleh karena itu, Majid berharap kepada doktor dan perawat agar menghargai nyawa manusia. Jangan lalai dalam bekerja, asal saja. Begitu juga dalam melayani masyarat jangan pilih kasih meski kami memakai BPJS Kesehatan.

"Ini mungkin sudah takdir Allah SWT anak saya meninggal begitu dan kita semua juga akan menginggal," ucapnya sedih.

Sementara Ketua DPRK Langsa Burhansyah, SH menyikapi permasalahan itu mengatakan, kita minta agar Pimpinan RSUD bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa masyarakat Matang Seulimeng tersebut. Ia juga, berharap agar Direktur RSUD memberikan sanksi kepada perawat yang lalai dalam melakukan tugasnya.

"Jika benar yang diduga telah terindikasi terjadinya malpraktek, maka kita minta kepada pihak penegak hukum agar mengusut tuntas kejadian tersebut agar tidak terulang pada pasien lain nantinya," ujar Burhansyah.



Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa dr Fardhiyani ketika dikonfirmasi wartawan melalui pesan Whatsapp, Kamis (5/4) mengatakan saya sedang dinas luar, senin baru pulang.

Sementara Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa Syamsul, SST.FT.M.FiS, ketika dihubungi Waspada  terkait pelayanan melalui selulernya tidak mengangkat dan SMS tidak dibalas, sehingga berita ini diturunkan.


Penulis : B/WSP
Penyunting : Bambang Herman
Share
Banner

Bambang Herman

Indonesia Media Center, Mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik

Post A Comment:

0 comments: