Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2022 di Cilacap



Cilacap , Jateng | IMC - Jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah tahun 2022, Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap bersama Aparat TNI-Polri melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2022 di Alun - alun Kabupaten Cilacap, Jln. Jend. Sudirman, Cilacap, Jumat (22/4).

Dengan mengusung tema *Kita wujudkan sinergi Polri dengan lstansi terkait untuk menjamin masyarakat aman dan sehat dalam perayaan ldul Fitri 1443 H di wilayah Kabupaten Cilacap* ini, Apel gelar pasukan dipimpin Bupati Cilacap.

Hadir Wakil Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, S. STP., MSI., Danlanal Kolonel Laut (PM) Sugeng Subagyo, S.Sos., Kapolres AKBP. Eko Widiantoro, S.I.K., M.H, Dandim 0703/Cilacap yang dalam hal ini diwakili Kasdim Mayor lnf Drs. Abdul Asis Lallo, dan Kepala Kejaksaan Negeri Sunarko, SH., M.H.

Juga hadir Ketua DPRD Kabupaten Cilacap Taufik Nurhidayat, Kepala Pelaksana BPBD Cilacap Drs. Wijonardi, M.M., Kepala Dishub Tulus Wibowo, S.H., S.Pd., M.Si., Kepala Basarnas I Nyoman Sidakarya, S.H, Para Kalapas Nusakambangan dan Cilacap, Para PJU Polres Cilaca, Para Kapolsek Polres Cilacap serta tamu undangan lainnya.

Apel gelar pasukan diikuti oleh Aparat TNI Kodim 0703/Cilacap, Lanal, Brimob Kroya, Dalmas, jajaran Polres Cilacap, Anggota Satpol PP Cilacap, Dishub, Dinkes, Basarnas, BPBD, PMK, Senkom, Saka Bhayangkara dan anggota Korsik.

Arahan Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si yang dibacakan Bupati Cilacap H. Tatto Suwarto Pamuji mengatakan bahwa Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat-2022 diselenggarakan secara serentak di seluruh Jajaran Polri dengan Tema “Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat-2022, wujud Sinergi Polri dengan instansi terkait untuk menjamin masyarakat aman dan sehat dalam perayaan Idul fitri 1443 H/2022”.

Pemerintah telah menetapkan libur Nasional Hari Raya Idul Fitri 1443/tahun 2022 pada tanggal 2 dan 3 Mei 2022 dan juga menetapkan cuti bersama Idul Fitri pada tanggal 29 April dan tanggal 4 sampai dengan 6 Mei 2022. 

Berbeda dengan Idul Fitri tahun lalu, pada tahun ini Pemerintah memberikan kelonggaran - kelonggaran kepada masyarakat untuk dapat merayakannya dengan berkumpul bersama keluarga, kegiatan mudik tidak dilarang dan tidak dilakukan penyekatan-penyekatan di jalur-jalur lintasan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik," Katanya.

Kebijakan Pemerintah untuk tidak melarang masyarakat melakukan perjalanan mudik telah ditanggapi dengan eforia, hal ini terbukti berdasarkan hasil Survey Badan Litbang Kemenhub RI, diprediksi sekitar 85,5 juta masyarakat akan melaksanakan mobilitas/perjalanan selama lebaran. 

Pergerakan masyarakat ini terutama terkonsentrasi di wilayah Pulau Jawa dan Bali. Moda transportasi lebaran didominasi oleh jalur darat dengan menggunakan (Kendaraan pribadi 47%, kendaraan umum 31%), jalur udara 10%, kereta api 10%, jalur laut 2%, dan lainnya 0,11%. 

Dalam arahannya, Kapolri juga menyampaikan situasi pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini sudah terkendali dimana tingkat penularan berada di bawah angka 1, dengan positivity rate dan bor rumah sakit berada dibawah standar WHO, namun Kapolri tetap menegaskan bahwa Pandemi belum sepenuhnya selesai. 

"Kita semua harus selalu waspada dengan tingkat mobilitas masyarakat yang sangat tinggi dan sangat rawan terhadap terjadinya transmisi Covid-19 menjelang, pada saat dan pasca perayaan Idul fitri 1443 H/tahun 2022 sehingga diperlukan langkah-langkah sinergis dengan seluruh stakeholder terkait agar masyarakat aman dan sehat dalam merayakan rangkaian idul fitri 1443 H/Tahun 2022," Tegasnya. 

Agar masyarakat aman dari penularan Covid-19, kegiatan vaksinasi akan terus digelar untuk mengejar target pada 30 April 2022 khususnya wilayah Jawa dan Bali mencapai 100% untuk dosis 2, booster 30% dan lansia 70% disertai dengan berbagai upaya pencegahan untuk menyelamatkan bangsa lndonesia dari bahaya pandemi Covid-19. 

Polri dengan dukungan dari TNI, Pemerintah Daerah, dan pemangku kepentingan lainnya menyelenggarakan Operasi "Ketupat-2022” yang akan dilaksanakan selama 12 hari mulai tanggal 28 April 2022 hingga 9 Mei 2022. Fokus pengamanan adalah 101.700 obyek di seluruh Indonesia baik masjid, tempat wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun KA, dan bandara. 

Dalam pelaksanaannya, operasi ini akan melibatkan 144.392 personel pengamanan gabungan yang terdiri atas 87.880 Personel Polri, 13.287 personel TNI, serta 43.225 personel yang berasal dari instansi terkait antara lain Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka, Pemadam Kebakaran, Linmas, Senkom dan instansi lainnya. 

Kekuatan personel tersebut akan ditempatkan pada 1.710 Pos Pengamanan dan 734 Pos Pelayanan serta 258 Pos Terpadu. Selain Itu, pada dua minggu sebelum pelaksanaan operasi yaitu pada tanggal 14 s/d 27 April 2022, Polri juga telah melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) dalam rangka cipta kondisi jelang operasi ketupat dengan sasaran distribusi sembako, penyakit masyarakat, miras, judi, prostitusi, narkoba, petasan, balon udara yang mengganggu penerbangan dan lain-lain serta tetap menggelar operasi “Aman Nusa ll penanganan Covid-19” khusus di wilaya Polda se-Jawa dan Bali. 

Berbagai permasalahan menjelang, pada saat dan pasca idul fitri 1443 H pun harus diantisipasi. Bergandengan tangan, bersinergi dengan seluruh stakeholder harus dilakukan agar umat muslim dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan khusuk dan puncaknya pada perayaan idul fitri serta masyarakat yang mudik berjalan lancar, aman dan sehat.

Kelonggaran-kelonggaran yang diberikan oleh pemerintah agar masyarakat dapat merayakan idul fitri bersama keluarga harus kita sikapi dengan tetap menjaga agar penyebaran Covid-19 tidak mengalami peningkatan. 

Kapolri juga menyampaikan beberapa strategi penguatan untuk mengendalikan penyebaran covid-19 menjelang, pada saat dan sesudah idul Fitri 1443 H, diantaranya melakukan himbauan dan mengawasi kedisiplinan masyarakat agar taat terhadap protkes, mendorong pengelola tempat wisata untuk memastikan aplikasi peduli lindungi terpasang dan benar-benar digunakan, syarat vaksin dan penyiapan ruang isolasi. 

Penjagaan dan pengamanan terhadap pelaksanaan ibadah Idul fitri di Masjid-masjid maupun di lapangan, mengawasi terpenuhinya persyaratan perjalanan mudik pada berbagai moda transportasi, melakukan testing, tracing, dan treatment terhadap kasus yang terkonfirmasi Covid-19 bersama Satgas Covid-19, TNI dan Pemerintah Daerah untuk makukan isolasi mandiri, isolasi terpusat, atau perawatan di rumah sakit rujukan sesuai dengan standar yang ada.

Melaksanakan Random check swab antigen kepada para pelaku perjalanan dan siapkan pelayanan vaksinasi serta Isolasi sementara di Posyan,  melakukan percepatan program vaksinasi, melakukan manajemen rekayasa lalu lintas, mulai dari contraflow, buka tutup gate tol, one way, ganjil - genap pada jalan tol maupun ruas jalan tertentu saat arus mudik/balik maupun jalan-jalan menuju tempat wisata dan sosialisasi melalui media secara masif sehingga masyarakat dapat mengatur rencana perjalanannya. 

Diakhir arahannya, Kapori menegaskan agar lakukan koordinasi dan kerjasama dengan Satgas Covid-19 untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi terjadinya  lonjakan mobilitas masyarakat saat libur idul Fitri 1443 H/2022 dengan melakukan test antigen secara acak terhadap warga masyarakat di tempat keramaian seperti rest area, mall, tempat wisata, dll untuk memonitor kemungkinan terjadinya penyebaran covid-19 di area-area tersebut.

Dorong para pengelola tempat wisata, pusat perbelanjaan, dan tempat lainnya yang dapat menimbulkan kerumunan untuk memasang dan menerapkan aplikasi peduli lindungi, Satgas Pangan agar betul-betul memainkan peran untuk membantu pemerintah dalam menjamin ketersediaan bahan - bahan pokok dan pengendalian harga. Mantapkan kerja sama, sinergi, dan soliditas para pihak yang terlibat. Satukan visi dan tujuan demi keberhasilan pelaksanaan operasi.(Sty)

Post a Comment

Previous Post Next Post

نموذج الاتصال