$type=sticky$cate=0$cm=0$count=4$show=home$t=oot$snip=0$meta=0$rm=0

Bhakti Ramadhan, Kejari Beltim Berikan Santunan dan Pengobatan Terhadap Nek Mot

SHARE:

Kasi Pidum Kejari Belitung Timur Riki Apriansyah ( kanan ) memantau langsung proses pengobatan terhadap Nek Mot di Rumah Sakit Belitung, IMC...


Kasi Pidum Kejari Belitung Timur Riki Apriansyah ( kanan ) memantau langsung proses pengobatan terhadap Nek Mot di Rumah Sakit


Belitung, IMC- Wakil Jaksa Agung RI Setia Untung Arimuladi selaku Ketua Tim Reformasi Birokrasi Kejaksaan RI menegaskan program Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi ( WBK ) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani ( WBBM ) sangat penting dibangun karena masyarakat sangat menginginkan sebuah kualitas pelayanan publik yang bersih, tidak ada pungutan liar (pungli), sehingga dengan menerapkan prinsip-prinsip good governance.


"Maka tentu saja penyelenggaraan pelayanan publik akan semakin berkualitas, yang pada akhirnya akan meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang dilakukan oleh Kejaksaan dan akan menumbuh kembangkan kepercayaan publik kepada Kejaksaan," ujar Setia Untung Arimuladi saat memberikan pengarahan secara virtual kepada Para Kepala Kejaksaan Tinggi dan Para Kepala Kejaksaan Negeri melalui Sosialisasi dan Internalisasi Pelaksanaan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani beberapa waktu lalu.


Selain itu, memberikan kemudahan pelayanan, semua pegawai harus bersemangat dalam memberikan fasilitas yang lebih baik dan meningkatkan hospitality (keramahan) dalam memberikan kepuasan kepada publik (masyarakat)


Menindaklanjuti pengarahan Wakil Jaksa Agung, Kejaksaan Negeri Belitung Timur yang sudah meraih predikat WBK pada tahun 2020 dan tahun 2021 menuju WBBM, terkait hal itu, melalui Kepala Seksi Pidana Umum ( Kasi Pidum ) Kejari Belitung Timur Riki Apriansyah bersama rombongan melakukan kunjungan ke 

rumah Nek Mot yang diketahui hidup sebatang kara dan tengah sakit sakitan  karena sang suami sudah tiada.


Saat rombongan seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Belitung Timur datang, Nek Mot sedang duduk lemas tak berdaya di dalam rumahnya.

Dia tinggal sebatang kara di rumah itu karena suaminya sudah meninggal tanpa dikaruniai anak.


Kondisi kesehatan Nek Mot kurang baik sehingga dia tidak bisa berjalan sejak beberapa waktu terakhir karena ada suatu penyakit yang menyerang tubuhnya.


Dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya pun, perempuan berusia 67 tahun itu mengaku hanya mengandalkan uluran tangan dermawan yang iba terhadap dirinya.


Kasi Pidum Kejari Beltim Riki Apriansyah mengatakan kenal dengan Nek Mot sudah sejak tahun 2018. Menurutnya makin tahun kondisi Nek Mot yang tinggal di Desa Lalang itu semakin buruk. Riki berpandangan sebagai upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap Kejaksaan dan Kejaksaan Belitung Timur khususnya maka pihaknya langsung melakukan penanganan.


"Tadi sempat bawa petugas kesehatan untuk memeriksa Nek Mot. Diketahui hasil darahnya baik, namun untuk memastikannya harus dibawa ke rumah sakit. Karena kaki beliau sudah kaku dan kalau berpindah tempat harus merangkak," kata Riki kepada wartawan.


Riki berkunjung ke rumah Nek Mot bersama dengan para stafnya untuk memberikan bantuan sembako. Ia ingin orang-orang seperti Nek Mot bisa juga merasakan kemeriahan bulan suci Ramadan dengan sedikit berbagi rejeki.


"Kami bukan riya tapi lebih kepada mengajak masyarakat agar juga lebih peduli kepada Nek Mot. Mari kita berbuat banyak kebaikan di bulan penuh berkah ini," kata Riki.


Setelah kakinya tidak bisa berjalan dalam beberapa waktu terakhir, perempuan sepuh bernama Nek Mot akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa. 


Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Belitung Timur Riki Apriansyah dikonfirmasi,Senin (26/4/2021) dengan

didampingi oleh Camat Manggar Abdul Rachim dan Kasi Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Beltim Hutrizal, sudah membawa Nek Mot ke Rumah Sakit.


Nek Mot datang sekitar pukul 09.00 WIB ke rumah sakit. Setelah mengurus administrasi dia dibawa ke poli penyakit dalam lalu diarahkan ke bagian fisioterapi. Di sana dia mendapatkan terapi selama kurang lebih hampir satu jam.

Setelah diterapi, Nek Mot yang berjalan dengan bantuan kursi roda itu terlihat tersenyum semringah dari garis matanya tanda senang telah diperiksa kesehatannya.


"Alhamdulillaah bisa periksa ke dokter. Terima kasih Pak Riki, pak camat, dan semuanya," kata Nek Mot seperti disampaikan Riki.


Kasi Pidum Kejari Beltim Riki Apriansyah mengatakan ke depannya Nek Mot akan menjalani pemeriksaan rutin ke rumah sakit sampai kakinya bisa berjalan.


Menurutnya kegiatan ini sebagai tindak lanjut kunjungan nya beberapa waktu yang lalu,  dia mendapati Nek Mot tak bisa berjalan. Dia mengatakan ini sebagai wujud kepedulian dari kejaksaan untuk masyarakat Belitung Timur.


"Kami terus berusaha memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," kata Riki.


Riki mengucapkan terima kasih atas dukungan dari semua pihak atas bantuannya kepada Nek Mot. Ia mengajak seluruh masyarakat agar lebih peduli dan lebih banyak berbuat kebaikan di bulan Ramadan penuh berkah ini.


" Allhamdulillah dalam bulan puasa ini kami masih bisa membantu nenek diwilayah Belitung Timur yang hidupnya sebatang kara," tuturnya. ( Muzer )


COMMENTS

Iklan

[/fa-book/ THE LATEST NEWS]_$type=blogging$cate=2$count=3&snip=0