Tujuan Mulya saat Pandemi (Noble Purpose)

SHARE:

oleh: Firdaus, SE, ME Munculnya virus Corona di Indonesia yang mulai marak terdengar saat diumumkannya oleh pemerintah yaitu pada tan...


oleh: Firdaus, SE, ME



Munculnya virus Corona di Indonesia yang mulai marak terdengar saat diumumkannya oleh pemerintah yaitu pada tanggal 2 Maret 2020 dan sampai saat ini virus tersebut belum hilang dari permukaan bumi yang berdampak pada perekonomian terutama di Indonesia, pelaku usaha tidak hanya papan atas, kalangan bawah pun terkena imbasnya, contoh kampus-kampus ditutup belajar dari rumah secara zoom atau online, imbasnya kantin-kantin, foto copy dan usaha lainnya disekitar kampus ikut tutup, sudah 6 bulan usaha tersebut tutup, tidak ada pemasukan, sedangkan ada beberapa kepala rumah tangga yang menggantungkan nasibnya dilingkungan kampus tersebut.

Kantor-kantor banyak yang tutup, tour travel tidak berjalan, yang berdampak juga ke percetakan, souvenir yang biasa dipesan oleh kantor-kantor yang biasa membutuhkan promotion tools.

Hampir semua terkena dampak, ada beberapa sahabat saya yang kerja di PHK dan menjadi pemulung, karena kebutuhan terus mendesak, makan anak-anak, bayar kontrakan harus dibayar, awalnya sahabat saya menjual kipas angin, menjual motor, sampai mau jual TV ke saya dan saya larang, saya nasehati “sampai kapan kamu mau jual barang dirumah kamu, semua akan habis jika kamu tidak mau berusaha mencari peluang, kalau kerja sekarang hampir semua perusahaan tutup, boro-boro mau menerima karyawan, karyawan yang ada saja di PHK, jadi berusahalah membuka usaha”

Dia pun bilang usaha apa, modal saja tidak ada, disitulah saya ada niat dan tujuan mulia yang disebut noble purpose.

Saya membuka usaha sesuai dengan kebutuhan orang saat ini, semua orang diwajibkan memakai masker dan saya membuka pabrik masker scuba, menjual face shield harga murah yang dapat dijual kembali dengan harga masih dibawah harga pasar dengan tujuan untuk membantu sahabat-sahabat saya yang terkena PHK.

Dengan tujuan mulya tersebut, saya membuka penerimaan karyawan dan mengajak mereka bangkit dan juga menjadikan mereka agen-agen masker, dan Alhamdulillah mereka sekarang dapat hidup normal kembali, bahkan dari hasil penjualan mereka sudah ada yang dapat membeli kendaraan karena permintaan masker dari perusahaan-perusahaan, pabrik-pabrik sangat tinggi terutama masker yang berlogo perusahaan, bank, logo pemerintahan dan lainnya.

Juga saya menjadi konsultan bagi para pedagang kantin yang tutup, karena mereka pada teriak, terutama kantin siap saji atau warteg, mereka jual hari ini, jarang ada pembeli makan, makanan hari pertama contoh tempe goreng tidak habis besok dibuat tempe sambel, tapi kalau tidak habis dihangatkan sudah tidak enak lagi, karena akan asin atau mengurangi citra rasa makanan akhirnya dibuang atau dimakan sendiri.

Dengan tujuan saya membuka konsultan bisnis khususnya untuk UKM, saya ajak mereka untuk membuat selembaran menu, dan ditawarkan ke kos dilingkungan sekitar, jadi anak kos memilih menu dan pesanan dapat dipesan kapanpun, membuat group WA untuk perwilayah, siap antar (delivery order), juga menjual online, mencari produk makanan baik kue atau makanan lainnya yang mempunyai rasa yang ada value/nilai jual yang baik.

Disaat pandemik seperti ini, kita harus cerdas, jangan hanya diam dan mengeluh, tapi berkaryalah, membuat terobosan dengan tujuan mulya untuk membantu meringankan beban orang yang terkena dampak krisis panjang ini.

Salam bisnis

Penulis: Dosen Kewirausahaan, Pengamat Bisnis, Pelaku Bisnis, Konsultan Bisnis. Pembicara Bisnis

COMMENTS

[/fa-book/ THE LATEST NEWS]_$type=two$m=0$rm=0$h=400$c=2