Recent

Indonesia Media Center (IMC)

Solusi Manis Buah Naga Sebagai Terapi Kanker

Jakarta, IMC - Buah Naga sangat digemari masyarakat saat ini, karena selain rasanya manis dan lezat serta rendah kalori, buah ini juga kaya akan protein, karbohidrat, serat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin C, vitamin B1, vitamin B3, vitamin B12, serat dan kadar air. 

Buah Naga / Phitaya memiliki nama latin Hylocereus undatus, dikenal pula dengan nama Dragon Fruit (Inggris), Thanh Long (Vietnam), dan Kaeo Mangkon (Thailand).

Buah Naga terkenal memiliki manfaat yang melimpah untuk kesehatan, diantaranya berkhasiat untuk membasmi sel-sel kanker atau tumor ganas yang bersarang pada tubuh, dan dapat mencegah terjadinya kanker.

Buah Naga Sembuhkan Tumor Otak

Buah naga banyak mengandung antioksidan yang baik untuk menangkal radikal bebas. Kandungan karoten dalam buah naga bersifat anti-karsinogenik, sehingga dapat mengurangi jumlah tumor dan menghambat pertumbuhan tumor. Selain itu Lycopene juga bertanggung jawab untuk mengurangi risiko kanker terutama pada kanker prostat dan kanker otak. Buah naga juga dapat digunakan untuk terapi kanker lainnya seperti kanker usus, hati, dan paru paru.

Sebuah studi pada tahun 2011 (Jurnal Asia Fasifik Of Cancer Prevention) telah menemukan bahwa bila asupan lycopene kurang dari 2500 mcs/hari dapat meningkatkan risiko pertumbuhan tumor dan kanker. Secara otomatis konsumsi lebih banyak buah naga dapat mengurangi pertumbuhan sel tumor secara signifikan.

Cara mengobati penyakit kanker dengan buah naga tidaklah sulit, buah naga merah dikonsumsi di pagi dan sore hari masing-masing 1 buah berbobot 250 g. Cara lainnya dapat pula diolah menjadi jus, namun disarankan untuk mengolah jus yang benar benar murni tanpa campuran pemanis ataupun bahan lainnya.

Jangan Buang Kulit Buah Naga !

Kulit buah naga mengandung  polifenol, yakni senyawa kimia alami yang sering ditemukan di alam. Kulit buah naga juga mengandung senyawa yang berperan aktif dalam menghambat perkembangan tumor sel tumor B16F10.

Temuan ini telah dibuktikan berdasarkan sebuah penelitian pada tahun 2015, yang dilakukan Li-chen Wu (Department of Applied Chemistry),dari Nasional Chi-Nan University, Taiwan. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak kulit buah naga daging merah memiliki potensi untuk menghambat pertumbuhan sel tumor B16F10 pada dosis 25 g.

Untuk mengkonsumsi kulit buah naga sangatlah mudah:
- Ambil kulit buah naga dan potong tipis-tipis. Setelah itu dikeringkan dibawah sinar matahari selama 1 atau 2 hari, tergantung kondisi cuaca.
 - Setelah kering, Kulit buah naga sudah dapat dikonsumsi dengan cara diseduh layaknya teh. Bila tidak mau repot, sekarang banyak di pasaran yang menjual kemasan kulit buah naga kering.
 - Untuk khasiat lebih maksimal, minum satu gelas lagi sebelum tidur. Maka khasiatnya sangat baik, selain bermanfaat untuk pembulu darah, kulit buah naga baik juga untuk mereduksi kadar gula darah.

 






Share
Banner

Miss Muezza

Indonesia Media Center, Mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik

Post A Comment:

0 comments: