Recent

Indonesia Media Center (IMC)

Bidan Daerah Terpencil Dan Masalah Kesehatan Ibu dan Anak



Kalimantan Tengah, IMC - Perempuan merupakan individu yang memiliki peran besar terhadap kemajuan suatu bangsa. Kondisi kesehatan perempuan pun menjadi perhatian khusus.




Dalam rangka mewujudkan keluarga sehat, Kementerian Kesehatan telah melaksanakan berbagai program guna membantu menurunkan Angka Kematian Ibu dan Anak. Hal ini terlihat dari jumlah kasus kematian Bayi turun dari 33.007 kasus di tahun 2015 menjadi 32.007 pada tahun 2016 (update sehatnegeriku.kemkes.go.id). 

Upaya untuk menurunkan AKI dan AKB harus didukung dengan SDM serta sarana dan prasarana yang memadai. Sayangnya penyebaran tenaga kesehatan dan pengadaan sarana prasarana belum merata di beberapa daerah di Indonesia. ketidakmerataannya pembangunan maupun pengadaan tenaga kesehatan ini menyebabkan persalinan oleh dukun tinggi, meningkatnya komplikasi persalinan dan bayi yang tidak mendapatkan imunisasi Hb0. 

CISDI (Center for Indonesian Sustainable Development Inisiative) melalui program Pencerah Nusantara mengirimkan tim kesehatan dan pemerhati kesehatan ke daerah - daerah dengan masalah kesehatan di beberapa titik penempatan di Indonesia sebagai tim Pencerah Nusantara yang sebelumnya berada di bawah Kantor Utusan Presiden  Republik Indoensia (KUKPRI) ini di tugaskan untuk memperkuat system kesehatan di fasilitas kesehatan primer sebagai bentuk upaya mendekatkan akses dan memperkuat pelayanan kesehatan ditingkat dasar yaitu puskesmas. 

Program Pencerah Nusantara kemudian diadopsi oleh Kementerian Kesehatan melalui program Nusantara Sehat dengan menugaskan tenaga kesehatan dari berbagi profesi  untuk ditempatkan daerah DTPK (daerah terpencil dengan permasalahan kesehatan) agar dapat mengisi kekosongan tenaga kesehatan di daerah. 

Kecamatan Kahayan Hulu Utara, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah menjadi salah satu daerah penempatan tim Pencerah Nusantara yang memiliki 11 desa dan 1 kelurahan ini masih kekurangan tenaga kesehatan yaitu bidan desa serta  sarana dan prasarana di desa belum memadai. Sehingga persalinan oleh dukun masih tinggi serta masih sering terjadi komplikasi persalinan. 

Kesadaran masyarakat terhadap persalinan oleh nakes dan di fasilitas kesehatan juga masih rendah sehingga banyak ibu hamil yang melahirkan di rumah dengan dukun. untuk itu, sebagai wilayah kerja puskesmas tumbang miri, staf puskesmas bersama tim pencerah nusantara sebisa mungkin memberikan sosialisasi pada masyarakat lewat berbagai penyuluhan dan konseling kesehatan. penyuluhan di tempat- tempat ibadah seperti gereja, masjid dan balai basarah Hindu Kaharingan. upaya lain untuk meningkatkan persalinan di fasilitas kesehatan juga dilakukan dalam bentuk renovasi ruang bersalin/ make over vk. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar dapat memberikan kenyamanan ibu yang akan bersalin di puskesmas serta meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap pelayanan kesehatan yang telah diberikan.

Selain itu, kerjasama lintas sektor juga dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang sama yaitu kesehatan masyarakat yang semakin meningkat. Kerjasama dengan pihak desa, kecamatan, kepolisian, kedamangan adat (dayak) juga dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan lewat kebijakan dan himbauan pada masyarakat. Karena pada dasarnya kesehatan adalah milik bersama dan tugas bersama agar tercipta masyarakat yang sadar akan pentingnya hidup sehat dan mandiri. 

Bila dilihat Dari segi Sumber Daya Manusia, Bidan memiliki peran besar terhadap upaya penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi. Bidan sebagai profesi yang langsung berada di tengah masyarakat sampai tingkat terbawah yaitu desa diharapkan dapat memberikan kontribusi yang komprehensif dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak.

Oleh karena itu, bidan diharapkan untuk memiliki jiwa “mencintai profesi” dalam artian dapat menjalani profesi sebagai pelayan masyarakat dengan baik. Apa saja peran bidan di masyarakat yang dapat diterapkan di lingkungan sehari –hari guna mendukung program kesehatan ibu dan anak?

Peran yang pertama; yaitu bidan sebagai pelaksana, artinya seorang bidan harus dapat melaksanakan tugas utamanya yaitu melakukan pelayanan kebidanan yang meliputi pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan, pelayanan kb, pemantauan ibu nifas, perawatan bayi baru lahir dan pelayanan kebidanan di komunitas.

Kedua, bidan sebagai pengelola yaitu seorang bidan harus mampu mengelola manajemen kebidanan, dapat mengelola kerjasama dengan sejawat bidan dalam hal menjalani program kesehatan ibu dan anak. 

Ketiga, bidan sebagai pendidik artinya seorang bidan harus mempunyai kemampuan berkomunikasi dengan baik. Bidan harus dapat melakukan konseling dan penyuluhan sebagai upaya mempengaruhi masyarakat di komunitas untuk berperilaku hidup sehat. 

Keempat, bidan sebagai pemberdaya. Artinya seorang bidan harus mampu melakukan pemberdayaan berbasis masyarakat. Melibatkan masyarakat dalam berbagai program agar dapat menciptakan masyarakat yang sadar terhadap pentingnya kesehatan dan mas mandiri. 

Kelima, bidan sebagai pembela klien / advokasi artinya bidan harus dapat menyampaikan informasi dengan jelas tentang pelayanan yang akan di berikan, dan pelayanan yang telah dilakukan melalui komunikasi verbal terhadap klien/ pasien maupun laporan  sebagai bentuk dokumentasi atas pelayanan yang sudah diberikan. 

Keenam, bidan sebagai kolaborator, dalam menjalani suatu program, bidan diharapkan untuk dapat bekerjasama interprofesi. Baik itu vertical maupun horizontal. Secara horizontal bidan dapat bekerjasama dengan sejawat sedangkan sacara vertical bidan dapat bekerjasama dengan profesi lain di atasnya seperti dokter umum, maupun dokter spesialis. 
Melihat pentingnya peran bidan di masyarakat. bidan diharapkan untuk memiliki kemampuan untuk survive. Survive dalam segala hal. Baik itu terhadap lingkungan internal yang dialami maupun lingkungan eksternal yaitu di lingkungan komunitas/ masyarakat. 


Khairani Indah Lamen, Amd. Keb
Bidan (Pencerah Nusantara batch 5) Berkarya di Kecamatan Kahayan Hulu Utara, Kab. Gunung Mas Kalimantan Tengah. 
Share
Banner

Indonesia Media Center

Indonesia Media Center, Mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik

Post A Comment:

0 comments: