Navigation

Hari Ini Dua Bupati Dilantik Gubernur NTT

Kupang, IMC- Senin, 22 Mei 2017, Gubernur NTT Drs Frans Lebu Raya, melantik dan mengambil sumpah/janji Eliazer Yantji Sunur-Thomas Ola Langoday, dan Anton Hadjon-Agus Boli, sebagai Bupati-Wakil Bupati Lembata dan Flores Timur, masa bhakti 2018-2023, di Aula El tari Kupang.

Kedua pasangan yang dikenal dengan sandi poltik Sunday dan Bereun ini, dilantik setelah terpilih pada Pilkada Serentak 15 Februari 2017 lalu. KPU Flores Timur menetapkan pasangan Anton Hadjon-Agus Boli sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih dengan perolehan suara terbanyak 32.947 suara. Demikian pula KPU Lembata menetapkan pasangan Yantje Sunur- Thomas Ola Langoday.

Ketika melantik kedua pemimpin Lembata dan Flotim itu, Gubernur Lebu Raya menitip amanat kepada kedua pasangan ini agar menanggalkana perbedaan yang terjadi selama proses Pilkada, dan merangkul semua pihak untuk bersama membangun Lembata dan Flores Timur.

“Kalian bukan menjadi pemimpin untuk pera pemilih saja, atau untuk tim sukses saja. Tapi jadilah pemimpin untuk seluruh rakyat Lembata dan Flotim. Dalam proses demokrasi, selalu ada yang berbeda, dan itu wajar saja. Sudah saatnya merangkul kembali semuanyaa. Seluruh kekuatan disatukan untuk membangun Lembata dan Flotim. Seluruhnya harus bergerak bersama untuk mempercepat pembangunan di daerah. Ini juga tergantung pada kekompakan dan soliditas seluruh komponen, termasuk soliditas bupati dan wakil bupati, agar rakyat cepat sejahtera,” begitu yang diamanatkan Lebu Raya.

Ia juga mengingatkan Bupati Lembata dan Flotim untuk mulai bekerja membangun setelah dilantik. “Lupakan semua perbedaan selama Pilkada. Mulailah kerja dan kerja. Karena kerja adalah cara terbaik untuk memajukan daerah dan mensejaterahkan rakyat. Jadi, semua komponen harus diajak bekerja bersama, dengan menjaga harmonisasi. Suasan aharmonis sangat diperlukan agar upaya percepatan pembangunan bisa berjalan dengan lancar.  Jangan juga alergi terhadap berbagai sorotan dan kritik, tapi harus diterima sebagai cambuk untuk membangun kordinasi dengan semua untuk bersama-sama membangun daerah. Jangan anggap mereka sebagai musuh karena semua adalah saudara, hanya beda pilihan saja

Gubernur juga meminta agar program sesuai rencana pembangunan jangka menengah (RPJMD). “Bupati dan Wakil memiliki banyak mimpi untuk dilaksanakan di Flotim atau Lembata, tapi beri prioritas sesuai potensi daerah. Kalau dua yang diprioritaskan, ya cukup dua saja. Harus diduskusikan dengan baik agar memberikan prioritas pada paling tidak dua atau tiga sektor. Sebab, lima tahun terlalu singkat untuk mewujudkan semua mimpi atau cita-cita,” kata lebu Raya.
Menyinggung soal mutasi, Lebu Raya juga mengingatkan bahwa mutasi itu dibolehkan, tapi dengan tetap memperhatikan apa saja yang harus diperlukan agar mutasi tidak sekadar karena balas jasa terhadap pendukung atau tim sukses. “Saya harap ini dihindari,” tegas Lebu Raya. (Bataona)

Share
Banner

Indonesia Media Center

Indonesia Media Center, Mewujudkan Keterbukaan Informasi Publik

Post A Comment:

0 comments: