$type=sticky$cate=0$cm=0$count=4$show=home$t=oot$snip=0$meta=0$rm=0

TNI dan ADF Gelar Latma Nusa Bhakti Ausindo 2021

SHARE:

 Bekasi, IMC - Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Australian Defence Forces (ADF) menggelar Latihan Bersama (Latma) Nusa Bhakti Ausindo 20...


 Bekasi, IMC - Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Australian Defence Forces (ADF) menggelar Latihan Bersama (Latma) Nusa Bhakti Ausindo 2021 yang diikuti oleh 30 Perwira TNI dari tiga Angkatan baik Darat, Laut maupun Udara serta 20 Perwira ADF, di Bekasi (10/11/2021).


Nusa Bhakti Ausindo merupakan latihan bilateral antara TNI dan ADF yang melibatkan tiga matra Angkatan Bersenjata dari masing-masing negara. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama militer kedua negara sekaligus melatihkan prosedur kerja sama dalam hal pemberian bantuan kemanusiaan melalui pelaksanaan Command Post Exercise (CPX) Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR).


Latihan dibuka oleh Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI, Marsma TNI Kustono, S.Sos., mewakili Asops Panglima TNI dengan mengambil tema “Operasi Bantuan Kemanusiaan Dalam Penanganan Bencana Alam.


Mengawali sambutannya, Asops Panglima TNI mengatakan bahwa latihan Nusa Bhakti Ausindo yang dilaksanakan tahun ini memberikan arti yang sangat penting bagi kedua belah pihak, khususnya tentang bagaimana latihan ini menjadi wujud nyata untuk kerja sama militer yang saling menguntungkan antara negara Indonesia dengan Australia.


Lebih lanjut Asops Panglima TNI menyampaikan bahwa secara historis TNI dan ADF memiliki hubungan kerjasama yang baik dalam hal pemberian bantuan penanggulangan bencana alam. Sejak tahun 1974, tercatat bahwa TNI pernah mengirimkan bantuan untuk menangani badai Tracy di Australia. Demikian juga ADF tercatat pernah memberi bantuan kemanusiaan saat Indonesia dilanda bencana gempa bumi dan tsunami Aceh tahun 2004 dan gempa Palu 2018. Dari pengalaman tahun 2020 lalu, Indonesia melalui TNI mengirimkan bantuan kepada Australia di saat negeri Kangguru tersebut dilanda Bushfire atau kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).


“Disadari bersama bahwa dalam penanganan-penanganan operasi bantuan kemanusiaan sering menghadapi tantangan tersendiri dalam membuat perencanaan dalam level operasional, dalam hal “bahasa” maupun “cara” dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan pemberian bantuan tersebut. Maka dari itu, selama satu minggu ini kita akan belajar bersama mengenai prosedur tersebut agar ke depan kita dapat meningkatkan kesiapan operasional Angkatan Bersenjata kita. Saya yakin dan percaya bahwa seluruh peserta akan dapat terlibat aktif dalam Latihan Nusa Bhakti Ausindo 2021 ini,” ungkap Asops Panglima TNI.


Latihan Bersama Nusa Bhakti Ausindo 2021 yang berlangsung selama lima hari ini menitikberatkan pada mekanisme kontigensi dan interoperabilitas antara pihak yang terlibat dalam operasi bantuan kemanusiaan kedua negara, dengan skenario yang diangkat adalah TNI membantu pemerintah Australia dalam menangani bencana angin Cyclone Debbie di Australia tepatnya di kota Townsville.  


Di akhir sambutannya, Asops Panglima TNI menekankan kepada peserta TNI untuk tidak ragu-ragu dalam berinteraksi dengan counterpart dari Australia. “Manfaatkan kesempatan dan momen yang berharga ini untuk meningkatkan kemampuan bahasa dan pengetahuan. Manfaatkan kebersamaan kita dengan rekan-rekan dari Australia yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam hal operasi bantuan kemanusiaan internasional,” tutupnya.

COMMENTS

Iklan

[/fa-book/ THE LATEST NEWS]_$type=blogging$cate=2$count=3&snip=0