Perjuangan Masyarakat Adat Dolu, Mengukuhkan Identitas Masyarakat ber-Adat

SHARE:

Perjuangan Masyarakat Adat Dolu, Mengukuhkan Identitas Masyarakat ber-Adat Oleh Akhmad Bumi)* Perlawanan masyarakat adat Dolulolong terhadap...


Perjuangan Masyarakat Adat Dolu, Mengukuhkan Identitas Masyarakat ber-Adat

Oleh Akhmad Bumi)*

Perlawanan masyarakat adat Dolulolong terhadap pelaksanaan proyek reklamasi pantai Balauring dan pembukaan jalan wisata lingkar Lohu Balauring-Dolulolong membuka mata bagi segenap pihak, bahwa pembangunan model apapun tidak dapat mengabaikan hak-hak masyarakat adat, yang nyata-nyatanya masih ada. Narasi perjuangan terletak pada masyarakat adat dan dampak sosio-kulturalnya.

Dolulolong sebuah desa kecil, 59 kilometer dari Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata. Dengan infrastruktur jalan yang jelek, melalui jalan darat dari arah barat Lewoleba ditempuh sekitar 2 sampai 3 jam menyusuri jalan berdebu dan berlubang sepanjang jalan. Dolulolong, kampung terpencil, dengan penduduk dengan mata pencaharian rata-rata petani baik petani darat maupun petani laut. Memasuki kampung Dolulolong tampak struktur tanah berbukit-bukti dan bebatuan. 

Ada dua sumur (air tanah) yang berada dilembah barat dan lembah timur mengapit kampung mungil itu. Di barat disebut "wei tiu" dan di barat lagi wei tiu ada kali hidup yang diberi nama "kali meru" yang tampak subur ditumbuhi kelapa dan pisang nan hijau membujur arah selatan ke utara. 

Di timur kampung Dolu, ada lagi sumur yang disebut "wei edang", persis dikaki bukit Leu Lai. Puluhan meter dari arah wei edang (sumur), ada sebuah batu yang disebut "kora-kora" (waq tene). Kalau ula werung (bulan baru) tampak terang dan menyala, ula opol (bulan purnama) tampak redup. Parid Ridwanudin dari Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) sempat mengunjungi batu itu sekitar akhir Juli 2018, dalam perjalanan wisata keadilan untuk perikanan, pria kelahiran Jawa Barat ini mendarat dikampung berbukit itu. Sempat selfi bersama warga Dolu di Wata Riang (pantai besar) dan dirumah adat (huna hale) persis berada didalam area Nuba Nara. Dari Lewoleba, pria dengan postur tubuh yang sedikit mungil itu menumpang bis penumpang Lewoleba-Kedang. Tentu potret infrastruktur jalan yang dilalui tidak semulus Jakarta, tidak sehebat iklan festival tiga gunung Lembata yang menghabiskan uang puluhan milyar rupiah. Daya dukung industri pariwisata rasanya terkubur bersama debu dan kerikil yang beterbangan, ketika kendaraan lewat. 

Disebelah batu perahu (kora-kora) dikampung Dolu itu, ada tempat yang diberi nama "Uhe Dolu". Uhe secara harfiah diartikan sebagai isi perut bumi atau daya penyegar tanah. Ada batu berpesona manusia halus dan lubang sejauh mata memandang. Setiap kunjungan wisatawan, selalu mengunjungi tempat itu, yang ditemani Dinas Pariwisata Lembata. Bulan Juli kemarin dari STFK Ledalero Maumere melakukan study tentang tempat itu, mengapa berada dikampung itu dan seperti apa kejadiannya. 

Bagi masyarakat adat Dolu meyakini "Uhe" itu tidak akan mati, bisa lenyap kalau lenyap juga alam semesta. Kalau ia bisa mati, maka bukan "Uhe" namanya. Dia berada, menempati dan hidup dibawah tanah, jika bergerak maka orang yang berada diatasnya merasa seperti neju (gempa). Artinya ada yang menggoncangkan, batang (auq pulu), batang tubuh bumi. Oleh kepercayaan adat setempat, bumi ditahan oleh "tanah ekang" atau seekor naga. Kalau ada neju (gempa) maka orang diatas tanah berteriak "eke beq, eke beq" (kami disini, kami disini). Keyakinan adat, orang yang hidup diatas bumi ada penjaganya dibawah bumi. Masyarakat adat Dolulolong meyakini hal itu sebagai "naga leu".

Di sebelah timur dari wei edang (sumur) sekitar 200 meter, ada namanya "wei laong". Wei Laong artinya kali anting-anting telinga. Bagi masyarakat adat Dolulolong meyakini wei laong dikawal ular naga, ara bora. Akarnya menjalar ke laut. Jika malam hari lewat dengan perahu, orang dapat lihat cahayanya pada dasar laut. Dan jika melanggar dikawasan tersebut perlu ameq sabong, wajaq dopi (minta permisi). Pohon yang tumpuh di wei laong itu berasal dari biji mata musang (mato uluq). Uluq artinya bibit. Mato-matan artinya asal mula kekayaan. Olehnya laut tidak bisa dicemari, dirusak dan lain-lain. Ikan dilaut adalah harta kekayaan untuk anak cucunya. Jika tidak merawat laut dan darat sama dengan tidak merawat mereka. Untuk menerjemahkan istilah dan keyakinan masyarakat adat tersebut butuh kajian yang komprehensif baik dari aspek teologis, budaya dan aspek-aspek lain.

Tempat tinggal warga Dolulolong tepatnya diatas punggung yang dibelah kedua lembah air tersebut. Diatasnya, dari kampung sekarang disebut leu tuang (kampung lama). Kampung lama (leu tuang) oleh warga adat setempat tidak bisa ditempati, tapi ditanami tanaman atau pohon umur panjang dan rindang. Jarak tempat tinggal warga dengan kedua sumur yang disebutkan diatas sekitar kurang lebih 300 sampai 500 meter. Cara mengambil air dengan cara menjunjung disetiap pagi dan sore. Terkadang menggunakan jasa ojek. Memasuki kampung kecil tersebut, dipintu gerbang tertulis "Selamat Datang di Desa Bersejarah Dolulolong". 

Sekitar 200 meter dari gerbang pintu masuk, kearah utara kita akan memasuki rumah adat yang disebut Nubanara. Disitu tertulis "Nuba Sili Kiti, Nara Laha Lowa" dari arah timur, dari arah barat tetulis "Ang Baa-Ular Doro". Dikelilingi tembok yang tersusun dari "batu biri" setinggi 2 sampai 3 meter. Di dalam Nubanara, ada lima kursi tersusun dari "batu biri / sejenis batu tipis", kursi yang tersusun dari batu tersebut adalah singgasana para tetua adat yang dipersimbolkan pada lima kaleq (lima kabilah adat). 

Lima Kaleq berjalan sesuai dengan fungsi masing-masing. Fungsi pemerintahan dan adat, Agama, keamanan kampung (kapitang riang), teritorial / kepala perang (kapitang duling) dan pertukangan. Terdapat rumah pertemuan adat yang diberi nama "Huna Hale" yang berbentuk panggung tanpa dinding yang berada disebelah kursi yang disusun dari batu tersebut. Diluar Nuba Nara, sekitar 50 meter dari Nubanara ada sebuah rumah kecil disebut "Huna Biri". Lima kaleq (lima kabila) dengan pembagian fungsi masing-masing tersebut sudah ada jauh sebelum Indonesia ini merdeka. 

Disebelah utara kampung mungil itu, ada tiga tanjung berjejer. Ada tanjung yang bernama "gerok tubar". Gerok tubar diambil dari nama leluhur Dolulolong yang maqamnya terletak ditanjung tersebut bernama "Gerok Ula Hading". Dikiri kanan maqam leluhur Gerok Ula Hading diapit oleh tiga maqam orang Belanda yang dibunuh masa itu. 

Tanjung satu lagi bernama "liang utuq", disitu ada sebuah pohon besar dan sudah tua yang diberi nama "dang lapaq". Pohon "dang lapaq" ini dipersimbolkan seorang leluhur yang sebagian tubuhnya keatas berbentuk manusia dan sebagiannya lagi kebawah berbentuk naga, serta "kemaluannya" tumbuh ditengah pusat (perut), tidak sebagaimana biasa pada manusia pada umumnya. 

Satu tanjung lagi disebut "tiu lewang" atau yang biasa disebut tanjung kubur buyaq Sultan Abdul Manan bin Boli. Ketiga tanjung ini berjejer maqam-maqam leluhur tempo dulu. Ditanjung tiu lewang ini yang dilewati jalan wisata lintas Lohu Balauring-Dolulolong yang diprotes dan digugat masyarakat adat Dolulolong.

Di kawasan Lohu, ada sekitar 6 sampai 7 makam leluhur tempo dulu dan satu benteng yang digunakan untuk menghalau musuh tempo dulu, era kolonial. Ada maqam Dawa Miteng. Disebut Dawa miteng karena lidahnya berwarna hitam, orang Dolu menyebut sebagai "pendekar" dimasanya. Selain Dawa Miteng, ada lagi leluhur Dolu yang membunuh Meo di arah timur, tepatnya di ape napoq. Leluhur itu bernama "Tuaq Lao", membunuh Meo lalu ususnya dibuang ditempat yang bernama lodung teing. Olehnya, keturunan leluhur "Tuaq Lao" sampai sekarang ari-ari setiap keturunan yang lahir tidak bisa ditanam tapi harus digantung. Kenyataannya, jika ari-ari ditanam maka akan meninggal.

Ada lagi tempat di Lohu yang disebut "jarang uhur", tempat seorang leluhur Dolu bernama "Tahiq Riang". Tahiq Riang bersaudara dengan Nepa Riang dan Tarang Riang yang satu turun di Leu Utung dan satu lagi turun di Leu Wohung. Harta peninggalan leluhur itu dalam bentuk ahung (bambu kecil) yang disimpan oleh keturunanya sampai kini di Dolu. Ahung (bambu kecil) yang digunakan dalam membunuh musuh dimasa itu. Leluhur ini yang menjaga batas ulayat Dolulolong (nanga) diujung barat dengan kendaraannya berjenis kuda (orang Dolu menyebutnya jarang). Demikian maqam dan temapt sejarah lain yang ada di Lohu. Semua tempat itu dilewati jalan wisata Balauring-Dolulolong sejauh 7 kilometer yang hendak digusur, olehnya diprotes dan digugat warga adat Dolulolong. Mempertahan adat dan nilai-nilainya.

Konsepsi Hukum Adat

Hukum adat dikonsepsikan sebagai komunalistik, mengandung unsur kebersamaan. Komunalistik menunjuk kepada adanya hak bersama para anggota masyarakat hukum adat atas tanah, yang dalam kepustakaan disebut Hak Ulayat. 

Tanah Ulayat merupakan tanah kepunyaan bersama, yang diyakini  sebagai karunia suatu Kekuatan Ghaib atau peninggalan nenek moyang kepada kelompok yang merupakan masyarakat hukum adat, sebagai unsur pendukung utama bagi kehidupan dan penghidupan kelompok tersebut sepanjang masa. Adapun kelompok tersebut bisa merupakan masyarakat hukum adat yang teritorial (desa, marga, nagari, huta). Bisa juga merupakan masyarakat hukum adat genealogik atau keluarga, seperti suku, dll. 

Menurut Prof. Boedi Harsono, 'Kekuatan Ghaib, "Hak Ulayat sebagai hukum kongkrit, pada asal mulanya diciptakan oleh nenek moyang atau sesuatu kekuatan Ghaib, pada waktu meninggalkan atau menganugerahkan tanah yang bersangkutan kepada orang-orang yang merupakan kelompok tertentu. Hak Ulayat sebagai lembaga hukum sebelumnya. Pemegang Hak Ulayat adalah masyarakat hukum adat. Yang menjadi obyek hak ulayat adalah semua tanah dalam wilayah masyarakat hukum adat teritorial yang bersangkutan. (Hukum Agraria Indonesia : Sejarah Pembentukan Undang-undang Pokok Agraria, Isi dan Pelaksanaan, Hlm. 272. Ed. Rev., Cet ke-8 : Djambatan, 1999).

Ulayat Dolulolong, oleh masyarakat adat Dolu menuturkan ulayat dan batas-batasnya ditunjuk oleh dua makhluk ghaib yang disebut "Ang Baa, Ular Doro". Tempat hidup kedua makhluk ini berada dalam sebua gua besar dibawah tanjung gerok tubar, gua itu menembus hingga kedalam kampung dan menembus sampai dikaki bukit leu lai. Para pencari sarang burung walet sering memasuki gua itu tapi tidak bisa menembusnya kedalam. Simbol dua makhluk itu terpasang dipintu masuk Nuba Sili Kiti, Nara Laha Lowa.

Para warga adat sebagai anggota kelompok, masing-masing mempunyai hak untuk menguasai dan menggunakan sebagian tanah bersama tersebut guna memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarganya dengan hak-hak yang bersifat sementara, sampai dengan hak yang tanpa batas waktu, yang umum disebut hak milik dilekati. Demikian pula tanah adat diperuntukkan untuk kepentingan umum dan pembangunan dalam arti seluas-luasnya. Olehnya tanah adat tersebut baik dalam peruntukkan, penguasan dan penggunaan serta pemeliharaan diatur oleh kelompok adat yang bersangkutan, selain diatur dengan tertib juga menjaga agar tidak menjadi sengketa, juga bisa terjaga kelestarian kemampuannya bagi generasi-generasi yang akan datang.

Keberadaan Ulayat Dolu

Apakah hak ulayat Dolu memenuhi syarat sebagaimana dikehendaki peraturan perundang-undangan? Untuk menjawab ini, terlebih dahulu kita harus memastikan apakah syarat-syarat hak ulayat sebagaimana diatur dalam pasal 3 UUPA terpenuhi. Kurniawan Warman dalam buku Hukum Agraria Dalam Masyarakat Hukum Majemuk (hal. 40) mengatakan, persyaratan yang harus dipenuhi oleh hak ulayat menurut Pasal 3 UUPA adalah;

1. Sepanjang kenyataannya masyarakat hukum adat masih ada. Mengenai hal ini sesuai dengan penjelasan Pasal 67 ayat (1) UU Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan, suatu masyarakat hukum adat diakui keberadaannya, jika kenyataanya memenuhi unsur;
- Masyarakat masih dalam bentuk peguyuban (rechtsgemeenschap). Peguyuban menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai perkumpulan yang bersifat kekeluargaan, didirikan oleh orang-orang yang sefaham untuk membina persatuan (kerukunan) diantara anggotanya. Masyarakat adat Dolu dalam bentuk peguyuban, berhimpun dalam suku atau marga baik kecil maupun besar, kemudian suku-suku atau marga-marga tersebut dihimpun dalam lima suku besar yang disebut "Kaleq Leme" dengan fungsinya masing-masing.

- Ada kelembagaan dalam bentuk perangkat penguasa adatnya (Lembaga Adat). Lembaga Adat adalah wadah masyarakat adat yang dibentuk oleh masyarakat hukum adat, mempunyai wilayah tertentu dan harta kekayaan adat sendiri dan berhak mengatur dan mengurus serta menyelesaikan hal-hal yang berkaitan dengan adat. Masyarakat adat Dolu memiliki perangkat Lembaga Adat yang dibentuk berdasar Keputusan Kepala Desa dan berlaku dari tahun ke tahun hingga sekarang yang salah satu tugasnya adalah mengurus hak ulayat masyarakat adat Dolulolong.

-Ada pranata dan perangkat hukum adat, yang masih ditaati. Pranata hukum adat berfungsi untuk memutus maupun mendamaikan sengketa adat berdasarkan hukum adat. Sebelum adanya UU Desa yang mengakui keberadaan kelembagaan pranata hukum adat, jauh hari sebelumnya sanksi adat sudah ada dan masyarakat adat Dolulolong masih mengakui sanksi adat sampai saat ini. Sanksi dan denda adat bagi masyarakat adat yang melanggarnya. Sanksi adat dalam masyarakat adat Dolulolong diterapkan sampai saat ini dalam berbagai kehidupan bagi masyarakat adat Dolulolong, seperti perkawinan (belis), sengketa pengelolaan tanah adat, kematian, pengeloaan hutan, dll.

-Masih mengadakan pemungutan hasil hutan diwilayah hutan sekitarnya untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya. Hasil hutan adalah segala material yang didapatkan dari hutan, seperti kayu potong, kayu bakar, demikian juga hasil hutan non kayu (hasil hutan yang dihasilkan tanpa menebang pohon). Pemungutan hasil hutan masih berlaku bagi masyarakat adat Dolu, seperti senso kayu, pencarian kayu bakar atau kayu potong, diperuntukkan untuk kebutuhan masyarakat adat.

2. Sesuai kepentingan nasional dan Negara. Untuk syarat ini sudah dilakukan berulang kali oleh masyarakat adat Dolulolong, mayarakat adat Dolulolong memberi hibah untuk kepentingan umum tidak pernah ditukarkan dengan rupiah dan hal ini berlaku sejak dahulu kala. Untuk kepentingan umum dan Negara, masyarakat adat Dolu melakukan  hibah untuk pembangunan kantor pemerintah dan swasta maupun kepada warga yang membutuhkan. Hibah untuk pembangunan Kantor Koramil 1624-04 Lembata Timur di Balauring, hibah untuk pembangunan Asrama para anggota Koramil 1624-04 Lembata Timur di Balauring, hibah untuk pembangunan PLN Omesuri, hibah untuk pembangunan KUD Balauring, hibah pembangunan kantor Camat (lama), hibah untuk pembangunan Masjid Al-Munawwarah Wuaq Ikang Balauring, hibah untuk pembangunan Gereja Katolik di Balauring, hibah untuk pembangunan BKIA di Balauring, hibah untuk pembangunan Puskesmas Balauring, dan sekitar 70% penduduk Desa Balauring yang riwayat perolehan hak atas tanah diperoleh melalui hibah dari Para Penggugat atau masyarakat adat Dolulolong, selain tanah pekarangan untuk pembangunan rumah tempat tinggal juga untuk keperluan atau sebagai lahan pertanian kepada petani penggarap yang sudah berlangsung sejak dahulu kala. 

3. Tidak bertentangan dengan UU dan peraturan yang lebih tinggi. Persyaratan ini tidak sulit karena Negara mengakui keberadaan hak-hak tradisional (adat) sepanjang masih hidup sesuai pasal 18b ayat (2) UUD 1945, jika ada UU atau peraturan lain dibawahnya yang tidak mengakui hak-hak tradisional (hak ulayat) maka UU atau peraturan tsb bertentangan dengan UUD 1945 (inkostitusional).

Jika hak ulayat tsb memenuhi syarat sebagaimana dikehendaki Undang-undang, apa Balauring berada dalam kawasan hak ulayat Dolulolong? 

Balauring sebelum menjadi desa definitif (desa sendiri) tahun 1960, Balauring masih berada dalam desa Dolulolong dengan sebutan istilah Leu Ote, Wata Noq (artinya, kampung Dolulolong, pantai Balauring), atau dengan sebutan lain dusun dari desa Dolu, dulu masih berada dalam kecamatan Lomblen Timur dengan ibu kota  Hadakewa, kabupaten Flores Timur. Pemekaran menjadi kecamatan Omesuri terjadi pada tahun 1964, bersamaan dengan kecamatan Buyasuri, Kecamatan Ile Ape, Kecamatan Atadei dan Kecamatan Nagawutun. 

Selain itu mengutip tulisan RH Barnes dari Vatter (1932 : 158) dalam bukunya tentang Kedang (Kedang a study of the Colletive thought of an Castern Indonesian People) diterjemahkan oleh Saver Jadav menyebutkan; pada tahun 1915 di Kedang terdapat 3 (tiga) pasar yakni pasar Wairiang, pasar Kalikur dan pasar Dolulolong. Yang dimaksud pasar Dolulolong adalah yang terletak di pantai Balauring. 

Dalam buku tsb disebutkan Dolu pada saat itu sebagai pusat gerakan anti Belanda dan proganda Bolschevistic yang dilakukan dengan cara mengusir kapal penembak Belanda yakni kapal Prina Hendrik dan kapal Benkoelen yang berlabu dikampung Dolulolong dipantai Balauring.

Selain itu wilayah ulayat Dolulolong di Balauring telah di akui oleh masyarakat dan Pemerintah Desa Balauring. Pengakuan sebagaimana tertuang dalam Berita Acara Rapat Pembahasan Persehatian Batas Wilayah Administrasi antara Desa Balauring dan Desa Dolulolong yang dilakukan pada tanggal 16 Januari 2016, salah satu poin dalam Berita Acara tsb menyebutkan "Forum Rapat menyetujui bahwa Leu Ote Wata Noq merupakan Hak Ulayat Dolulolong".

Berita Acara sebagaimana disebutkan diatas ditandatangani oleh kedua Kepala Desa yakni Kepala Desa Dolulolong dan Kepala Desa Balauring, juga ditandatangani oleh 68 warga masyarakat kedua Desa tsb serta turut diketahui / ditandatangani oleh Camat Omesuri;

Selain Berita Acara tsb, ulayat Dolulolong di Balauring juga diakui melalui Surat Pernyataan Kepala Desa Balauring yang dibuat pada tanggal 16 Januari 2016 yang dalam surat pernyataan tersebut menegaskan "bahwa wilayah administratif Desa Balauring, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata berada dalam wilayah Hak Ulayat Dolulolong";

Selain Desa Balauring, ulayat Dolulolong juga diakui oleh masyarakat dan Pemerintah Desa Hoe Lea I, hal itu tertuang dalam Berita Acara yang dibuat dan di tandatangani oleh masyarakat adat dan Pemerintah Desa Hoe Lea I bersama masyarakat adat dan Pemerintah Desa Dolulolong, Berita Acara mana dibuat pada tanggal 20 November 2011.

Pengakuan Hak Ulayat

Warga Dolu merupakan paguyuban masyarakat adat, yang memiliki hak-hak tradisional yang dilindungi Negara sesuai amanat Pasal 18b ayat (2) UUD 1945 yang menyebutkan "Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang diatur dalam Undang-undang".

Pengakuan terhadap hukum adat dan hak-hak tradisional khususnya dalam bidang Agraria diatur dalam Undang-undang Nomor 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (UUPA). Pasal 3 Undang-undang Pokok Agraria menyatakan, bahwa : "Dengan mengingat ketentuan-ketentuan dalam pasal 1 dan 2 pelaksanaan hak ulayat dan hak-hak yang serupa itu dari masyarakat-masyarakat hukum adat, sepanjang menurut kenyataannya masih ada, harus sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kepentingan nasional dan Negara, yang berdasarkan atas persatuan bangsa serta tidak boleh bertentangan dengan Undang-undang dan peraturan-peraturan lain yang lebih tinggi".

Undang-undang Nomor  39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia Pasal 6 menyatakan bahwa dalam rangka penegakan hak asasi manusia, perbedaan dan kebutuhan dalam masyarakat hukum adat harus diperhatikan dan dilindungi oleh hukum, masyarakat, dan pemerintah. Identitas budaya masyarakat hukum adat, termasuk hak atas tanah ulayat dilindungi, selaras dengan perkembangan zaman.

Undang-undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air menyatakan bahwa Pengusahaan sumber daya air diselenggarakan oleh Pemerintah dan atau pemerintah daerah dengan tetap mengakui hak ulayat masyarakat hukum adat setempat dan hak yang serupa dengan itu, sepanjang tidak bertentangan dengan kepentingan nasional dan peraturan undang-undang.

Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa mengatur tentang desa adat disesuaikan dengan hukum adat dan norma adat istiadat yang berlaku di desa sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ketentuan untuk desa berlaku juga untuk desa adat sepanjang tidak diatur dalam ketentuan khusus tentang adat. Olehnya mekanisme pengaturan hak-hak tradisional adat yang berada di desa seperti lembaga adat dengan fungsi-fungsinya merujuk pada pembentukan Peraturan Desa atau Keputusan Kepala Desa.

Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 35/PUU-X/2012 menegaskan kembali pengakuan Negara akan hak ulayat masyarakat hukum adat sesuai Pasal 18b ayat (2) UUD 1945. Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tsb) dibacakan pada tanggal 16 Juni 2013, Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan putusan atas permohonan judical review terhadap UU Nomor  41 tahun 1999 tentang Kehutanan yang diajukan oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) dan dua komunitas adat lainnya. Mahkamah menjelaskan, masyarakat adat memiliki hak penuh atas tanah, wilayah dan sumber daya alam termasuk hutan dan air. Pengakuan dari hak ini merupakan bagian dari pemenuhan hak asasi yang melekat pada masyarakat adat dan dijamin oleh UUD 1945.

Menurut Mahkamah, frasa "sepanjang kenyataannya masih ada serta tidak bertentangan dengan kepentingan nasional, maka sepanjang itu juga diakui keberadaanya". Menurut Mahkamah, apabila dalam perkembangannya masyarakat hukum adat yang bersangkutan  tidak ada lagi maka hak pengeloaan dikembalikan kepada negara.

Dalam pertimbangan lain Mahkamah menjelaskan, merupakan delegasi wewenang yang diatur dalam Pasal 18b ayat (2) UUD 1945 yang menyatakan "Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang diatur dalam Undang-undang". Undang-undang untuk mengurus hak-hak tradisional adat yang diperintahkan Pasal 18b ayat (2) UUD 1945 tsb belum terbentuk. Dengan demikian, penghapusan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisonalnya (hak ulayat) oleh peraturan dibawahnya adalah inkonstitusional dan bertentangan dengan UUD 1945.

Di Lembata belum ada Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang Hak Ulayat. Belum ada tim penyelidik eksistensi hak ulayat di Lembata. Hal itu bukan berarti tanpa Peraturan Daerah (Perda) hak ulayat tsb tidak ada. Hak ulayat telah ada jauh sebelumnya dan hak ulayat lahir dari adat dan hukum adat di desa. Menurut Van Vollenhoven sebagaimana dikutip dalam buku "Hukum Adat dan Modernisasi Hukum" (Terbitan FH UII, 1998, hal. 169) bahwa hukum adat adalah hukum asli sekelompok penduduk di Indonesia yang terikat karena hubungan geneologis (kesukuan) atau teritorial (desa) (lihat Pasal 131 dan 163 Indische Staatsregeling-S.1855-2). 

Hukum tanah nasional disusun berdasarkan hukum adat tentang tanah. Selain hukum tanah nasional, Masyarakat Adat juga diakui dalam konstitusi Negara. Masyarakat Adat diakui dalam UUD 1945 (Amandemen Kedua) dan Hukum Tanah Nasional berdasarkan Hukum Adat tentang tanah dinyatakan dalam konsiderans UUPA. Dengan demikian, hak ulayat diakui keberadaanya oleh negara melalui peraturan perundang-undangan.

Kekuatan Masyarakat Adat

Masyarakat adat sebagai tema gugatan di Pengadilan Negeri Lembata, memiliki narasi yang kuat. Mereka memerangi rasa ketidakadilan dan diskriminasi yang mengabaikan hak-hak masyarakat adat. Peran negara melalui pemerintah memperparah perampasan dan deforestasi. Negara mengabaikan hak-hak masyarakat adat melalui industri pariwisata. Memperkenankan pemodal yang dikemas melalui politik kekuasaan dan merampas hak-hak adat. Menafikan hukum perjanjian pelepasan dan pengalihan hak atas tanah  sebagai perintah peraturan dan syarat perolehan hak guna usaha dari masyarakat adat. 

Kekuasaan masyarakat adat dilucuti. Selain itu, pelaksanaan reklamasi pantai mengabaikan syarat-syarat sebagaimana seharusnya. Perlu ada ijin lokasi, ijin pelaksanaan reklamasi, Amdal dll. Selain itu tidak mempertimbangkan dampak kepada nelayan pesisir dan kerusakan lingkungan sekitar yang berakibat pada punahnya ekosistem laut sekitar. 

Kekuasaan menghamba pada pemodal, sekaligus penguasa adalah pemodal. Praktek bisnis, korporasi sekaligus melebur dalam kekuasaan dalam penguasaan lahan adat adalah model baru dalam praktik bisnis korporasi. Dalam aktivitas korporasi merusak lahan "kramat" milik masyarakat adat, membongkar situs sosial budaya, menggusur sumber-sumber pangan dan kehilangan sumber ekonomi masyarakat adat dan memperparah lingkungan dan tidak peduli dengan nelayan pesisir adalah bentuk ketidakadilan dan diskriminasi.

Gugatan masyarakat adat Dolu, disaat bersamaan dirayakan hari adat sedunia dengan mengambil tema : Media Adat, Adat Memberdayakan Suara. Memiliki diksi yang kuat dan makna horisontal yang relevan.

Sekretaris Jendral  PBB, Ban Ki Moon mengatakan, suara-suara masyarakat adat menceritrakan kisah menarik bagaimana mereka memerangi abad ketidakadilan, diskriminasi. Juga advokasi sumber daya serta hak-hak melestarikan budaya, bahasa  dan tradisi spritualitas. Dengungan Ban Ki Moon ini kiranya diresapi sebagai bahan dalam kerja-kerja advokasi masyarakat adat.

Dalam masyarakat adat, institusi-institusi sosial dan ekonomi adalah ciptaan dari mereka secara sadar, ter-refleksikan secara alami, memelihara nilai-nilai kehidupan, simbol-simbol, dan keyakinan dari budaya asli mereka. Corak masyarakat adat semacam ini, kekuatan dan nilai-nilai yang menentukan bagi mereka, mengalir sebagai semangat hidup bagi mereka dan bagi lembaga-lembaga peguyuban bentukan mereka. 

Berdasar pada keyakinan dan nilai-nilai itu, belakangan dicoba untuk diekspresikan melalui budaya kekuasaan politik, menggeser masyarakat adat dan digantikan dengan kelompok kapitalis (korporasi). Masyarakat kapitalis membuang spiritnya serta mengabaikan kapasitas manusia dengan identitas budayanya. Bagi kaum kapitalis, uang adalah ukuran nilai. Hidup hanya dinilai dengan harganya yang diobral; sebatang pohon hanya diukur dari jumlah kepingan kayu yang dapat dihasilkan (tanpa mempedulikan akibat ekologis yang mungkin ditimbulkan dari penebangannya secara liar). Tujuan pribadi ditetapkan dalam rangka mengejar kepuasan materi. 

Lembaga ekonomi kesayangan kapitalis, perdagangan publik, memusatkan kekuatan pada sumber-sumber produksi, pasar, media dan tekhnologi untuk melayani pasar-pasar finansial. Kekuatan ini digunakan oleh lembaga-lembaga korporasi ekonomi untuk menguasai institusi politik dan budaya sesuai kehendak mereka. Kekuasaan yang menggunakan kekuasaan politik dan kekuatan budaya secara normatif menjadi instrumen kontrol dan manipulasi. Pesan yang selalu dilakukan dalam praktik adalah bahwa cara untuk mengartikan cinta dan pemenuhan adalah dengan melakukan transaksi jual beli dan menjadi konsumen dari produk-produk yang diinisiasi, memperkuat alienasi individu dari sumber-sumber makna dan dientitas yang otentik. Kekuatan dan nilai yang menentukan masyarakat mengalir dari uang kepada lembaga dan kepada manusia. 

Kontrol atas sistem yang dengannya uang diciptakan dan dialokasikan adalah sumber primer dari kekuatan badan-badan korporasi. Ketergantungan mereka terhadap budaya non otentik yang didasarkan pada ilusi dan kesesatan untuk memelihara legitimasi mereka dalam pandangan masyarakat, adalah kelemahan mereka. Keaslian budaya adalah ajang kekuatan masyarakat (adat). Bagi masyarakat adat, dengan demikian budaya adalah arena pilihan yang menawarkan perjuangan, terutama, melawan kekuatan-kekuatan politik dan ekonomi korporasi yang tersemai yang hendak menyingkirkan fondasi kultural. Mulai saat ini kita perlu memikirkan nasib masyarakat adat 20 hingga 30 tahun mendatang, kita harus mentransformasikan masyarakat yang berdedikasi terhadap kecintaannya pada nilai-nilai dan identitas mereka dan melahirkan kelompok kreator budaya ataukah kita harus mengambil resiko dengan menuai kepunahan spesies kita sebagai masyarakat adat akibat pertarungan dan pergeseran budaya?

)* Penulis, Advokat, tinggal di Kupang

COMMENTS

[/fa-book/ THE LATEST NEWS]_$type=two$m=0$rm=0$h=400$c=2

Name

#2019GantiPresiden,9,2019,1,Abdul Somad,1,Aceh,245,Aceh Besar,1,Aceh Selatan,2,Aceh Tamiang,9,Aceh Tenggara,2,Aceh Timur,5,Aceh Utara,13,Adat,3,ADD,5,Advetorial,8,Afrika,1,Afrika Tengah,1,Agama,13,Agribisnis,2,Ahok,1,Akademi TNI,2,Akmil,1,Aksi 212,2,Aksi Damai,2,Aksi Sosial,1,Alam,3,Aljazair,1,Aloeswood,1,Alquran,1,Alsintan,1,Alumni 93 FH Univ 45 Makasar,1,Alutsista,2,amankan natal,1,Amerika,1,Anak,3,Anak Tertabrak Kereta Api,1,Anak-anak TK,1,Ancaman Pidana,1,Anggaran Dana Desa,2,Anies Baswedan,3,APEC,1,apel 3 pilar,1,apel bersama,1,Apel Bersama Sispamkota,1,Apel Kesemaptaan,1,apel kesiapsiagaan bencal,2,apel pengamanan perayaan imlek 2019,1,Apel Pengecekan Cuti,1,Apel Siaga May Day,1,Apel Tiga Pilar,2,Apotik Hidup,1,Aqualaria spp,1,Arab,10,Artis Pantura,1,Aset Negara,1,Aset TNI,5,Asian Games,23,Asian Games 2019,23,Asmat,1,Aspal Cair,1,AstraZeneca,1,Asusila,1,Atlet,2,Audiensi,2,Ayan,1,Babel,1,Babinsa,9,Babinsa Bantu Bersihkan Material Longsor,1,babinsa bantu petani pengolahan lahan,1,Babinsa Batu Kesulitan Rakyat,1,Babinsa Bekali Linmas,1,Babinsa Berikan Pelatihan Kepada Poktan,1,Babinsa Evakuasi Korban Banjir,1,Babinsa Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW,1,Babinsa Halal Bi Halal,1,Babinsa Peduli Lansia,1,Babinsa Urun Rembug Musyawarah Masyarakat Desa,1,Badan Pertanahan Nasional,1,Badiklat Kejaksaan,30,Bagi Takjil,1,bagikan sembako dalam rangka HJK,1,Bahas Irigasi,1,Bahu Jalan,1,BAIS,1,Bakamla,12,Baksos,1,Baksos HJK,1,Baksos TNI,2,Bakti Sosial,5,Bakti TNI,1,Bali,2,Balita,1,Banau,1,Banda Aceh,19,Bandara Kertajati,1,Bandung,4,Bang Japar,2,Bangun Masyarakat,1,Banjarharjo-Salem,1,Banjarnegara,1,Banjir,24,Banjir Bandang,1,Banjir Losari,3,Banser,3,Bansos,1,Banten,15,Bantu Air Bersih,1,bantu pengamanan natal,1,bantuan bibit ayam,1,bantuan kaki palsu,1,Bantuan Kaki Palsu Kodam Diponegoro,1,bantuan kursi roda,1,Bantuan Logistik Ke Lombok,1,Bantuan Pengemudi,1,Bantuan Sosial Bencana Palu,1,Bantuan TNI,6,Banyumas,26,barak siaga,1,Bareskrim,1,Basket,4,Basmi,1,Batalyon Infanteri 405,1,Batang,1,Bawang Merah,2,Bawaslu,1,Bazar Murah,2,Bazar Ramadhan,1,BBGRM,1,BBM,1,Becana Alam Banjir,2,Bedah Rumah,1,Begal,6,Bekasi,5,Bela Negara,3,Bencal,1,Bencana,3,Bencana Alam,89,Bencana Banjir Brebes,4,Bencana Rob,2,bendungan notog margahayu resmi dibuka,1,Bentuk Kedisiplinan Linmas,1,Berbagi Takjil,1,Berdoa Bersama,1,Beredar,1,Berikan,1,Berita Duka,3,Berita Hoax,1,Berita Informasi,26,berita terkini,99,Bersih,1,Bersihkan Tempat Ibadah,1,Betonisasi Jalan Desa,1,Bhakti Sosial,3,Bimtek,1,Bimtek Pilkada,1,Bina Linmas,1,Bina Pramuka,1,Bina RT RW,1,Bingkisan Kasad,1,Bingkisan lebaran,1,Bireuen,1,Bireun,3,Bisnis,2,BMKG,1,BNN,7,Bobotoh,1,Bogor,1,Bola,2,Bom,6,Bom Molotov,1,BPJS,1,BPK RI,2,BPNT,3,Brebes,101,Bridgestone,1,Brinus,1,BSC,1,Buah Naga,1,Budaya,64,Buffalo Boys,1,Buka bersama,1,Buka Puasa,1,Buka Puasa Bersama,5,Bulan Bakti Gotongroyong,1,Bupati,1,Bus Way,1,Cagar Budaya,1,camat ucapan selamat,1,Capratar,1,Capres 2019,5,Car Free Day,1,Car Free Night,1,Cawapres 2019,1,Cegah Banjir,1,Cegah DBD,1,Cek Urine,1,Cerita Mistis,1,Cerpen,1,China,1,Christmas,1,Cilacap,419,Cinta,1,Cinta NKRI,1,Croplife Agriwarta Awards 2018,2,Croplife Indonesia,2,CSR,2,Cyber,2,Cyber Crime,3,Daerah,1027,Daerah Papua,1,Dakwah,4,Dakwah Islam,2,Damkar,1,dan recovery bencana,1,Dana Desa,3,Danau Toba,1,Dandim,1,Dandim Cilacap Tutup TMMD,1,Dandim Sambut Rombongan Gowes Danpussenif,1,Danramil,1,Danramil Bekali Wasbang Kepada Pelajar,1,Danramil Cek Warganya Bunuh Diri,1,Danramil Lepas Anggota MPP,1,Danramil Pimpin Pemakaman Secara Militer,1,Debat Capres,4,Debt Collector,1,deklarasi,1,Demokrat,1,Demonstrasi,2,demontrasi alat rice transplanter,1,Denpom,1,Desa,8,Dewan Pers,33,Dialog Interaktif,1,Difteri,1,Diklat,3,Dirgahayu,1,Dirgahayu RI,8,Dispenad,2,DOA,2,Doa Bersama,9,doa bersama HJK,1,Doa Untuk Keselamatan Bangsa,1,DOB,1,Donasi,1,Donggala,1,Donor,2,Donor Darah,5,Donor Darah Dan Pengobatan Massal,2,DPD PPWI Banten,2,DPD RI,4,DPN PPWI,2,DPR,2,DPRD,1,DPT Ganda,1,Dragon Fruit,1,Dufi,2,Duka Cita,2,Dukacita,2,Dzikir,1,e-Tilang,2,Eastparc Hotel,1,Edaran Dewan Pers,1,Edukasi,186,Ekonomi,78,Ekonomi Budaya,1,Eksploitasi Anak,1,Empat Pilar Kebangsaan,3,Enterpreneurship,1,Epilepsi,1,Event,1,Fadli Zon,1,Fashion Show,2,Fasum,2,FBR,1,Feature,1,Februari,1,Festival Tabuh Bedug dan Takbir,1,FH Unibos 45,1,Film,10,Film "Guru Ngaji",1,Financial,1,FJKS,1,Forkompimcam Doa Bersama,1,Forkompimda Cek TPS,1,Forkompimda Cilacap Konferensi Pers,1,Forkompincam Rakor Jelang Pilkades,1,Forkopimcam,2,Forkopimda,2,Forum Silaturahmi Kehumasan,1,Foto,6,FPI,1,FPII,1,Fusion Jazz,1,Fusion Stuff,1,G30S/PKI,18,Gabah dan Beras,1,Gaharu,1,Gajah Purba Terbesar,1,Gaji,1,Galau,1,GAM,2,Gambatte,3,Ganjil Genap,3,Garjas,1,Gatotkoco,1,Gaza,1,Gedung Joang,1,Gempa,15,Gempa Donggala,3,Gempa Lombok,22,Gempa Lombok Timur,1,Gempa NTB,1,Gempa Palu,2,Gempa Situbondo,1,Gempa Sukabumi,1,Generasi Muda,2,Gerhana,1,Gerindra,1,Giziburuk,6,Gladi Posko,1,Gladi Posko 1,1,GMI,1,Golkar,3,Got,1,Gotong Royong,1,gowes,2,Gowes Dalam Rangka Hari Juang Kartika,1,Gowes Sepeda Sante Bersama Masyarakat,1,GP Ansor,1,GPS,1,Grobogan,4,Gropyok Tikus,1,Gubernur Jateng,1,Gugatan,1,Gugatan Dewan Pers,1,Gunungan Hasil Bumi,1,Gunungsitoli,1,Guru,1,Habib Rizieq Shihab,2,Habib Riziq,1,Hacker,1,Hak Pilih,1,Halal,1,Halal bi halal,3,Halal Bihalal Forkompimda,1,HAM,1,Hama Padi Blas,1,Hankam,2825,Hankam kodim brebes,16,Hankam Korem 071 Wijayakusuma,1,Hanura,1,HAORNAS,1,Hari Amal Bhakti ke 73,1,Hari Batik Nasional,2,Hari Bayangkara,1,Hari Ibu,5,Hari Infanteri,1,Hari Jadi Kabupaten Brebes,1,Hari Kartini,1,Hari Kebangkitan Nasional,1,Hari Lahir Pancasila,2,Hari Lahir Pancasila ke 73,1,Hari Pahlawan,1,harkitnas,1,Harry Moekti,1,Headline,10,Hercules,1,Hibahkan Tanah,1,Hiburan,10,himbauan,1,HIV,2,HJK,2,HMI,1,Hoax,5,Hoby,1,Honorer,1,HPN,1,HSN,1,Hukum & Kriminal,411,Humas,3,HUT,60,HUT 1 IMC,2,HUT AAU,1,HUT Ardhya Garini ke-62,1,HUT Armada RI,1,HUT Armada RI 2018,1,HUT Bhayangkara ke 72,4,HUT Bhayangkara ke-72,1,HUT Brebes,1,HUT Kabupaten Brebes,1,HUT Ke-73 RI,2,HUT Korem ke -57,1,HUT Korpri,1,HUT Korpri ke 47,1,HUT Kowad,1,HUT PPWI,1,HUT RI,3,HUT RI Ke-73,9,Hut RRI Ke-73,1,HUT SOGO ke-28,1,Hut TNI,2,HUT TNI ke 73,6,Idul Adha 1439H,7,Idul Fitri,1,Ikatan Sarjana dan Profesi Perpolisian Indonesia (ISPPI),1,Iklan,5,ILC,1,ILO,1,IMC,2,IMC Peduli,1,IMC TV,1,IMF,1,IMO,1,Indah,1,Independence Day,1,Indobatt,1,Infrastruktur,5,Insektisida,1,Inspirasi,2,Institusi TNI,1,International,100,IPB,1,IPJI,1,Irwandi Yusuf,1,ISIS,1,Islam,5,Islam Nusantara,1,Israel,2,istighotsah,1,istighotsah dan doa bersama,1,istri prajurit pengrias pengantin,1,ITE,3,Jabar,2,Jabodetabek,231,Jadwal Sholat DKI,2,Jakarta,9,Jakmania,1,Jalan,1,Jalan Provinsi,1,Jalan Tol,1,Jalin Komsos,1,Jam Komandan,3,Jambanisasi,3,Jambret,2,jamdan,1,Jateng,395,Jatibarang,1,Jatim,8,Jawa Barat,2,Jawa Timur,11,Jazz,1,Jeddah,15,Jelang Pilkades Babinsa dan Bhabinkamtibmas Patroli,1,Jembatan Antar Desa,1,Jembatan Darurat,1,Jembatan Putus,1,Jenderal Soedirman,1,Jepang,1,Jokowi,24,Julius Naisama,1,Jumat Bersih,2,Jurnalis,2,Kabel Listrik,1,Kalibata City,1,Kalijodo,1,Kampung KB,1,Kampus,75,Kamtibmas,6,Kanker Paru,1,Kanker Serviks,1,Kantor Pos,1,Kapal Tenggelam,1,Kapolsek Sambangi Desa Binaannya,1,Kapten Inf Sudarso Jabat Danramil 13/Majenang,1,Karate,1,Karbak,1,karbak memperingati HUT TNI Ke-73 tahun 2018,1,Karnaval,3,Karnaval Peringatan HUT Proklamasi,1,Kartika,1,Karya Bakti,32,Karya Bhakti,8,Karya Bhakti bersih sampah,1,karya bhakti perbaikan jembatan,1,Kasad,1,Kasad Pimpin Upacara HUT TNI ke 73 di Papua,1,Kategori Berita Informasi,64,Kawal Logistik Pilkada,1,Kawal Pilkada Jateng,2,Kawanua,2,KB,1,KB Kes,1,Kb kes Mkjp,1,KB Kesehatan,3,Ke-104 Tahun 2019,1,Keamanan,2,Kebakaran,13,kebakaran di perkebunan jati hutan,1,Kebumen,1,Kecelakaan,2,Kecelakaan Lalu-lintas,1,Kecelakaan laut,3,Kecelakaan Maut,1,Kecelakaan Pesawat,2,Kecelakaan Saungai,1,kegiatan percepatan tanam Padi Situbagendit,1,Kegiatan Persit,2,Kejagung,5,Kejaksaan,164,Kejar Target,1,Kekerasan Anak,1,Kelestarian Lingkungan,1,keluarga besar Kodim 0713 Brebes,1,Kemampuan Teritorial,1,Kemanusiaan,5,Kemarai,1,Kemarau,2,Kemenag RI,1,Kemendes PDTT,1,Kemenhub,2,Kemenperin,5,Kementan,1,Kemerdekaan,41,Kemhan,2,Kenakalan Remaja,1,Kepedulian Pemimpin,1,Kepresidenan,1,Kereta Api,1,Kereta Kencana,1,kerja bakti,12,Kerja Bhakti,1,Kerusuhan,1,Kesehatan,62,Ketahanan Pangan,9,Ketegori Berita Informasi,3,Ketenagakerjaan,1,Ketua “Relawan DjoSS4Sumut”,1,Ketua Dewan Pembina Relawan DjoSS4Sumut,1,Ketum PPWI,1,Kewaspadaan,1,Kirab Budaya,1,Kirab Tunas Kelapa Ke-34 2018,1,KKN,1,KKSB,13,KNKT,2,KNPI,1,Kodam,8,Kodam Cendrawasih,1,Kodam Cilacap,4,Kodam IV,78,Kodam IV Diponegoro,1,Kodam IV/Dip,3,Kodam Jaya,1,kodiim brebes,3,Kodim,85,Kodim Cilacap,1,Kodim 0713 Brebes,7,Kodim Banyumas,1,Kodim Batang,540,Kodim Bondowoso,1,Kodim Brebes,403,Kodim Brebes Doa bersama,1,Kodim Brebes Gelar Pemeriksaan Kendaraan Dinas,1,kodim brebes latihan menembak,1,kodim brebes ziarah hut korem ke 57,1,Kodim Cilacap,562,Kodim Cilacap Peringati Maulud Nabi Muhammad SAW,1,Kodim Pemalang,1,Kodim Salatiga,2,Kodim Salurkan Zakat Fitrah,1,Kodim Semarang,2,Kodim Sleman,1,Kodim Sukoharjo,1,Kodim Tegal,2,Kodim Wonogiri,13,Kodim Yogyakarta,1,Kolom,19,Kominfo,1,Kompolnas,1,Komsos,34,komsos dengan berkotbah,1,Komsos Kreatif Korem Tahun 2018,1,Komsos TNI,28,komunikasi sosial,1,Komunisme,1,Komunitas Pecinta Reptil,1,Komunitas Trabas,1,Kondisi Sosial,1,KONI,1,Kopassus,3,Kopassus Pukau Peserta 3Fun HJK,1,Koperasi,1,Koperasi Kartika,1,Koramil,33,koramil patroli gabungan sambut natal dan tahun baru,1,Koramil Peduli Lingkungan,1,Koramil Rehab Rumah Tidak Layak Huni,1,Koramil Siapkan Rest Area,1,Korban,1,Korban Tenggelam,2,Korem,31,Korem 071,6,Korem 071/WK,36,Korem 072/Pamungkas,1,Korem 072/Pmk,2,Korlantas,1,korp raport,1,korp raport perwira,2,Korupsi,17,Koruptor,1,Kota Langsa,2,Kota Tua,2,Kotacane,1,KPAI,33,KPK,3,KPU,2,KPU RI,1,Kriminalisasi Wartawan,24,Kriminalitas,2,KRL,1,KSAD,1,KSPI,3,KUA Kersana,1,Kuliner,3,Kuningan,1,Kuningan Barat,1,Kunjungan Anak TK,1,Kunjungan Anak TK Brebes,1,kunjungan kerja,1,kunjungan PAUD di koramil tonjong,1,kunjungan tim SPI dan tim lomba binter,1,kunjungan tim verifikasi,1,kunjungan tim wasev kodam iv di kodim brebes,1,kunjungan wasev kodam iv diponegoro,1,kunker gubernur,1,Kunker Mentan pelepasan bawang ekspor,1,Kupang,2,Kurang Pengawasan Orang Tua,1,Kurban,4,Kurma,1,Laka,1,Laka Lantas,14,Laka Laut,1,Lalu Lintas,15,Lampung,1,Lanal Cilacap,2,Langsa,8,Lanud J.B Soedirman,2,Lanud Jenderal Soedirman,1,Lanud Leo Wattimena,1,laporan korp kenaikan pangkat,1,Larantuka,2,Lari 10 K,1,Latih Kedisiplinan Linmas,1,latihan,1,Latihan 250 Parako di Tugu Kopassus Brebes,1,latihan dasar kepemimpinam,1,latihan gabungan senam gemu famire,1,Latihan Menembak,4,Latihan Menembak Senjata Ringan,1,Latihan PBB,4,Latihan Penanggulangan Bencana Alam,1,Latihan Posko I,1,launching bulan dana PMI,1,launching kampung asian games 2018 di desa kalimati brebes,1,Laut,1,Law & Crime,1,Layanan Polri,2,Layanan Samsat,1,LBH,2,Leasing,1,Lebanon,9,Lebaran,27,Lebaran 2018,1,Ledakan,4,Lembata,17,LGBT,7,Lhokseumawe,10,Lhoksukon,1,Limbah,1,Lingkungan,20,Lion Air JT-610,2,Lion Air JT610,2,Lippomall Kemang,1,Listrik,1,Loker,1,Lomba Karya Jurnalistik,1,Lomba Marching Band Komsos Kreatif Tahun 2018 Piala Danrem 071,1,Lomba Menembak,2,lomba safety riding,1,Lomba Senam Gemu Famire,1,Lombok,8,London Love Story 3,2,Longsor,22,Longsor Brebes,2,Longsor Nasional,3,Longsor Nasional Pasir Panjang,1,Longsor Salem,1,Longsor Sukabumi,1,Losari,1,LRT,1,LSM,2,LTT,1,luas tambah tanam,1,Luka Rindu,1,Lumpur,1,M. Anton Sipahutar SE,1,M.Sc MA,1,Ma'ruf Amin,1,Mabesad,1,Mabuk Pembalut wanita,1,Madinah,2,Madiun,6,Madura,2,Magang,1,Magang Jepang,2,Magelang,1,Magetan,3,Magrib Mengaji,1,Mahfud MD,2,Makam Longsor,1,makan bersama,1,Makar,2,Makassar,1,Mako Brimob,1,Maksimalkan Lahan Sempit,1,Malam Pisah Sambut Dandim,1,Malaysia,2,Maluku,1,Maluku Utara,1,Manasik Haji,1,Manfaat Buah Naga,1,Marathon,1,Marinir,1,Maroko,1,Masjid,1,Masyarakat,2,Maulid Nabi,2,Maulid Nabi 1440 H,1,Maulid Nabi Muhammad SAW,1,Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin,1,Mayjen TNI Wuryanto Bangsa Menjadi Warga Kodam IV,1,Medan,3,Media,1,Media Baru,1,Media Sosial,1,Medsos,2,Mekkah,2,Melanggar Aturan Pemasangan,1,Melatih Linmas,1,melatih pbb,1,memerangi stunting,1,Mengancam Pemukiman Masyarakat,1,menggelar Binroh (Bimbingan Rohani),1,Menggugat Dewan Pers,6,Menggugat DP,1,Mengungsi,1,Menkominfo,1,Menyaksikan Pemberian Remisi Umum,1,Merawat Jenazah,1,Mesum,1,Militer,1,Minggu Militer,1,Mitigasi,3,Mitigasi Bencana,10,MKGR,1,MOI,1,Money Laundry,1,Motivasi,1,Mudik,12,Mudik 2018,1,Mudik Lebaran,1,Muh. Suherman,1,Munas IPJI,1,Musafir,1,Musibah,3,Music,2,Musyawarah Desa,1,Musyawarah KNPI,1,Mutasi,1,Nagan Raya,3,Napak Tilas,1,Napiter,2,Narkoba,39,Nasional,281,Nasionalisme,1,Natal,19,Natal Bersama Umat Kristiani,1,nenek dapat sembako di HJK,1,Netralitas,1,Netralitas TNI,2,New Year,16,News,489,Ngawi,2,Ngelem,2,Nias,2,Nizal Dahlan,1,NKRI,4,Nobar Film 22 Menit,1,Nobar Film G 30 D/PKI,1,Normalisasi Kali Sigeleng Brebes,1,Normalisasi Saluran Irigasi,2,normalisasi saluran irigasi sungai,1,normqlisasi saluran irigasi desa,1,NTB,7,NTMC Polri,1,NTT,61,NU,1,Nyamuk,1,Objek Wisata Kaligua,1,ODGJ,1,Ojek,1,Ojek Online,2,OJOL,2,OKI,1,Olahraga,13,olahraga bersama,1,Olimpiade,1,OMSP,1,operasi katarak,1,Operasi Patuh,1,Operasi Zebra Candi,1,Opini,36,OPM,2,Orang Gila,1,Orang Meninggal Dunia,1,Orang Tak Dikenal,1,Orang Tenggelam,1,Organisasi,7,Organisasi Persit,2,Organisasi Wanita,1,Orgnisasi,1,Ormas,4,Ormas Pemuda Pancasila,1,Oso,1,OTT,5,outclass dalam Kemah Bakti Osis,1,Pabrik Gula,2,Pabrik Kayu Terbakar,1,Padang,3,Padat Karya,2,Pahlawan,1,Pajak Motor,1,Palembang,1,Palestina,4,Palu,4,Pam Arus Balik Lebaran,1,Pam Idiul Fitri 1439 H,1,Pam Lebaran,2,Pam Libiran Idul Fitri,1,Pam Pilkada,2,Pam Sholat Idul Fitri,1,Pam Stasiun KA,1,Pam.Pilkada,1,Pameran Alutsista,2,Pancasila,6,Panen Padi Program Ketahanan Pangan Kodim 0713/Brebes,1,Pangan,4,Pangdam Halal Bihalal,1,Pangdam IV Halal Bihalal,1,Pangdam IV Lepas Kontingen Porad,1,Pangdam IV Silahturahmi dengan Forkompimda,1,Pangdam IV/Diponegoro Berikan Kuliah Umum Mahasiswa Baru Unsoed,1,Panglima TNI,2,Panglima TNI dan Kapolri pantau arus mudik,1,Panitia Penjemputan Imam Besar (PPIB),1,Pantura,2,paparan persiapan Latihan Taktis (Lattis) Intel,1,Papua,34,Papua New Guinea,1,Pariwisata,2,Pasar Blok B Tanah Abang,1,Pasca Bencal,1,Pasca Bencana Alam,1,Pasca Kuliah,1,pasien katarak HJK,1,Paskibraka,3,Paslon Pilpres,1,Pasuruan,1,Patani Padi,1,Patroli,7,patroli amankan natal,2,Patroli Bersama Polri,2,patroli gabungan,1,patroli malam natal,1,Pawai Obor,1,PBB,10,PBNU,1,PDIP,1,Pecel Lele,1,Peduli,1,Peduli Sosial,1,Pegebroran,1,Pekalongan,1,Pekanbaru,9,Pekarangan,1,Pela Mampang,2,Pelajar,1,pelajar mendapat santunan,1,Pelajar SD,1,Pelajar SMA,1,Pelanggar Lalulintas,1,Pelantikan dan Pembekalan PPDK Kecamatan Bulakamba,1,Pelantikan Pengurus Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Brebes,1,Pelantikan Perwira TNI Polri,3,Pelatihan,1,Pelatihan Disiplin,1,pelatihan materi repling,1,pelatihan pengurus osis,1,Pelatihan Pertanian,1,Pelayanan KB Kes,2,Pelayanan KB-KES,1,Pelecehan Seks,1,Pelepasan Dandim Brebes,1,peletakan batu pertama,2,peletakkan Batu Pertama Barak Siaga Kodim Brebes,1,pemakaman militer,1,Pemakaman Serda (Purn) Darmo,1,Pemali,1,Pemaron,1,pemasangan bendera disepeda motor dinas,1,Pemasangan Bendera merah putih,1,Pembagian Sembako,1,Pembangunan Desa,2,Pembangunan Jembatan,1,Pembangunan Jembatan Gantung,1,Pembantaian,1,pembekalan binsik dan PBB,1,pembekalan hukum,1,Pembekalan Wasbang,1,Pembentukan Karakter,2,pemberian taliasih kepada veteran,1,Pembinaan Mental dan Ideologi Kejuangan,1,Pembinaan Peningkatan Kemampuan Apkowil,2,pembuatan pos kampling,1,Pembukaan,1,pembukaan kejuaraan Dandim 0713 Cup 2018,1,Pembukaan TMMD,4,Pembunuhan,4,Pembunuhan Anak,1,Pemda,24,Pemekaran Wilayah,1,Pemeriksaan Bakal Calon Kades,1,pemeriksaan kendaraan dinas,1,Pemerintah,52,Pemerintah Desa,2,pemerintahan,2,Pemerintahan Desa,2,Pemerkosaan,1,pemilihan perangkat desa,2,Pemilu,5,Pemilu 2019,8,Pemindahan Napi,1,Pemkot,1,Pemuda Muslimin Indonesia,1,Pemuda Pancasila,2,Pemulasaran Jenazah,1,Penambangan Liar,1,Penanaman 8000 pohon di Jatibarang,1,penandatanganan zona integritas,1,Pencabulan,1,pencanangan TNI Manunggal KB Kes,1,pencari rumput tewas,1,Pencegahan,1,Pencemaran Lingkungan,1,Pencinta Alam,1,Pencipta Lagu Mars Babinsa,1,Pencurian,3,Pencurian Polda Metro Jaya,1,Pendam IV,13,Pendamping Kewirausahaan,10,Pendampingan Babinsa,2,pendampingan tanam padi,1,Pendidikan,204,pendidikan dan latihan satpam,1,Pendidikan Raider,1,Penduduk,1,Penemuan Mayat,3,Penemuan Mayat Tanpa Identitas,1,Penemuan Situs Purbakala,1,Penerangan Indobatt. TNI. Internasional,1,Penerangan Jalan,1,Penertiban APK,2,penertiban bangunan liar,2,Pengamanan,5,Pengamanan Kepulangan Jamaah Haji,1,Pengamanan Natal,4,Pengamanan Obyek Wisata,1,Pengamanan Pileg,1,Pengamanan Pilkades,1,Pengamanan Pilkades Serentak,1,Pengamanan Stasiun,1,Pengamanan Stasiun KA,1,Pengamanan Stasiun Kereta Api,1,pengamanan turnamen sebakbola,1,Pengawasan,1,Pengecekan pendiatribusian logistik pemilukada,1,pengecekan rel kereta api,1,Pengecoran Jalan,1,Pengenalan Tugas TNI,1,Penggilingan Padi,1,Penghargaan,1,Penghargaan Panglima TNI,1,Penghijauan,5,Penghijauan Dalam Rangka HJK,4,Pengosongan Rumah Dinas,1,Pengukuhan Paskibra Tanjung,2,Pengumuman,1,Penhijauan,1,Peningkatan Kapasitas Linmas,1,Peningkatan Pelayanan Publik,1,Penrem 071/WK,1,Pentingnya Wasbang Bagi Generasi Muda,1,Penutupan Diksarcabpaif 2018,1,Penutupan Disusbasus TNI,1,Penutupan Latihan Komando,1,Penutupan Raider,1,Penutupan TMMD Sengkuyu II TA. 2018,4,penutupan turnamen sepakbola Dandim Brebes Cup 2018,1,penyampaian kasdim brebes sebelum kejuaraan karate,1,Penyemprotan Hama Blas,1,penyempurnaan garjas,1,penyerahan piagam penghargaan secara simbolis,1,Penyerapan Anspirasi,1,penyuhan,1,penyuluhan dan sosialisasi KB Kes,1,Penyuluhan hukum,1,Penyusunan RKPDesa,1,Peragaan Seragam Korpri Baru,1,Perahu Tenggelam,1,Peraturan Baris Berbaris,1,perbaken Brebes,1,Perbakin Cabang Brebes,1,Perdangan Orang,1,Perdata,5,peresmian gedung rawat inap,1,Peresmian Jalur Tol Colomadu,1,peresmian kampung lalu lintas,1,Peresmian Masjid,1,peresmian rehab koramil,1,Perhutani,1,Peringatan Haornas Ke 35 Di Alun-Alun Brebes,1,Peringatan Hari Ibu,1,Peringatan Hari Kesaktian Pancasila,1,peringatan HUT TNI Ke-73,1,Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW 1440 H,1,Peringatan sumpah pemuda,1,Peringati HUT Propinsi Jateng Ke-68,1,Peristiwa,184,perlombaan memeriahkan HUT RI,1,Pers,76,Persatuan Pewarta Warga Indonesia,1,Persekusi,2,persiapan pembersihan sungai sigeleng brebes,1,Persiapan Pilkada,1,Persija,1,Persit,12,Persit Brebes Pelatihan Table Manner,1,Persit Brebes Peraih 2 Medali Emas Sea Games,1,Persit dan Bhayangkari Polres Brebes Bagikan takjil gratis,1,Persit KCK,1,Persit KCK Kodim Cilacap,1,Persit Kodim 0713 Brebes,1,Pertanian,103,pertemuan persit,1,Perumahan,1,Pesantren,1,Pesantren Kilat,1,Pestisida,1,PG. Banjaratma,2,Phitaya,1,Pidato Kenegaraan Presiden RI Pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Brebes,1,Pidie,3,Pidie Jaya,1,Pilgub,1,Pilgubjabar,2,Pilkada,33,Pilpres,7,Pilpres 2019,50,Pine Tree,1,PKI,7,PKK,1,PKS,1,PKT,3,Playground,1,Plh. Gubernur,1,Plt. Gubernur,1,PLTB,1,PMI,3,PMJ,4,PMPP TNI,1,Pokja,7,Polantas,1,Polda,1,Polda Jateng,1,Polda Metro Jaya,10,Polhukam,1,Police Line,1,Polisi Gadungan,2,Polisi Represif,1,Politik,243,Polres,15,Polri,140,Polri dan Relawan Padamkan Kebakaran Hutan,1,Pon,1,Ponorogo,1,Ponpes,2,Popda,2,Porad,2,Posdaya,1,Posyandu,1,PPAPP,14,PPP,1,PPWI,31,PPWI Banten,1,PPWI-Gambatte,1,pra TMMD,1,Pra TMMD Sengkuyung,1,Prabowo,6,Prabowo-Sandi,11,prajurit kodim brebes melatih karate,1,Prajurit Kodim Cilacap Cek Urine,1,Prajurit TNI Aktivis Kemanusiaan Bencana Brebes,1,Prajurit TNI dan PNS dibekali IT,1,Pramuka,18,Pramuka Saka Wira Kartika,4,Pray for Lombok,1,Premanisme,1,Presiden,1,Presiden Joko Widodo,3,program rehab RTLH,1,Program RTLH,1,PROJO,1,Prona,2,Prostitusi,1,Prostitusi Online,2,Provokasi,1,Psikopat,1,PSN,2,PSSI,1,Puasa,3,Puisi,4,PUPR,1,Pupuk Bersubsidi,1,Pupuk Wijayakusuma,3,Purbalingga,4,Purnawiran TNI-Polri,1,Pusat Grosir Blok B Tanah Abang,1,Puspen TNI,63,Puting Beliung,1,Putri PPWI,1,PWI,2,Qurban,10,Radikalisme,2,Radio Bercahaya FM,1,Ragam,51,Raider,1,Rakerda FKPPI,1,rakor,2,Rakor Kesiapan,1,Rakor penertiban bangunan liar,1,Rakor Sinkronisasi Data Pajale,1,Rakor TMMD Reguler,1,rakor upsus,1,Ramadhan,10,ramah tamah dan silaturahmi dengan forkopimda,1,Rampas Motor,1,Rapat,1,Rapat Anggota Tahunan,1,Rapat Konsultasi,1,rapat pleno,1,Rapim TNI,1,Rastra,1,RAT,1,Razan Najjar,1,Razia Polisi,1,RDP,1,RDP DPD RI,1,Reboisasi,3,Recovery,2,Recovery Psikologis,1,Reformasi,1,Rehab Pangkalan,1,rehab RTLH,3,Reklamasi,17,Reklamasi Pantai,3,Reklamasi Pantai Balauring,1,Reklamasin,1,Rekor Dunia Menari Maumere,1,Relawan DjoSS4Sumut,3,Religi,67,Reliji,1,Rembug Tani,1,Renungan Suci di TMP Bumiayu,1,Resepsi HUT Kemerdekaan RI Kecamatan Tanjung,1,Rest Area,2,Rest Area Koramil 13/Majenang,1,Reuni 212,4,Riau,2,Rice Mill,1,Rindam IV,1,Rinjani,2,Risma,1,RKPDesa,1,Rocky Gerung,1,Rohingya,1,RPI,11,RPTRA,1,RTLH,5,Ruas Tol Pejagan-Pemalang,1,Rumah Pejuang,1,Rumah Pejuang Indonesia,1,Rupiah Melemah,1,Sabung Ayam,1,safari ramadhan,3,Sahur bersama,1,Salem,4,Salem Brebes,3,Saluran Air,1,Saluran Irigasi,2,sambar petir,1,Sambaran Petir,1,Sambut HUT RI. Ke-73,11,Sambut Tahun Baru 2019,1,Samsat,2,Samsat Keliling,1,Sand Sheet,1,Sandi Uno,1,Sandiaga Uno,2,sang juara karate dandim brebes cup 2018,1,Sangiran,1,Santri,2,santunan korban sambar petir,1,Sarana Umum Masyarakat,1,Sarang,1,Sarasehan Penerimaan Pramuka Estafet Tunas Kelapa Ke-34 Brebes,1,Screenplay Films,3,Screenplay Production,2,Secara Swadaya Koramil Renovasi Kantor,1,Sehat,5,Sekolah,46,sekurity PT. BIG bina fisik,1,Selebriti,1,Selokan,1,Semarang,25,Sembako,1,Seminar,1,Senam Gemu Famire,2,Seni Buadaya,1,Seni Budaya,11,senjata,1,senkom mengucapkan selamat HUT TNI,1,Sepak Bola,1,Sepakbola,7,Separatisme,1,Serah Terima Jabatan Kepala Sekolah N 8 Cilacap,1,Serah Terima Kasdam IV,1,Serang,1,Serba - serbi,147,Serba serbi Bulan Ramadhan,1,Serba serbi Idul Fitri 1439 H,1,Serba Serbi Ramadhan,1,Serba-serbi,44,Sergap,2,Sertifikasi Wartawan,1,Sertifikat Tanah,2,Sertijab,2,Sertijab dan Alih Tugas Perwira Kodim 0713,1,sertijab dandim brebes,1,Sertijab Ketua Persit Cabang,1,Sertijab Pangdam IV,1,Setijab Danramil,1,Shalat Idul Adha 1439 H,1,Sholat Idul Fitri,1,Sholat Ied Idul Fitri 1439 H,1,Siaga,1,sidang ukp,1,Sidoarjo,2,Sigli,1,SIM,2,SIM Keliling,1,Simalakama,1,Simeulue,1,Simulasi Bencana Alam,1,Simulasi Kebakaran dan Pencurian Minyak,1,Sinergi Amankan Wisata,1,Sinergis TNI-Polri,13,Sinergitas,1,Sinergitas Pemda Wonogiri,1,Sinergitas TNI dengan Media,3,Sinergitas TNI Polri,3,Sinergitas TNI-Polri,8,Siraman Rohani,1,Situs Bumiayu,1,Situs Fosil Purba,1,Slank,1,SmartCity,1,Sogo Dept. Store,1,Solo,1,Solok,2,Somasi,1,Sosial,215,Sosial Budaya,2,Sosialisasi,5,Sosialisasi Bahaya Narkoba,2,Sosialisasi Balatkom,1,Sosialisasi Kebencanaan,1,sosialisasi pemilu,1,sosialisasi program asabri,1,Sosialisasi UMKN,1,Sosmed,1,Sosok,2,Spiritual Keagamaan,2,Sport,48,SPRI,1,STAI Brebes,1,Standard Chartered,1,Stegodon,1,Street Crime,2,Subulussalam,1,Sudan,1,Suka Makmue,1,Sukabumi,3,Sumatera,6,Sumatera Utara,2,Sumbar,1,Sumpah Pemuda,8,Sumut,1,Sungai Cisanggarung,1,Sungai Pemali,1,suntik hepatitis B,1,suntik vaksin hepatitis B,1,Surabaya,11,Surat Terbuka,1,surprise,2,Surprise TNI Hut Bahayangkara Ke-72,1,Survei Lokasi TMMD,1,Surveyor Akreditasi FKTP Tim Kemenkes RI,1,Survival,2,Swasembada,3,Swasembada Pangan,52,Syariat,1,Syukuran HUT Penerangan TNI AD Ke 68,1,syukuran peringati HUT TNI,1,Syukuran Renovasi Gedung Sekolah,1,Tabloid Indonesia Barokah,1,Tahun Baru,14,Takbir Keliling,1,Takengon,1,Tambang Minyak,1,Tanah Longsor,2,Tanaman Polybag,1,Tanda Datangnya Air Bah,1,tanggap darurat,1,tanggapan warga giat karbak,1,Tanggul Sungai,1,Tanggul Terkikis,1,Tangsel,1,Tarhim,2,Tarkhim Bulan Ramadhan,1,Tarling,1,Taruna,1,Tasyukuran Kades,1,Tawuran,2,Tawuran Pelajar,1,Tebing Bukit,1,Tegal,6,Tegal Parang,1,Teknologi,6,Telur Asin,1,Tennis,2,ter,1,Ternak,1,Teror,6,Teroris,14,Teroris Kaliurang,2,Terorisme,10,Tersambar Kereta Api Barang,1,tersengat listrik,1,Terseret Arus Sungai,1,Tes Jasmani,2,tes urin,1,tes urin antisipasi narkoba,1,tes urine,1,tes urine selepas pelaksanaan Upacara Bendera,1,tes usul kenaikan kenaikan pangkat,1,Tewas,2,The Jak,1,The Perfect Husband,2,THR dan Bingkisan,1,Tilang,1,Tim Gabungan TNI,1,Tim Wasev,1,Tingkatkan Sinergitas,1,Tinju,1,TMMD,188,TMMD Reguler 104,1,TMMD Sengkuyung,3,TMMD Sengkuyung 2019,1,TMMD Sengkuyung II Kodim 0713/Brebes,1,TNI,1519,TNI AD,2,TNI AL,1,TNI AU,3,TNI Awasi Keberadaan Orang Asing di Wilayahnya,1,TNI Berduka,1,TNI Kodim 0713 Brebes,1,TNI Manunggal Kesehatan,2,TNI Peduli Lingkungan,1,tni siap amankan natal di brebes,1,TNI-AU,2,TNI-Polri Nobar,1,TNI.,13,Toko Sepatu Anak,1,Tokoh,13,Tol,1,Tol Pejagan-Pemalang,1,Tonjong,1,Trafficking,1,Trail,1,Transparansi,1,Transportasi,1,Trauma Anak,2,Trauma Healing,2,Tritura Buruh,1,Truk rem blong,1,Tsunami,10,Tsunami Anyer,10,Tsunami Lampung,12,Tsunami Palu,3,Tsunami Selat Sunda,15,tukang cukur dapat bantuan kaki palsu dari kodam iv,1,Turnamen,1,turnamen sepakbola Dandim 0713 Cup 2018,1,UAS,1,Ucapkan Selamat,1,Uighur,1,UKP,2,UKW,1,Ulama,6,Ular Berbisa,2,Ultah,1,UMKM,3,UN,1,Unjukrasa,2,Untirta,1,Upacara,3,Upacara Hari Kebangkitan Nasional,2,upacara 17 agustus,1,upacara 17-an,1,upacara awal bulan Juni 2018,1,Upacara Bendera,7,upacara bendera 17-an,1,upacara bendera Senin pertama bulan Agustus 2018,1,Upacara Hari Guru Nasional,1,Upacara Hari Kebangkitan Nasional,1,upacara hari kesaktian pancasila 2018,1,Upacara Hari Lahir Pancasila ke 73,2,Upacara Hari Pahlawan,1,Upacara Hut TNI ke 73,2,upacara korp raport,1,Upacara Militer,1,upacara minggu 4 juli 2018,1,upacara minggu milter,1,Upacara Pelepasan Anggota MPP,1,upacara pembukaan TMMD,2,Upacara Penurunan Bendera HUT Ke-73,1,Upacara Penutupan TMMD Ke-103 TA. 2018,1,Upaya Publikasi Destinasi Wisata Bumiayu Brebes,1,Upsus,2,Usia Dini,1,UU Pers,2,UU TNI No. 32 Tahun 2004,1,UUITE,1,Valentine,1,Varietas Padi Ciherang 600,1,Vidcon,1,Video,4,Volley,2,Wagub DKI,2,Wakasad Tutup TMMD,1,Wanita,1,Wapres,1,Wapres 2019,1,Wartawan,6,Wasbang,2,Wasrik,1,Wawasan kebangsaan,1,Wawasan Kebangsaan Terhadap Generasi Muda,1,Wilio,1,Wilson Lalengke,3,Wisata,13,Wonogiri,4,Wonosobo,1,Wujudkan Pemilu Damai,1,Yance,2,Yatim,1,Yatim & Dhuafa,1,Yogyakarta,5,Zakat,1,Ziarah,2,Ziarah HUT TNI,2,Ziarah Peringati Harkitnas,1,Zionis,1,
ltr
item
Indonesia Media Center: Perjuangan Masyarakat Adat Dolu, Mengukuhkan Identitas Masyarakat ber-Adat
Perjuangan Masyarakat Adat Dolu, Mengukuhkan Identitas Masyarakat ber-Adat
http://2.bp.blogspot.com/-bAFbqOk7LpE/W3JQfG3pkMI/AAAAAAAATzg/36cHtDhk2kMFUhxW8VKtoZkmxXVQhxibgCK4BGAYYCw/s320/ef83b7ac-e10d-40ac-a4cf-893ab0a94cb0-763540.jpg
http://2.bp.blogspot.com/-bAFbqOk7LpE/W3JQfG3pkMI/AAAAAAAATzg/36cHtDhk2kMFUhxW8VKtoZkmxXVQhxibgCK4BGAYYCw/s72-c/ef83b7ac-e10d-40ac-a4cf-893ab0a94cb0-763540.jpg
Indonesia Media Center
https://www.indonesiamediacenter.com/2018/08/perjuangan-masyarakat-adat-dolu.html
https://www.indonesiamediacenter.com/
https://www.indonesiamediacenter.com/
https://www.indonesiamediacenter.com/2018/08/perjuangan-masyarakat-adat-dolu.html
true
844235206098878914
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy