Pulih Pasca-Bencana, Gubernur Aceh Bersama Pemkab Aceh Tamiang Pimpin Panen Raya Padi 68 Hektare dan Salurkan Bantuan Alsintan
Aceh Tamiang, IMC - Gubernur Aceh Muzakir Manaf memimpin Gerakan Panen Padi di lahan pertanian terdampak bencana hidrometeorologi seluas 68 hektare yang berlokasi di Desa Bukit Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Selasa (13/10). Kegiatan ini menjadi simbol kebangkitan sektor pertanian lokal pasca-bencana berkat kolaborasi lintas sektor antara Pemerintah Provinsi Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, serta dukungan penuh dari Pemerintah Pusat.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf, sejumlah pejabat Forkopimda, Panglima KPA Wilayah Aceh Tamiang Ishak Samaun, Direktur PT Pupuk Iskandar Muda, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tamiang M. Prawira Haji, S.Psi., serta Datok Penghulu Desa Bukit Panjang,
Dalam rangkaian acara tersebut, Gubernur Aceh secara simbolis menyerahkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) berupa Tractor Crawler kepada Kelompok Tani Buket Mata Ie. Selain itu, PT Pupuk Iskandar Muda turut menyalurkan bantuan pupuk jenis Nitrea sebanyak 2 ton untuk mendongkrak kembali produktivitas lahan sawah para petani.
Di sela-sela kegiatan, awak media indonesiamediacenter.com melakukan konfirmasi langsung kepada Satgas Swasembada Pangan Provinsi Aceh, Plt. Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan (Distanbunak) Kabupaten Aceh Tamiang, serta Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tamiang terkait penanganan pasca-bencana dan komitmen keberlanjutan sektor pertanian.
Dalam konfirmasi tersebut, Satgas Swasembada Pangan Provinsi Aceh, DR. drh. Agus Susanto, mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang mampu memulihkan lahan terdampak hingga memasuki masa panen.
"Alhamdulillahiraabbil’alamin, di Tamiang terkena dampak korban hidrometeorologi pada sawah, sedemikian bisa diselesaikan, bisa dilakukan penanaman, dan hari ini bisa panen dihadiri oleh Pak Gubernur. Ini luar biasa, kerja keras semua lini baik itu pemerintah maupun masyarakat petani. Harapannya semuanya dampak dari hidrometeorologi 2025 bisa terselesaikan dengan baik. Sekali lagi terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas bantuan yang diberikan kepada warga Aceh Tamiang," ujar Agus Susanto.
Sementara itu, Plt. Kepala Distanbunak Kabupaten Aceh Tamiang, Irwan Hadi, S.P., menjelaskan langkah teknis intervensi lahan yang dilakukan pemerintah daerah.
"Untuk sawah berstatus rusak sedang, kami lakukan intervensi rehab sedang. Sedangkan untuk sawah rusak ringan, kami gulirkan program optimalisasi lahan (Oplah). Melalui Oplah dan rehab ini, petani diharapkan dapat kembali menanam dan mempertahankan capaian produksi yang selama ini sudah tercapai," jelas Irwan Hadi.
Ia juga menyampaikan kendala lapangan serta harapan bantuan lanjutan dari Pemerintah Pusat.
"Kendala kita mungkin saat ini di jaringan primer dan tersier, yang itu bukan wewenang dari Dinas Pertanian. Kami meminta kepada pihak terkait untuk segera dapat melaksanakan perbaikan jaringan-jaringan tersier dan primernya. Kepada Bapak Presiden Prabowo, kami berharap agar petani dapat menerima bantuan-bantuan seperti benih, pupuk, dan alsintan lainnya, karena memang alsintan kita semenjak banjir hidrometeorologi ini banyak yang rusak," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang, M. Prawira Haji, S.Psi., menyampaikan apresiasi atas perhatian berkesinambungan bagi petani.
"Alhamdulillah hari ini kita sudah menyaksikan panen raya. Yang pertama, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak sebagai Satgas Pangan Aceh tentunya dan unsur Pemda yang terus mendorong program-program yang berkaitan dengan para petani. Dan harapan kami tentunya, kami ingin sekali pusat terus perhatian dengan kejadian pasca-bencana ini dan mudah-mudahan ke depan ini juga terus didorong agar kesejahteraannya terus meningkat. Tentu yang paling utama kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia yang terus perhatian dan terus mendorong agar petani kita bebas banjir dan sejahtera," pungkas M. Prawira Haji.
Melalui sinergi penanganan pasca-bencana, penyaluran bantuan mekanisasi, dan optimalisasi lahan ini, Pemerintah Aceh bersama Pemkab Aceh Tamiang optimistis ketahanan dan swasembada pangan di wilayah Aceh Tamiang dapat terus terjaga secara berkelanjutan.


