Mengetuk Pintu Langit, Kejari Merauke Gelar Papua Selatan Bertasbih
![]() |
| Papua Selatan Bertasbih, Kajari Merauke: Hukum Harus Ditegakkan dengan Hati Nurani |
Merauke, IMC – Dalam rangka memperingati Hari
Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026, Kejaksaan Negeri Merauke
menggelar kegiatan “Papua Selatan Bertasbih” di halaman Masjid Raya
Al-Aqsha, Merauke, Papua Selatan, Minggu (20/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti masyarakat Muslim Papua Selatan bersama organisasi Islam, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, jajaran Forkopimda, pimpinan instansi, BUMN/BUMD, dunia usaha, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Mengusung tema “Dengan
Zikir dan Shalawat, Kita Bangun Generasi Papua Selatan yang Berakhlakul
Karimah, Taat Hukum dan Cinta Damai”, kegiatan ini menjadi momentum
mempererat ukhuwah, membangun kebersamaan, sekaligus mengetuk pintu langit
melalui zikir, shalawat, dan doa.
Kepala Kejaksaan
Negeri Merauke, Dr. Paris Manalu, mengatakan peringatan Hari Lahir
Kejaksaan hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai momentum kelembagaan, tetapi
juga menjadi kesempatan untuk kembali mengingat hakikat pengabdian Kejaksaan
kepada masyarakat.
Menurutnya,
Kejaksaan harus hadir bukan hanya ketika masyarakat berhadapan dengan persoalan
hukum, tetapi juga mampu mendengar, merasakan, dan berjalan bersama masyarakat.
“Hukum tidak boleh sekadar menjadi pasal-pasal yang kaku atau instrumen yang menakutkan bagi masyarakat. Hukum harus memiliki jiwa, dan jiwa penegakan hukum itu terletak pada hati nurani dan rasa takut kita kepada Tuhan Yang Maha Esa.”
Pesan tersebut
menjadi salah satu ruh dalam pelaksanaan Papua Selatan Bertasbih. Penegakan
hukum, kata Paris, pada akhirnya bukan semata-mata tentang menghukum atau
memenangkan perkara, tetapi bagaimana keadilan dapat dirasakan dan memberikan
ketenangan bagi masyarakat.
“Keadilan tidak
semata-mata hadir di ruang-ruang persidangan. Keadilan juga harus hadir di
tengah masyarakat, hadir dalam sikap, hadir dalam keteladanan, hadir dalam
empati, dan hadir dalam keberanian untuk mendengarkan suara masyarakat.”
Melalui kegiatan
tersebut, Kejaksaan Negeri Merauke juga ingin menunjukkan bahwa aparat penegak
hukum merupakan bagian dari masyarakat. Karena itu, jarak antara institusi
penegak hukum dan masyarakat perlu terus dijembatani melalui komunikasi,
silaturahmi, kepedulian, serta kebersamaan.
Papua Selatan Bertasbih tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga ruang untuk berbaur, saling mengenal, saling menguatkan, dan membangun kepercayaan antara Kejaksaan dengan masyarakat.
Paris menegaskan,
keadilan yang hendak diwujudkan adalah keadilan substantif, yakni
keadilan yang tidak berhenti pada teks dan prosedur, tetapi dapat dirasakan
secara nyata oleh masyarakat.
“Penegakan hukum
tanpa nilai kerohanian hanya akan menghasilkan keadilan yang dingin. Lewat
Papua Selatan Bertasbih, kita mengetuk pintu langit melalui zikir dan doa,
memohon agar kami dari Kejaksaan senantiasa diberi petunjuk untuk bertindak
adil, jujur, dan berhati nurani.”
Menurutnya,
kepercayaan masyarakat tidak cukup dibangun melalui tindakan tegas dalam
penegakan hukum. Kepercayaan juga tumbuh melalui keteladanan, empati,
kepedulian, dan pendekatan yang humanis.
Di tanah Papua Selatan yang dikenal sebagai Bumi Anim Ha, semangat persaudaraan dan kekeluargaan menjadi nilai penting yang terus dijaga. Kebersamaan lintas elemen masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi cerminan bahwa perbedaan bukan penghalang untuk duduk bersama, berdoa bersama, dan menjaga kedamaian bersama.
Kegiatan Papua
Selatan Bertasbih turut menghadirkan penceramah kondang Ustaz Muhammad Subki
Al-Bughury. Suasana religius semakin terasa dengan lantunan shalawat Nabi
yang dibawakan grup Nahdan Nada.
Melalui kegiatan
tersebut, Kejaksaan Negeri Merauke berharap semangat spiritualitas,
persaudaraan, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat
Papua Selatan. Zikir dan doa pun menjadi pengingat bahwa penegakan hukum tidak
hanya membutuhkan ketegasan, tetapi juga hati nurani, integritas, dan
ketundukan kepada Tuhan Yang Maha Esa. (Muzer)


.jpeg)
.jpeg)
