News Update

Mahasiswa FPIK UB Kenalkan Surimi Ikan Nila kepada Ibu-Ibu PKK Desa Sukowilangun

 

Mahasiswa FPIK UB Kenalkan Surimi Ikan Nila kepada Ibu-Ibu PKK Desa Sukowilangun



Jakarta, IMC- Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat Bahari (PKMB) Kelompok 27 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya memperkenalkan inovasi pengolahan ikan nila menjadi surimi kepada ibu-ibu PKK Desa Sukowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.


Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Desa Sukowilangun belum lama ini merupakan bagian dari program SAHABAT (Satu Hasil Perikanan Berdaya dan Bermanfaat). Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah komoditas ikan nila menjadi produk yang lebih tahan simpan sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Mahasiswa memberikan penyuluhan mengenai kandungan gizi ikan nila, bahan tambahan pangan yang aman, serta praktik langsung pembuatan surimi. Prosesnya meliputi fillet ikan, pemisahan daging dari tulang dan kulit, pencucian menggunakan air es, penambahan cryoprotectant, dan pengemasan.

Mahasiswa PKMB Kelompok 27, Fahira Naura, mengatakan ikan nila dipilih karena merupakan komoditas lokal yang mudah diperoleh dan memiliki daging berwarna putih dengan kadar lemak relatif rendah.

“Ikan nila memiliki potensi untuk diolah menjadi surimi yang lebih tahan disimpan dan dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan,” ujar Fahira.

Surimi selanjutnya dapat dikembangkan menjadi berbagai produk seperti bakso ikan, sosis, dimsum, nugget, sempol, dan produk pangan lainnya. Pengembangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah ikan nila sekaligus membuka peluang usaha berbasis pangan lokal.

Ketua PKK Desa Sukowilangun, Sinta, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan memberikan pengetahuan baru kepada ibu-ibu PKK mengenai cara menyimpan dan mengolah ikan nila agar lebih tahan lama dan memiliki nilai jual.

“Saya senang dengan adanya acara pelatihan ini. Ibu-ibu PKK dapat mengetahui cara menyimpan ikan lebih tahan lama dan mengkreasikannya menjadi produk yang memiliki nilai jual,” ujar Sinta.

Melalui inovasi surimi, mahasiswa PKMB Kelompok 27 FPIK Universitas Brawijaya berharap potensi ikan nila di Desa Sukowilangun dapat dikembangkan menjadi produk pangan bernilai tambah, bergizi, dan berpotensi mendukung peluang usaha masyarakat secara berkelanjutan. (RSH/Rls)

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment