Tani Merdeka Aceh Tamiang Warning Keras PT Seumadam: "Jangan Main-Main di Atas Air Mata Rakyat Kami!"
Aceh Tamiang, IMC – Proses pemulihan pascabanjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang memang terus dikebut oleh pemerintah melalui rehabilitasi infrastruktur dan penyaluran bantuan sosial. Langkah cepat ini sejalan dengan komitmen pusat, di mana pemulihan pascabanjir kini menjadi prioritas utama negara demi mengembalikan roda ekonomi dan kehidupan masyarakat yang lumpuh akibat bencana hidrometeorologi tersebut.
Upaya pemulihan ini juga merupakan pengejawantahan langsung dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan kewajiban konstitusional untuk melindungi segenap warga negara Indonesia tanpa terkecuali. Seluruh elemen, baik pemerintah daerah maupun pusat, saat ini sedang bergerak padu untuk memastikan hak-hak keamanan dan ruang hidup warga yang terdampak di berbagai kecamatan segera terealisasi.
Namun, di tengah perjuangan warga untuk bangkit dari zona merah bencana, tensi ketegangan justru meningkat tajam. Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang, M. Prawira Haji, S.Psi., dengan nada lugas dan tegas melayangkan peringatan keras kepada manajemen PT SEUMADAM agar tidak menutup mata atau justru memperkeruh keadaan di tengah penderitaan yang dialami warga.
"Kami ingatkan dengan sangat tegas, jangan coba-coba PT SEUMADAM Anda sakiti rakyat Tamiang dan tidak mengindahkan negara! Negara sedang bekerja keras melindungi rakyatnya melalui Asta Cita Presiden, maka jangan sesekali ada korporasi yang berani bermain-main di atas penderitaan masyarakat kami! Wilayah ini sedang berdarah-darah berjuang keluar dari trauma banjir bandang," cetus M. Prawira Haji kepada awak media indonesiamediacenter.com. Sabtu (04/07).
Dengan bahasa yang sarat emosi dan dramatis, Prawira menggambarkan betapa perihnya kondisi para petani dan warga yang ruang hidupnya kini terancam di area yang disebut-sebut sebagai zona merah operasional perusahaan.
"Setiap tetes air hujan yang turun saat ini memicu ketakutan luar biasa bagi warga kami. Nyawa mereka dipertaruhkan! Di saat negara dan masyarakat bersimbah peluh memulihkan lingkungan yang hancur, kami tidak akan membiarkan ada korporasi yang egois, mengeruk keuntungan tanpa memedulikan keselamatan rakyat. Tanah ini adalah ruang hidup kami, bukan panggung sandiwara untuk mengabaikan kemanusiaan!" seru Prawira dengan nada bergetar menahan amarah.
Ia menegaskan bahwa Tani Merdeka Indonesia Aceh Tamiang akan berdiri di garda terdepan untuk mengawal hak-hak masyarakat dan memastikan tidak ada pihak manapun yang memanfaatkan masa transisi pemulihan ini untuk merugikan hajat hidup orang banyak, terutama para petani lokal yang kehilangan lahan dan mata pencaharian.
