Sentuhan Kultural Irjen Marzuki Ali: Ubah Wajah Polda Aceh Jadi "Rumah Aman" yang Humanis
Banda Aceh, IMC – Kepemimpinan Inspektur Jenderal Polisi Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. di Kepolisian Daerah (Polda) Aceh membawa transformasi signifikan. Melalui pendekatan yang humanis, visioner, dan berbasis kearifan lokal, jenderal bintang dua lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 ini dinilai sukses mengubah citra kantor polisi menjadi tempat yang inklusif dan ramah bagi masyarakat. Kamis (25/06)
Sebagai putra daerah kelahiran Tangsedalam, 20 Juni 1968, Irjen Pol. Marzuki memanfaatkan pemahaman sosiologisnya yang mendalam tentang Serambi Mekah untuk meruntuhkan sekat psikologis antara kepolisian dan warga. Hasilnya, kantor polisi di seluruh jajaran Polda Aceh kini tidak lagi dipandang sebagai tempat yang menakutkan, melainkan sebagai "rumah aman" untuk mencari keadilan.
Hubungan harmonis ini dibangun melalui komunikasi kultural yang intens. Irjen Pol. Marzuki menempatkan ulama, tokoh agama, dan tokoh adat sebagai mitra strategis di garda terdepan guna menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Selain itu, personel kepolisian aktif terlibat dalam kegiatan keagamaan di masjid dan pesantren, serta mendorong kebangkitan sektor UMKM di sekitar lingkungan kerja polsek dan polres.
"Polisi di era sekarang tidak boleh menempatkan diri di atas masyarakat, melainkan harus berdiri sejajar, bahu-membahu melayani kepentingan publik tanpa sekat formalitas yang kaku," ujar paradigma baru yang ditanamkan Irjen Pol. Marzuki kepada jajarannya.
Tidak hanya fokus pada reformasi kultural, Kapolda Aceh juga menginisiasi program Green Policing (Kepolisian Hijau). Program ini berfokus pada penanganan kerusakan hutan dan pembalakan liar melalui strategi kolaborasi Pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha, hingga media massa.
Di sektor nasional, Polda Aceh bergerak cepat mendukung agenda ketahanan pangan pemerintah pusat. Lewat instruksi terukur, personel dari tingkat Polres hingga Polsek diterjunkan langsung ke lapangan untuk bersinergi dengan kelompok tani, mengoptimalkan lahan produktif menjadi motor penggerak pangan daerah.
Kombinasi ketegasan profesional dan pendekatan humanis sebagai putra daerah ini terbukti efektif. Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah tidak hanya berhasil menghapus stigma lama institusi, tetapi juga membawa Polda Aceh menjadi lembaga yang adaptif, dicintai, dan menyatu dengan urat nadi masyarakat Aceh.
.jpeg)