News Update

Presiden Iran Tegaskan Warisan Pemimpin Syahid: Rakyat Tidak Akan Tunduk pada Tekanan Asing



TEHERAN, IMC Indonesia – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa rakyat Iran telah belajar dari para pemimpin revolusi yang gugur sebagai syahid untuk menjaga martabat bangsa dan tidak pernah menyerah terhadap tekanan maupun penghinaan dari pihak luar.

Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian melalui akun media sosial X pada Selasa, ketika menyinggung warisan perjuangan Pemimpin Revolusi Islam yang telah wafat, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei. Menurutnya, nilai-nilai yang diwariskan kepada rakyat Iran menekankan pentingnya mempertahankan kehormatan nasional dan menolak berbagai tuntutan yang dianggap merugikan kedaulatan negara.

Presiden Iran menegaskan bahwa pemerintah telah mempersiapkan berbagai langkah menghadapi kemungkinan situasi yang berkembang di tengah meningkatnya ketegangan akibat konflik terbaru yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Di sisi lain, Pezeshkian menyoroti rencana penandatanganan nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat mendatang. Ia menyebut dokumen tersebut sebagai langkah awal yang dapat membuka jalan menuju penghentian konflik dan dimulainya proses dialog yang lebih luas.

"Kesepahaman ini merupakan langkah penting menuju penghentian perang dan dimulainya negosiasi," ujar Pezeshkian.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kesepakatan final masih belum tercapai dan proses diplomasi masih harus melalui berbagai tahapan lanjutan.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa perundingan untuk mencapai kesepakatan yang lebih komprehensif akan dimulai setelah proses penandatanganan nota kesepahaman tersebut selesai dilakukan.

Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tetap membuka ruang diplomasi, namun pada saat yang sama siap menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat muncul selama proses negosiasi berlangsung.

Sejumlah pengamat menilai sikap hati-hati pemerintah Iran didasarkan pada pengalaman sebelumnya. Beberapa periode ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat tetap terjadi meskipun kedua negara sedang menjalankan jalur diplomatik untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang belum terselesaikan.

Pengalaman tersebut mendorong para pejabat Iran untuk terus mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kegagalan maupun pelanggaran komitmen dalam proses diplomasi internasional.

Terlepas dari dinamika hubungan luar negeri yang sedang berlangsung, Presiden Pezeshkian menegaskan bahwa prioritas utama pemerintahannya tetap berfokus pada pelayanan kepada masyarakat dan menjaga stabilitas nasional.

"Pemerintah akan terus bekerja melayani rakyat, baik negosiasi menghasilkan kesepakatan maupun tidak," tegasnya. (rsh/red.)


Foto: Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Sumber: Press TV

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment