News Update

Kisah Abdul Rozzaq: Dari Korban Banjir Bandang Menuju Panen Harapan di Aceh Tamiang

 


Aceh Tamiang, IMC - Di hamparan lahan seluas 1,8 hektare di Kampung Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, sebuah kisah keteguhan terpancar dari sosok Abdul Rozzaq Mubaroq (38). Petani cabai ini berhasil bangkit dari keterpurukan setelah banjir bandang melumpuhkan sumber penghidupannya pada November 2025 lalu. Sabtu (13/6)


Saat itu, banjir tidak hanya menyapu habis tanaman, tetapi juga menimbun lahan pertaniannya dengan lumpur dan sampah setebal 30 sentimeter. Di tengah keputusasaan demi menghidupi anak dan istri, Rozzaq memilih untuk tidak menyerah pada keadaan.


"Ketika pertama kali melihat kondisi lahan setelah banjir, saya benar-benar bingung harus memulai dari mana. Namun, tatapan penuh harapan dari anak dan istri menjadi kekuatan saya untuk bangkit dari titik nol," kenang Rozzaq dengan mata berkaca-kaca.


Melalui proses yang melelahkan, Rozzaq mulai memulihkan lahannya secara mandiri. Ia mempelajari teknik pengelolaan lahan pascabanjir melalui jurnal pertanian, internet, hingga video edukasi di YouTube. Setelah kondisi tanah memungkinkan, ia menyewa traktor untuk meratakan kembali lahan yang tertimbun lumpur, meyakini bahwa material sedimen banjir masih membawa unsur hara yang subur.


Titik balik perjuangan Rozzaq dan Kelompok Tani Tunas Muda terjadi saat mereka mendapatkan dukungan dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Pertamina EP Rantau Field.


Melalui sinergi ini, para petani menerima bantuan komprehensif berupa:

Restorasi dan pemulihan lahan pertanian.

Sarana produksi pertanian (saprotan).

Bantuan 10.000 bibit tanaman hortikultura (termasuk 6.000 bibit cabai dan 500 bibit tomat).


"Alhamdulillah, dari total 1,8 hektare lahan, sebanyak 21 rante sudah kembali ditanami. Terdiri dari 13 rante cabai rawit, lima rante cabai merah, dan tiga rante sawi. Untuk sawi bahkan sudah berhasil dipanen. Dukungan Pertamina EP Rantau Field sangat krusial dalam mengembalikan penghasilan keluarga kami," ungkap Rozzaq bersyukur.


Sementara itu, Manager Community Involvement Development Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan prioritas utama dalam pemulihan pascabencana karena menyangkut hajat hidup dan ekonomi langsung masyarakat.


"Pertamina hadir untuk mendukung proses pemulihan para petani di sekitar wilayah operasi. Kami berharap bantuan ini mampu mempercepat pemulihan ekonomi para penyintas banjir agar mereka dapat kembali mandiri dan sejahtera," ujar Iwan.


Ia menambahkan, Pertamina akan terus berkolaborasi dengan pemangku kepentingan untuk menjalankan program pemberdayaan masyarakat yang inovatif dan berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam mendukung program pemerintah memperkuat ketahanan pangan daerah.


Kini, hamparan hijau tanaman cabai yang mulai tumbuh subur di Kampung Tanjung Seumantoh bukan sekadar komoditas pertanian. Bagi Rozzaq dan petani lainnya, hijau lahan tersebut adalah simbol kemenangan atas bencana dan harapan baru yang kembali bersemi.

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment