Kepala BNPB Tinjau Langsung Progres Hunian Tetap (Huntap) Insitu di Aceh Utara dan Bireuen
Aceh Utara, IMC - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, melakukan kunjungan kerja langsung untuk memeriksa progres pembangunan Hunian Tetap (Huntap) insitu di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, pada Selasa (23/6). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan proses pemulihan pascabencana bagi warga terdampak berjalan secara optimal dan tepat sasaran.
Dalam peninjauan di Desa Ampeh, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, tercatat sebanyak 7 unit huntap insitu telah selesai dibangun. Rumah-rumah tersebut kini telah mulai ditempati oleh warga yang terdampak bencana. Huntap yang dibangun sudah dilengkapi dengan fasilitas ruang tamu, kamar tidur, serta dapur yang layak.
Sementara itu, peninjauan juga dilanjutkan ke Desa Blang Kubu, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen. Suharyanto menyampaikan bahwa progres pembangunan huntap di wilayah Bireuen menunjukkan perkembangan yang semakin maju.
"Targetnya pada akhir tahun 2027, semua huntap di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat betul-betul bisa selesai dibangun," ujar Suharyanto saat memberikan keterangan di lokasi.
Tidak hanya melakukan inspeksi fisik bangunan, Kepala BNPB juga menyempatkan diri untuk berdialog langsung dengan para warga penerima manfaat guna mendengarkan masukan terkait kualitas hunian. Langkah ini diambil agar penyempurnaan bangunan dapat segera dilakukan demi menjamin kenyamanan serta keamanan maksimal bagi warga.
Pada kesempatan yang sama, Letjen TNI Suharyanto memberikan tambahan bantuan kebutuhan dasar secara simbolis kepada anak-anak dan keluarga terdampak di lokasi pengungsian/pemukiman baru tersebut.
Pemerintah melalui BNPB saat ini tengah mengajukan penambahan nilai bantuan pembangunan huntap. Dukungan anggaran tambahan ini direncanakan untuk meningkatkan kualitas material bangunan, menyempurnakan fasilitas penunjang, serta menata ruang hunian agar lebih aman, layak, dan nyaman bagi seluruh masyarakat terdampak.
