Kepala BNPB Tinjau Huntap dan Serahkan Bantuan Stimulan Tahap III di Aceh Tamiang
Aceh Tamiang, IMC – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang pada Senin (22/6). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung progres pemulihan pascabencana banjir besar November 2025 sekaligus menyerahkan secara simbolis Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah Tahap III Termin 1 bagi warga terdampak.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala BNPB didampingi oleh sejumlah pejabat teras BNPB, antara lain Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Deputi 4), Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) Brigjen TNI Arif Hidayat, Plt. Inspektur 3, Koorspri, serta Staf Khusus Brigjen TNI (Purn) Asrianus Bulo, Brigjen TNI (Purn) Jahidin Chilo, dan Richard Erlangga.
Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, S.E.I., bersama jajaran Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Tamiang, termasuk Dandim, Kapolres, serta perwakilan dari Kejaksaan Negeri dan Pengadilan Negeri setempat.
Mengawali agenda kerja pada pukul 10.00 WIB, Kepala BNPB beserta rombongan langsung bergerak meninjau Hunian Tetap (Huntap) tipe 36 di Kampung Sriwijaya, Kecamatan Kota Kuala Simpang. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kelaikan bangunan berbasis in-situ (pembangunan di lahan milik warga) serta memastikan kenyamanan warga yang telah menempati hunian baru tersebut.
Selanjutnya, pada pukul 10.30 WIB, rombongan bertolak menuju Desa Air Tenang, Kecamatan Karang Baru, untuk memeriksa kondisi Hunian Sementara (Huntara Knockdown). Evaluasi ini dilakukan guna memastikan efektivitas hunian transisi dalam memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan.
Puncak rangkaian kunjungan kerja berlangsung pukul 11.00 WIB di GOR Kabupaten Aceh Tamiang. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., menyerahkan secara simbolis bantuan perbaikan rumah kategori Rusak Ringan dan Rusak Sedang kepada 500 warga perwakilan. Secara keseluruhan, bantuan Tahap III ini menyasar 4.400 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 216 desa pada 12 kecamatan.
Pemerintah pusat melalui BNPB mengucurkan alokasi anggaran sebesar Rp97 Miliar untuk Tahap III Termin 1 ini. Proses pemindahbukan (transfer) dana ke rekening masing-masing penerima manfaat akan dimulai secara berkala sejak akhir Juni ini dan ditargetkan rampung terserap dalam waktu satu bulan.
Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, S.E.I., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam atas perhatian tanpa henti dari pemerintah pusat. Tercatat total warga yang terdampak bencana ini mencapai 75.088 jiwa.
"Total akumulasi dukungan anggaran stimulus perbaikan rumah dari BNPB pusat untuk Aceh Tamiang diproyeksikan mencapai Rp292,6 Miliar yang dibagi dalam beberapa tahap pengusulan. Jika ditotal secara keseluruhan dengan sektor rekonstruksi infrastruktur lainnya, dana negara yang mengalir ke daerah kita hampir menyentuh angka Rp1 Triliun," ujar Ismail.
Ismail menegaskan berkomitmen penuh mengawal proses ini secara transparan dan akuntabel. Ia juga mengimbau kepada para penyedia bahan bangunan lokal untuk menjaga stabilitas harga material dan meminta masyarakat menggunakan dana secara bijak mutlak untuk perbaikan rumah serta tertib menyusun Laporan Pertanggungjawaban (LPJ).
"Penanganan bencana ini adalah kerja murni kemanusiaan, bukan panggung politik. Fokus kita adalah pemulihan total, dari tempat tinggal hingga sektor ekonomi seperti sawah dan kebun sawit warga," tegas Wakil Bupati.
Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan kabar baik terkait atensi penuh Presiden Prabowo Subianto yang telah menyetujui anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana sebesar Rp101 Triliun untuk masa kerja 3 tahun (2026–2028) bagi 3 provinsi terdampak, di mana Provinsi Aceh menerima porsi terbesar.
Implementasinya kini mulai berjalan di lapangan melalui kementerian/lembaga terkait, seperti pengaspalan jalan dan perbaikan jembatan oleh Kementerian PU, serta rehabilitasi sekolah darurat oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Terkait stimulus rumah Rusak Berat, Suharyanto mengungkapkan bahwa dirinya baru saja mengusulkan penambahan nilai bantuan dalam rapat bersama Menko PMK.
"Saat ini nilai bantuan rusak berat adalah Rp60 juta. Namun, melihat fluktuasi harga material, dua hari lalu saya mengusulkan langsung agar anggarannya ditambah Rp20 juta menjadi Rp80 juta per unit. Mohon doa dari seluruh masyarakat agar usulan ini segera disetujui di tingkat pusat," ungkap Suharyanto.
Di hadapan ribuan penerima manfaat, Kepala BNPB mengingatkan pentingnya kedisiplinan administrasi penggunaan anggaran agar tidak menjadi temuan hukum di kemudian hari, belajar dari kasus di daerah lain seperti Kepulauan Sitaro. Beliau memuji tata kelola administrasi Tahap I dan II di Aceh Tamiang sebesar Rp84 Miliar yang berhasil terserap 100% dan bersih dari pelanggaran.
Suharyanto menantang Pemkab dan masyarakat Aceh Tamiang untuk dapat menyerap anggaran Tahap III sebesar Rp97 Miliar ini secara cepat dalam waktu satu bulan demi mempercepat pencairan tahap berikutnya.
"Jika dalam bulan Juni ini Bapak dan Ibu sekalian bisa menyerap anggaran ini dengan cepat dan laporannya tertib, maka bulan depan saya berjanji akan hadir kembali ke Aceh Tamiang untuk membawa anggaran tahap berikutnya (Tahap IV, V, dan VI). Jangan biarkan proses ini mengulur waktu agar saudara-saudara kita yang lain tidak mengantre terlalu lama. Segera perbaiki rumah agar kehidupan keluarga kembali normal," pungkas jenderal bintang tiga tersebut.

