BNPB Bangun Hunian Tetap Model ‘RUPAWAN’ dan ‘RISHA’ untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh Timur
Aceh Timur, IMC - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus berkomitmen untuk mempercepat pemulihan pascabencana bagi masyarakat terdampak. Di Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur, BNPB telah membangun dua jenis hunian tetap (insitu) berkualitas tinggi guna menjamin kehidupan warga yang lebih layak, aman, dan nyaman.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., menjelaskan bahwa penyediaan dua tipe model hunian tetap ini disiapkan secara khusus untuk memenuhi kebutuhan spesifik para penyintas bencana di wilayah tersebut.
"Di Aceh Timur ini ada dua jenis rumah. Yang pertama namanya RUPAWAN (Rumah Pasangan Keluarga Harapan) dan yang kedua adalah RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat)," ujar Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., saat meninjau langsung lokasi perumahan baru tersebut, Senin (22/06).
Model RISHA dibangun dengan tipe 36, di mana konsep pembangunannya dapat disesuaikan dan dipadukan secara fleksibel dengan Hunian Sementara (Huntara). Fleksibilitas model ini memberikan kenyamanan dan pilihan yang luas bagi masyarakat dalam menentukan desain hunian mereka ke depan.
Berdasarkan informasi teknis setiap unit hunian tetap ini dirancang dengan standar kelayakan jangka panjang. Setiap rumah dilengkapi dengan:
Dua kamar tidur
Pondasi permanen
Dinding bata plester
Rangka baja ringan
Atap spandek.
Pemilihan material dan konstruksi tersebut sengaja dilakukan untuk menghasilkan bangunan yang kokoh, aman dari potensi risiko bencana, serta efisien untuk digunakan dalam jangka panjang. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk kepedulian BNPB demi mengedepankan kualitas kehidupan masyarakat yang lebih baik setelah mengalami musibah bencana alam.
Dengan hunian yang telah tersedia, masyarakat dapat kembali memiliki ruang untuk tumbuh, berkumpul bersama keluarga, dan menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal seperti sedia kala.
Kehadiran hunian tetap baru ini disambut penuh rasa syukur oleh para warga setempat, salah satunya adalah Muhammad Fuad, seorang warga Desa Kabu. Sebelumnya, Fuad bersama keluarga kecilnya harus menumpang di rumah mertua sebelum akhirnya difasilitasi hunian sementara dan kini resmi menempati hunian tetap dari BNPB.
"Kalau menurut saya ini cukup nyaman ya, indah. Lebih baguslah ini, senang ya. Lebih leluasa buat anak-anak bermain, lebih nyaman," ungkap Fuad penuh kebahagiaan.
