News Update

Tanggapi Konflik Mahasiswa USK Aceh, Ketua Satgas P2K Poltekkes Kemenkes Aceh Dorong Pendekatan Sosial Budaya

 





Langsa, IMC - Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (P2K) Poltekkes Kemenkes Aceh, T. Iskandar Faisal, S.Kp., M.Kes., mendorong penyelesaian konflik antar-mahasiswa melalui pendekatan sosial budaya yang dikutip lewat akun tiktok @pak.tif2, selanjutnya pihak media menghubunginya via telepon untuk memperjelas pernyataannya. 


Menurutnya, dialog yang berbasis kearifan lokal jauh lebih efektif dalam menciptakan rekonsiliasi jangka panjang dibanding jalur hukum formal. Jumat (22/05)


"Penyelesaian konflik dengan pendekatan sosial budaya adalah cara efektif mengatasi masalah melalui dialog, pemahaman nilai, dan kearifan lokal. Pendekatan ini lebih mengedepankan rekonsiliasi berbasis norma masyarakat dibandingkan pihak kampus memilih penyelesaian pertikaian melalui jalur hukum formal," ujar T. Iskandar Faisal, yang juga merupakan mantan Direktur Poltekkes Kemenkes Aceh dan Palu tersebut.


Guna meredam ketegangan yang terjadi antara mahasiswa Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik USK (Universitas Syiah Kuala) pada Kamis dini hari, 21 Mei 2026, sosok yang pernah menjabat sebagai Wakil Direktur III Poltekkes Kemenkes Aceh ini menyarankan dilakukan 3 (tiga) langkah strategis. 


Pertama adalah perlu musyawarah dan dialog antar kelompok yang bersiteru, kedua pihak dipertemukan dalam ruang diskusi yang netral, untuk kita memahami akar masalah. 


"Kedua pihak harus dipertemukan sehingga akan ada ruang diskusi yang netral dan keluhan kedua pihak didengarkan oleh pemangku kepentingan di USK", ujarnya.


Selanjutnya adalah perlu juga pihak kampus melibatkan tokoh adat/agama yang dihormati, sebagai mediator netral ( pihak ketiga) yang memahami akar budaya Aceh yang dapat diterima kedua belah pihak. 


"Tidak salah juga pihak kampus melibatkan mediator, tokoah agama yang dihormati berbagai kalangan", tambahnya. 


Berikutnya, penting juga dilakukan penguatan edukasi dan pendidikan multikultural, dimana ditanamkan sikap toleransi serta pengenalan keberagaman sejak dini sebagai langkah preventif untuk mencegah prasangka dan ketegangan sosial di masa depan.


"Sangat perlu langkah preventif seperti penguatan edukasi dan pendidikan multikultural", tambahnya lagi. 


Selanjutnya, T. Iskandar Faisal berharap agar pertikaian ini dapat segera diselesaikan tanpa harus berujung pada ranah hukum pidana. 


"Iya, janganlah dibawa ke ranah pidana, mereka kan generasi emas Indonesia 2045", tambahnya


Menutup pernyataan, Ia juga memberikan pesan motivasi khusus kepada para mahasiswa yang terlibat.


"Ayo para mahasiswa, kalian harus kompak dan fokus mengejar cita-cita untuk memajukan bangsa ini," pungkasnya.

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment