Politeknik Kemenkes Aceh Melakukan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Gampong Paya Bujok Teungoh
Langsa, IMC - Dalam upaya menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker payudara, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Aceh sukses menyelenggarakan Program Kemitraan Masyarakat di Gampong Paya Bujok Teungoh, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa, pada Kamis (16/4/2026).
Kegiatan yang mengusung tema "Edukasi dan Pemeriksaan SADARI untuk Deteksi Kanker di Posyandu" ini menyasar para Ibu Usia Subur (IUS) di wilayah tersebut. Program ini bertujuan membekali warga dengan pengetahuan serta keterampilan praktis dalam melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI).
Ketua Tim PKM, Nuswatul Khaira, menjelaskan bahwa edukasi ini krusial untuk membangun sikap positif masyarakat terhadap deteksi dini.
"Tujuan utama kami adalah memberikan pemahaman mendalam agar para ibu mampu mendeteksi gejala awal secara mandiri. Deteksi dini adalah kunci utama dalam menurunkan angka kematian akibat kanker payudara," ujar Nuswatul dalam laporannya.
Tim pelaksana terdiri dari kolaborasi lintas disiplin, melibatkan tiga dosen senior:
Nuswatul Khaira
T. Iskandar Faisal
Lina
Kegiatan ini juga melibatkan tiga mahasiswa dari Program Studi Keperawatan dan Kebidanan Langsa sebagai bentuk implementasi pembelajaran lapangan.
Setelah membuka acara, geuchik memberikan sambutan dan menyatakan kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi ibu pasangan usia subur dan mengajak peserta untuk berpartisipasi secara aktif dalam rangka menunjang kesehatan reproduksi di desanya.
Acara yang berlangsung di Aula Kantor Geuchik Gampong Paya Bujok Teungoh ini dibuka langsung oleh Pj. Geuchik Muhammad Syam. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PKK serta para kader kesehatan setempat.
Dalam sambutannya, Muhammad Syam memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Poltekkes Kemenkes Aceh. Ia mengajak seluruh peserta untuk aktif berpartisipasi demi menjaga kesehatan reproduksi di desa mereka.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami berharap warga tidak hanya sekadar hadir, tapi benar-benar mempraktikkan ilmu yang didapat untuk menjaga kesehatan diri sendiri," ungkapnya.
Sesi inti kegiatan diisi oleh dr. Ayu Latifah, seorang Master of Trainer (MOT) dari Puskesmas Sungai Raya, Kabupaten Aceh Timur. Selain memaparkan materi edukasi, dr. Ayu memperagakan teknik SADARI yang benar menggunakan alat peraga medis.
Antusiasme peserta terlihat saat sesi praktik, di mana 20 orang ibu usia subur yang hadir diberikan kesempatan langsung untuk mencoba teknik pemeriksaan pada alat peraga di bawah bimbingan tim medis dan mahasiswa.
Pada sesi express feeling di akhir acara, para peserta mengungkapkan rasa puas dan syukur atas ilmu baru yang mereka peroleh. Mereka berharap program serupa dapat dilaksanakan secara berkala untuk terus memantau kesehatan masyarakat desa.
Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi dan foto bersama antara perangkat desa, narasumber, tim dosen, dan seluruh peserta sebagai simbol sinergi dalam mewujudkan masyarakat Aceh yang lebih sehat.
