News Update

Pasca-Banjir Bandang, Pemkab Aceh Tamiang Mulai Bersihkan Lumpur di Ratusan Hektare Sawah

 


Aceh Tamiang, IMC – Sisa endapan lumpur akibat banjir bandang yang menutupi lahan persawahan milik petani di Kabupaten Aceh Tamiang mulai dibersihkan. Langkah ini diambil melalui Program Rehabilitasi Sawah sebagai upaya percepatan pemulihan sektor pertanian pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 lalu.


Plt. Kepala Dinas Pertanian Aceh Tamiang, drh. Yusbar, melalui Kepala Bidang Prasarana dan Sarana, Irwan Hadi, S.P., menyatakan bahwa rehabilitasi ini bertujuan mengembalikan fungsi lahan pertanian dan jaringan irigasi yang tertimbun lumpur agar kembali produktif.


"Saat ini, program rehabilitasi lahan persawahan pascabencana di Aceh Tamiang ditargetkan mencapai 712 hektare. Targetnya, pertengahan Juni 2026 seluruh pekerjaan harus selesai dengan mengerahkan alat berat jenis buldoser," ujar Irwan Hadi, Kamis (21/05).


Proses rehabilitasi yang mencakup pekerjaan striping (pengupasan lumpur) dan perapian pematang ini merupakan program Pemerintah Pusat melalui kerja sama antara Dinas Pertanian Aceh dengan Kodam Iskandar Muda. Di tingkat daerah, Dinas Pertanian Aceh Tamiang bersinergi erat dengan Kodim 0117/Aceh Tamiang untuk mengawal eksekusinya.


Meskipun waktu pengerjaan tergolong singkat, Irwan menyatakan optimisme yang tinggi. Ia tidak menampik adanya kendala operasional di lapangan, terutama dalam mobilisasi armada.


"Kendala utamanya adalah sulitnya mencari alat berat. Kegiatan serupa juga dilakukan secara serempak di sejumlah kabupaten lain di Aceh yang terdampak banjir," terangnya.


Irwan juga menegaskan bahwa proyek ini memiliki komitmen penyerapan dan ketepatan waktu yang ketat. Jika pekerjaan tidak tuntas sesuai jadwal, sanksi tegas telah menanti berdasarkan kesepakatan dalam Nota Kesepahaman (MoU) antara Dinas Pertanian Aceh dan Kodam Iskandar Muda.


"Sanksinya jelas ada. Jika tidak selesai memenuhi target, sanksinya berupa pemotongan anggaran," tambah Irwan.


Untuk mendukung pemulihan pertanian secara total, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp9,612 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk rehabilitasi sawah serta optimalisasi lahan.


Selain pengerukan lumpur, Dinas Pertanian juga menjalankan program optimalisasi lahan yang mencakup perbaikan infrastruktur vital. Di antaranya adalah pembangunan dan perbaikan saluran air, pompanisasi, pembuatan sumur bor, serta rehabilitasi mesin pompa yang rusak.


Seluruh pengerjaan ini tersebar di tiga kecamatan terdampak parah, yaitu Kecamatan Karang Baru, Bendahara, dan Manyak Payed. Tidak hanya infrastruktur yang dibenahi, petani juga mendapatkan bantuan pengolahan lahan agar siap tanam kembali.


Ketika dikonfirmasi oleh awak media indonesiamediacenter.com pada Jumat (22/5/2026), Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Fahmi, M.H. menegaskan bahwa prioritas utama dari proyek cepat ini adalah menyelamatkan hajat hidup para petani.


Melalui dukungan anggaran dari Kementerian Pertanian, Pemkab Aceh Tamiang berharap normalisasi ini menjadi batu loncatan bagi kebangkitan ekonomi daerah.


"Harapan utama kita adalah agar para petani bisa secepatnya turun ke sawah untuk menanam padi kembali. Dengan mempercepat masa tanam, kita dapat mempercepat pemulihan ekonomi keluarga petani yang sempat lumpuh, sekaligus menjaga stabilitas ketahanan pangan di Aceh Tamiang," pungkasnya.

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment