News Update

MPSI: Pemberdayaan Anak Muda Papua Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan



Jakarta, IMC– Peneliti Senior Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI), Annas Fitrah Akbar, menilai pemberdayaan anak muda Papua menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga keberlanjutan pembangunan di wilayah tersebut.

Hal itu disampaikan dalam Seminar Kebangsaan yang diselenggarakan Komunitas Mahasiswa Pemuda Nusantara (KMPN) bertajuk “Meneropong Masa Depan Pembangunan di Tanah Papua Ditinjau dari Aspek Pendidikan, Infrastruktur, Keamanan, dan Sumber Daya Manusia” di Jakarta Timur, Jumat (1/5/2026).

Menurut Annas, dalam beberapa tahun terakhir pemerintah menunjukkan pendekatan yang semakin komprehensif dalam pembangunan Papua, tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga penguatan sumber daya manusia, khususnya generasi muda.

“Pembangunan Papua kini bergerak ke arah yang lebih inklusif. Anak muda mulai ditempatkan sebagai bagian penting dari proses, bukan sekadar penerima manfaat,” ujar Annas dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, berbagai program afirmasi di bidang pendidikan, pelatihan, serta pengembangan talenta lokal telah membuka ruang lebih luas bagi anak muda Papua untuk berkembang dan berkontribusi.

Dalam konteks tersebut, Annas melihat adanya pergeseran positif, di mana generasi muda Papua mulai tampil sebagai agen perubahan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi kreatif, hingga aktivitas sosial kemasyarakatan.

“Ini menjadi fondasi penting. Ketika anak muda diberi akses, kepercayaan, dan ruang partisipasi, pembangunan akan lebih berkelanjutan karena bertumpu pada kekuatan lokal,” katanya.

Alumni Universitas Mataram ini juga menekankan bahwa penguatan peran anak muda Papua memiliki dimensi strategis dalam menjaga stabilitas sosial serta memperkuat integrasi nasional, terutama di tengah tantangan global seperti disinformasi dan dinamika geopolitik.

Menurutnya, narasi positif yang dibangun generasi muda Papua menjadi elemen penting dalam memperkuat optimisme publik terhadap masa depan wilayah tersebut.

“Anak muda Papua hari ini bukan hanya bagian dari pembangunan, tetapi juga penjaga narasi kebangsaan yang inklusif dan berorientasi masa depan,” ujarnya.

Ia pun mendorong agar kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat adat, dan dunia pendidikan terus diperkuat guna menciptakan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan.

Dengan tren yang ada, Annas optimistis Papua dapat berkembang sebagai wilayah yang maju dan berdaya saing, dengan generasi muda sebagai motor utama perubahan.

“Selama konsistensi kebijakan dan dukungan terhadap generasi muda terus dijaga, Papua memiliki peluang besar menjadi salah satu pilar kekuatan Indonesia ke depan,” pungkasnya.(Red)

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment