News Update

Gandeng Pemkab Aceh Tamiang, PT Padang Palma Permai Fasilitasi Kebun Masyarakat Seluas 71 Hektare

 


Aceh Tamiang, IMC - Komitmen dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional terus diperkuat. PT Padang Palma Permai (PT PPP), anak usaha dari Minamas Plantation, secara resmi memulai program Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat Sekitar (FPKMS) yang ditandai dengan seremoni tanam perdana di Desa Pantai Tinjau, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa (19/5).


Kegiatan strategis ini dihadiri langsung Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, bersama CEO Minamas Plantation, Azmi Jaafar. Sinergi antara pemerintah daerah dan korporasi ini menjadi simbol kuatnya kolaborasi dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah berbasis perkebunan kelapa sawit yang inklusif.


Melalui program FPKMS ini, PT Padang Palma Permai memfasilitasi pembangunan kebun masyarakat di atas lahan seluas 71,32 hektare. Program ini mengintegrasikan potensi dari beberapa desa, meliputi Desa Kebun Barang Ara, Desa Pantai Tinjau, Desa Sekerak, dan Desa Bandar Mahligai.


Untuk memastikan tata kelola kebun yang partisipatif, transparan, dan berkelanjutan, pengelolaan program ini dipercayakan kepada Koperasi Produsen Mitra Tamiang Maju sebagai wadah kelembagaan masyarakat setempat.


Tanam perdana ini bukan sekadar seremoni simbolis, melainkan langkah awal (milestone) dalam membangun fondasi ekonomi warga melalui pola kemitraan jangka panjang. Melalui skema ini, masyarakat didorong untuk menjadi pelaku utama, sehingga manfaat ekonomi dari industri perkebunan dapat dirasakan secara langsung dan merata.


CEO Minamas Plantation, Azmi Jaafar, menegaskan bahwa program FPKMS merupakan bagian dari pilar keberlanjutan perusahaan untuk menciptakan dampak sosial ekonomi yang nyata bagi masyarakat.


“Melalui FPKMS, kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses, peran, dan manfaat langsung dari pembangunan kebun ini. Ini adalah investasi sosial jangka panjang untuk mendorong kemandirian ekonomi yang tumbuh dari desa,” ujar Azmi.


Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kuatnya sinergi antara seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). “Kami percaya, ketika perusahaan, pemerintah, dan masyarakat berjalan beriringan, dampak positif yang dihasilkan bagi daerah akan jauh lebih luas dan berkelanjutan,” imbuhnya.


Pada kesempatan yang sama, Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif Minamas Plantation dalam memberdayakan masyarakat melalui pendekatan kemitraan berbasis perkebunan.


Menurut Armia, program ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat struktur ekonomi pedesaan. Selain membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga, program FPKMS juga berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja baru serta penguatan kelembagaan ekonomi lokal melalui koperasi.


Ke depan, Minamas Plantation melalui PT Padang Palma Permai berkomitmen untuk terus mengawal dan mengembangkan program pemberdayaan berbasis kemitraan ini. Langkah ini sejalan dengan strategi keberlanjutan (sustainability) perusahaan dan visi pembangunan ekonomi jangka panjang di Kabupaten Aceh Tamiang.

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment