Ditekan AS di Beijing, China Tetap Teguh Bela Iran: “Terlalu Penting untuk Dilepas”
Beijing, IMC Indonesia — Pertemuan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan China di Beijing kembali menegaskan satu kenyataan geopolitik: Iran tetap menjadi kartu strategis yang tidak akan dilepas Beijing, meski tekanan dari Washington semakin kuat.
Berdasarkan laporan Reuters, Kamis (14/5/2026), Presiden China Xi Jinping secara tegas menyampaikan bahwa negaranya tidak memiliki rencana untuk mengurangi dukungan terhadap Teheran, termasuk menolak dorongan Amerika Serikat agar China ikut memperketat sanksi tambahan terhadap Iran.
Sikap tersebut memperlihatkan bahwa bagi China, hubungan dengan Iran bukan sekadar kerja sama biasa, melainkan bagian dari kepentingan jangka panjang Beijing dalam menjaga pengaruh di kawasan Timur Tengah.
Iran Dinilai Kunci Strategis China di Timur Tengah
Dalam laporan tersebut, China menilai Iran memiliki posisi vital dalam stabilitas kawasan, perdagangan energi, serta jalur pengaruh Beijing di Timur Tengah. Iran juga selama ini dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki hubungan ekonomi yang kuat dengan China, termasuk dalam sektor minyak dan infrastruktur.
Bagi Beijing, mempertahankan hubungan dengan Teheran berarti menjaga akses energi sekaligus memperkuat posisi tawar China di tengah rivalitas global dengan Amerika Serikat.
Langkah China ini juga menunjukkan bahwa Beijing tidak ingin terlihat tunduk pada tekanan Barat, terutama dalam isu-isu yang dianggap menyangkut kedaulatan kebijakan luar negeri mereka.
Amerika Serikat Kecewa, Tapi Tidak Menutup Diplomasi
Sikap tegas China membuat pihak Amerika Serikat dikabarkan merasa kecewa. Washington menilai Beijing seharusnya lebih kooperatif dalam menekan Iran, terutama di tengah situasi geopolitik yang memanas di Timur Tengah.
Meski demikian, laporan Reuters menyebut bahwa AS tetap membuka peluang kerja sama dengan China di bidang lain. Artinya, ketegangan mengenai Iran belum sepenuhnya menutup jalur komunikasi kedua negara.
Washington masih mempertimbangkan peluang kerja sama ekonomi, perdagangan, serta kesepakatan strategis lain yang dapat dibahas dalam waktu mendatang.
Persaingan AS-China di Timur Tengah Kian Tajam
Penolakan China untuk mengurangi dukungan terhadap Iran dipandang sebagai sinyal bahwa persaingan Washington dan Beijing di Timur Tengah akan semakin keras.
Iran kini berada di titik sentral perebutan pengaruh global: bagi Amerika Serikat, Teheran adalah sumber ancaman dan instabilitas; sementara bagi China, Iran adalah mitra strategis yang bisa memperkuat dominasi energi dan geopolitik.
Dengan sikap Beijing yang semakin terbuka, peta konflik kepentingan antara dua kekuatan dunia tersebut diperkirakan akan semakin kompleks, terutama dalam isu energi, keamanan regional, hingga jalur perdagangan internasional. (rsh/red.)
