Direktur Peringatan Dini BNPB: Sinergi Masyarakat dan Kecepatan Administrasi Kunci Penuntasan Huntara di Tamiang
Aceh Tamiang, IMC - Direktur Peringatan Dini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Suar Pelita Panjaitan, memberikan penjelasan terkait progres pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) bagi masyarakat terdampak bencana. Hal tersebut disampaikannya saat dikonfirmasi oleh media Indonesiamediacenter.com, Rabu (06/05/26).
Berton menjelaskan bahwa pada dasarnya seluruh titik pembangunan Huntara maupun Kuntara sudah dipetakan (floating) sesuai dengan data yang tercantum dalam Surat Keputusan (SK). Namun, ia menekankan pentingnya kelengkapan administrasi bagi usulan yang belum masuk dalam SK awal.
"Kami sangat berharap pemerintah daerah segera menerbitkan SK bagi data yang belum masuk, agar kami bisa menentukan langkah selanjutnya—apakah melalui skema Dana Tunggu Hunian (DTH) atau pembangunan Huntara. Semua sudah kami petakan, kini tinggal menunggu proses penyelesaian pembangunan di lapangan," ujar Berton.
Terkait kendala teknis, Berton mengakui bahwa cuaca menjadi salah satu faktor penghambat distribusi material ke lokasi pembangunan, terutama di daerah pelosok. Meski demikian, ia meminta para vendor untuk tetap bekerja maksimal sesuai target yang telah disepakati.
"Kami menyadari cuaca kadang membuat pengangkutan barang terlambat. Namun, kami ingin semua vendor bekerja dengan baik. Kepada masyarakat, kami mohon kesabarannya karena semua ini membutuhkan proses, baik dari sisi pengerjaan fisik maupun administrasi prosedur yang berlaku," tambahnya.
Lebih lanjut, Berton mengungkapkan adanya sedikit kendala internal pada tim teknis di Bagian Pelaksana Penanggulangan (BPP) karena adanya petugas yang sakit, sehingga koordinasi sempat sedikit terhambat. Namun, ia memastikan pihak BNPB terus berupaya mengejar target penyelesaian.
Di akhir pernyatannya, Berton memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang dinilai cukup responsif dalam menangani setiap permasalahan bencana di daerah.
"Aceh Tamiang adalah salah satu daerah yang sangat cepat merespon permasalahan yang ada. Kami mohon dukungan dari masyarakat serta rekan-rekan LSM untuk tetap bersinergi agar penyelesaian hunian ini dapat tuntas dengan baik," pungkasnya.
