News Update

Dari Halaman Pesantren untuk Sesama: Kisah Gotong Royong Qurban Warga RT 01/06 Harapan Mulya




Bekasi, IMC – Pagi itu, udara di halaman Pesantren Al Choir, Jalan Pangeran Jayakarta, RT 01 RW 06, Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, terasa berbeda. Warga berdatangan lebih awal dari biasanya. Hari kedua Idul Adha 1447 H, Kamis, 28 Mei 2026 menjadi momen yang telah dinantikan: pelaksanaan ibadah qurban tahunan yang menjadi perekat kebersamaan warga.


Empat ekor sapi dan tiga ekor kambing telah disiapkan. Bukan sekadar hewan sembelihan. Di balik setiap nama yang tertera dalam daftar 31 pequrban, tersimpan niat yang tulus dari kalangan orang tua, anak-anak muda, hingga satu nama yang diabadikan atas nama almarhum: Alm. Bp. Purwanto bin Pariman, dan Alm. Samirin. Sebuah doa yang terus mengalir meski sang pemilik nama telah tiada.

Dua puluh delapan pequrban sapi terbagi dalam empat kelompok. Sapi pertama hingga ketiga digagas oleh warga RT 01/06 dan dari RW lain, mencerminkan keragaman latar belakang  ada yang menyertakan nama keluarga besar, ada pula yang menunaikan qurban atas nama anak yang masih belia seperti Fiona Adelia Putri,  Anarsya Xevia dan Khyarra Syahiraditya. Sapi keempat merupakan amanah dari Masjid Baitul Muttaqien, mempererat sinergi antara warga dan lembaga keagamaan di lingkungan tersebut.


"Ini bukan hanya soal menyembelih hewan," ungkap salah satu panitia di sela kesibukannya. "Ini tentang menjaga tali silaturahmi, memastikan tetangga kita yang kurang mampu turut merasakan berkahnya."

Di balik layar, dua sosok menjadi pilar pelaksana teknis. Bapak Suparyatno, juru sembelih halal dari RT 05 RW 06, mengemban tanggung jawab utama dengan pengalaman dan kesungguhan yang sudah teruji. Ia dibantu Faiz Suaedi, tokoh dari RT 01 yang ikut berperan aktif memastikan setiap prosesi berjalan sesuai tuntunan syariat.

Hj. Sutrasmini Soesilo, yang dipercaya sebagai Ketua Panitia, memimpin koordinasi dari awal persiapan hingga pembagian daging. Di bawah arahannya, seluruh proses pendataan pequrban, penyiapan lokasi, penanganan hewan, hingga distribusi daging berjalan tertib dan penuh khidmat.


Ketika pisau juru sembelih pertama kali terangkat dan takbir bergema memenuhi udara pagi, suasana sejenak hening. Lalu satu per satu hewan disembelih dengan khusyuk. Setelah itu, tangan-tangan cekatan warga langsung bergerak memisahkan daging, tulang, dan jeroan, menimbang, membungkus, kemudian mendistribusikannya ke warga sekitar.

Momen ini adalah wajah Islam yang sesungguhnya: hangat, penuh gotong royong, dan sarat cinta kepada sesama. Di RT 01/06 Harapan Mulya, Idul Adha bukan sekadar hari libur melainkan hari di mana nilai keimanan dan kemanusiaan dirawat dengan cara paling nyata: berbagi kepada mereka yang paling membutuhkan. (red/Gus Adien)

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment