News Update

Kajati Sulsel Dr. Sila Pulungan Perkenalkan Filosofi “Akuarium”, Tegaskan Jaksa Harus Siap Diawasi Publik

 

Apel Perdana, Kajati Sulsel Dr. Sila Pulungan Paparkan Visi Kepemimpinan dan Budaya Kerja Berintegritas


MAKASSAR, IMC – Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan yang baru, Dr. Sila H. Pulungan, memulai kepemimpinannya dengan memimpin apel kerja perdana di halaman Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Senin (4/5/2026). Momen tersebut menjadi titik awal perkenalan sekaligus penyampaian arah kebijakan dan visi kepemimpinan kepada seluruh jajaran Korps Adhyaksa di Sulawesi Selatan.

Apel dihadiri Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulsel, para asisten, koordinator, pejabat struktural, jaksa, hingga seluruh pegawai di lingkungan Kejati Sulsel.

Dalam amanat perdananya, Dr. Sila Pulungan mengajak seluruh jajaran memaknai setiap kehadiran dalam tugas sebagai bentuk rasa syukur sekaligus pengabdian kepada negara. Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung itu menegaskan bahwa penugasannya di Sulawesi Selatan merupakan amanah besar yang harus dijalankan bersama dengan semangat kebersamaan dan integritas.

“Kalau hari ini kita bisa berdiri di tempat ini, itu karena kehendak Tuhan. Maka tugas yang kita emban harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Dr. Sila Pulungan di hadapan peserta apel.

Dalam arahannya, Kajati Sulsel menyampaikan sejumlah pesan strategis sebagai fondasi budaya kerja di bawah kepemimpinannya.

Pertama, ia menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang terbuka dan komunikatif. Dr. Sila Pulungan membuka ruang diskusi bagi seluruh jajaran untuk menyampaikan ide, kritik, maupun masukan demi kemajuan institusi. Namun, ia mengingatkan agar keterbukaan tersebut tetap dijalankan secara sehat, profesional, dan berorientasi pada solusi.

Kedua, ia mengajak seluruh jajaran untuk terus memperkuat sinergi dan semangat penyempurnaan. Menurutnya, capaian yang telah diraih Kejati Sulsel harus dipertahankan, sementara berbagai kekurangan harus diperbaiki secara bersama-sama.

“Yang sudah baik kita pertahankan, yang masih kurang kita benahi bersama. Tidak ada institusi yang besar tanpa kerja sama,” tegasnya.

Pesan ketiga yang menjadi perhatian peserta apel adalah filosofi “akuarium” yang disampaikan Kajati Sulsel. Ia menggambarkan bahwa aparat kejaksaan saat ini bekerja layaknya berada di dalam akuarium atau kolam ikan—setiap gerak-gerik dapat dilihat, diawasi, dan dinilai oleh masyarakat.

Filosofi tersebut, kata Dr. Sila Pulungan, harus menjadi pengingat bagi seluruh insan Adhyaksa untuk selalu menjaga integritas, profesionalitas, dan kehormatan institusi.

“Kita sekarang hidup di era keterbukaan. Apa yang kita lakukan mudah dilihat masyarakat. Karena itu, integritas adalah harga mati,” pesannya.

Selain itu, Dr. Sila Pulungan juga menekankan pentingnya pelayanan publik yang humanis dan solutif. Ia mengingatkan bahwa masyarakat yang datang ke kantor kejaksaan adalah warga yang sedang mencari keadilan, kepastian hukum, maupun solusi atas persoalan yang dihadapi.

Karena itu, ia meminta seluruh jajaran memberikan pelayanan terbaik dengan sikap responsif, profesional, dan penuh empati.

Mengakhiri amanatnya, Dr. Sila Pulungan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai yang telah menunjukkan kedisiplinan dan komitmen dalam menjalankan tugas. Ia pun menegaskan akan membangun Kejati Sulsel dengan semangat kebersamaan, saling percaya, dan pandangan positif demi mewujudkan institusi kejaksaan yang semakin profesional dan dipercaya masyarakat. (Muzer)

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment