Sinergi Pascabencana, Plt. Sekda Aceh Tamiang Buka Musrenbang RKPD 2027
Aceh Tamiang, IMC - Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Drs. Syuibun Anwar, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan yang berlangsung di Aula Setdakab pada Selasa (21/4/2026) ini menjadi pijakan strategis dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah di masa depan.
Mewakili Penjabat Bupati, Plt. Sekda Syuibun Anwar menegaskan bahwa Musrenbang tahun ini memiliki urgensi khusus, mengingat fokus daerah pada pemulihan pasca-bencana. Mengusung tema “Aceh Tamiang Bangkit Melalui Pembangunan yang Lebih Baik dan Berkelanjutan”, Pemerintah Kabupaten berkomitmen menyelaraskan prioritas daerah dengan target provinsi maupun nasional.
Dalam arahannya, Syuibun memaparkan empat pilar prioritas pembangunan tahun 2027, yakni:
Infrastruktur Publik: Pembangunan sarana dan prasarana layanan masyarakat untuk mendongkrak aktivitas ekonomi dan sosial.
Tata Kelola & Syariat: Peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan serta penguatan penerapan Syariat Islam.
Mitigasi Bencana: Penguatan infrastruktur pengendali banjir dan kesiapsiagaan daerah.
Revitalisasi Lingkungan: Perbaikan kawasan pemukiman dan sanitasi lingkungan pasca-banjir bandang.
"Seluruh proses perencanaan harus mampu menjawab tantangan kebencanaan sekaligus menjadi momentum memperkuat ketahanan daerah. Kita mengadopsi prinsip Build Back Better membangun kembali dengan lebih baik, lebih aman, dan lebih tangguh dari kondisi sebelum bencana," ujar Syuibun.
Syuibun juga menekankan bahwa keberhasilan RKPD 2027 sangat bergantung pada kolaborasi antara eksekutif, legislatif, dan pemangku kepentingan (stakeholders). Ia berharap forum ini menghasilkan kesepakatan yang konkret dan berdampak langsung bagi masyarakat luas.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bappeda Aceh Tamiang, Ir. Muhammad Zein, dalam laporannya menjelaskan bahwa Musrenbang ini bertujuan untuk menyepakati program, kegiatan, pagu indikatif, hingga target kinerja yang akurat.
"Kami berharap adanya masukan konstruktif guna memastikan prioritas yang disusun benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat Aceh Tamiang," kata Muhammad Zein.
