Terima Dubes Iran, Jusuf Kalla Sebut Prabowo Siap Mediasi Konflik Timur Tengah
Jakarta, IMC Indonesia - Pertemuan
penting terjadi di Jakarta. Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla
(JK), menerima kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi,
di kediamannya di Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, JK mengungkapkan
bahwa Presiden Prabowo Subianto siap untuk menjadi penengah dalam konflik
antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Namun, ia menegaskan bahwa peran mediasi
tersebut tentu bergantung pada persetujuan dari kedua belah pihak yang
berkonflik.
"Presiden Prabowo siap untuk menjadi
penengah dalam konflik ini. Namun tentu dibutuhkan persetujuan kedua belah
pihak. Ini hal yang selalu dipikirkan oleh mereka," ujar JK dalam siaran
pers.
JK juga menegaskan bahwa masyarakat dan
pemerintah Indonesia pada prinsipnya mendukung upaya perdamaian serta
de-eskalasi konflik. Meski demikian, kemungkinan mediasi masih akan dibicarakan
lebih lanjut dengan pemerintah dan tetap bergantung pada kesiapan semua pihak
yang terlibat.
Dalam kesempatan itu, Dubes Iran turut
memaparkan situasi terkini di negaranya, termasuk kondisi masyarakat,
perlawanan yang terjadi, serta korban sipil yang disebut mayoritas merupakan
warga sipil, termasuk anak-anak sekolah.
"Dalam pembicaraan dan kunjungan Dubes
Iran, telah disampaikan situasi terakhir yang terjadi di Iran dan juga
perlawanan rakyat Iran serta korban yang dicapai oleh kebanyakan sipil seperti
anak sekolah dan sebagainya," jelas JK.
Pertemuan tersebut juga dihadiri mantan Menteri
Hukum dan HAM, Hamid Awaluddin.
Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa
Indonesia membuka ruang diplomasi dan siap berperan dalam mendorong
penyelesaian damai konflik yang berdampak luas terhadap stabilitas global.
Rachman Salihul Hadi/IMC/Red.)
