News Update

Jan Maringka: Idul Fitri Saat Tepat Rawat Kebersamaan dan Nilai “Torang Samua Basudara”

Dr. Jan Maringka 



Jakarta, IMC – Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah dimaknai sebagai momentum refleksi sekaligus penguat nilai-nilai kebhinekaan dan persaudaraan, khususnya bagi masyarakat Sulawesi Utara. Tokoh masyarakat Sulut di Jakarta, Dr. Jan Maringka, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga harmoni dan mempererat kebersamaan di tengah keberagaman.

Dalam keterangannya pada Kamis malam (19/3/2026), Jan Maringka menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Muslim yang merayakan Hari Raya Idul Fitri. Ia menekankan bahwa hari kemenangan ini bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkokoh nilai-nilai toleransi yang telah lama hidup di tengah masyarakat.

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua kembali kepada fitrah, memperkuat keimanan, serta terus menjaga persatuan dan kerukunan,” ujar Jan Maringka.

Dikenal sebagai mantan Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung periode 2017–2020 serta Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian tahun 2021–2023, Jan Maringka menegaskan bahwa Idul Fitri harus dimaknai lebih dalam sebagai momentum mempererat tali silaturahmi lintas agama dan golongan.

Menurutnya, Sulawesi Utara yang dikenal dengan julukan Nyiur Melambai telah lama menjadi contoh daerah yang menjunjung tinggi toleransi dan kebersamaan. Nilai luhur yang tercermin dalam semboyan “Torang Samua Basudara” menjadi fondasi kuat dalam menjaga stabilitas sosial dan keharmonisan masyarakat.

Ia juga mengimbau agar perayaan Idul Fitri dijalankan dengan penuh kekhusyukan, sederhana, dan tetap menjunjung tinggi nilai saling menghormati. Hal tersebut, lanjutnya, sejalan dengan imbauan pemerintah agar masyarakat merayakan hari besar keagamaan secara bijak tanpa mengurangi makna spiritualnya.

“Momentum Idul Fitri ini hendaknya kita jadikan sebagai sarana mempererat hubungan antar sesama. Mari kita jaga Sulawesi Utara tetap aman, damai, dan rukun. Perbedaan adalah kekuatan, bukan alasan untuk terpecah,” tegasnya.

Selain itu, sebagai sosok yang mempelopori Jaringan Sahabat Masyarakat (JSM) Jaga Indonesia, Jan Maringka berharap semangat Idul Fitri tahun ini semakin memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Ia menilai, budaya toleransi yang telah mengakar kuat di Sulawesi Utara merupakan warisan berharga yang harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi mendatang.

“Nilai kebersamaan dan kemanusiaan yang kita miliki saat ini harus terus dijaga. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Jan Maringka kembali menegaskan pentingnya menjaga kebhinekaan sebagai kekuatan bangsa. Ia optimistis, dengan semangat persaudaraan yang terus dipupuk, Sulawesi Utara akan tetap menjadi daerah yang harmonis, damai, dan menjadi teladan dalam merawat keberagaman di Indonesia. (Muzer)

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment