Pererat Silaturahmi, Warga RT 04/RW 008 Ragunan Kompak Kerja Bakti Lingkungan
JAKARTA – Warga RW 008 Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menggelar kegiatan kerja bakti lingkungan pada Minggu (8/2/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut Surat Edaran Kelurahan Ragunan Nomor 12/LH.09.07 yang ditandatangani Lurah Ragunan, Sulastriyani.
Kerja bakti tersebut secara simbolis diresmikan oleh Lurah Ragunan
dengan menyerahkan sejumlah alat pendukung kebersihan kepada warga. Kegiatan ini
turut dihadiri jajaran perangkat kelurahan serta Forum RW Kelurahan Ragunan.
Kerja bakti menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah kelurahan dan masyarakat dalam menjaga kebersihan serta kenyamanan lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan di tengah musim penghujan dan cuaca ekstrem.
Dalam pelaksanaannya, warga melakukan berbagai kegiatan seperti
membersihkan saluran air, memangkas dahan pohon yang berpotensi membahayakan,
hingga mengangkut sampah di sekitar permukiman.
Dalam surat edaran yang diterbitkan Kelurahan Ragunan, para Ketua RT
diminta aktif menggerakkan warganya untuk terlibat langsung dalam kerja bakti
lingkungan.
“Dengan ini kami mengharapkan kepada para Ketua RT di lingkungan RW 008 untuk dapat menggerakkan warga di lingkungan RT masing-masing melaksanakan kegiatan kerja bakti, yang akan dimonitor oleh Tim Monitoring Kerja Bakti,” tulis Lurah Ragunan dalam edaran tersebut.
Salah satu lingkungan yang terlihat aktif adalah RT 004 RW 008 di
bawah kepemimpinan Ketua RT Rudi Hermanto. Rudi tampak turun langsung
berbaur bersama warganya, memantau sejumlah titik kerja bakti di kawasan Gang
Hikmah.
Pantauan di lokasi menunjukkan warga RT 004 bekerja dengan penuh
antusias. Mereka membersihkan dinding tembok menuju Musholla Ummi Kulsum yang
ditumbuhi rumput liar, menyapu jalanan gang, hingga menguras selokan yang
dipenuhi endapan lumpur.
Menurut Rudi, kegiatan kerja bakti bukan sekadar rutinitas, tetapi
bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif warga.
“Kebersihan adalah bagian dari budaya dan simbol kepedulian kita
terhadap lingkungan. Kalau lingkungan bersih, masyarakat juga lebih sehat dan
nyaman,” ujar Rudi.
Ia berharap semangat gotong royong seperti ini dapat terus dipertahankan
dan menjadi kebiasaan warga, tidak hanya saat ada instruksi dari kelurahan,
tetapi sebagai kebutuhan bersama dalam kehidupan sehari-hari. (Muzer)



