Jan Maringka Hadiri Natal dan Kunci Taong KKK, Ajak Tou Kawanua Jaga Akar Budaya dan Persatuan
![]() |
| Dihadiri 3.000 Warga Kawanua, Jan Maringka: Natal Momentum Perkuat Iman dan Identitas Budaya |
Jakarta, IMC— Ketua Dewan Penasihat Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Dr. Jan Samuel Maringka, S.H., M.H., CGCAE menghadiri perayaan Natal dan Kunci Taong KKK yang digelar di Gedung Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini dihadiri sekitar 3.000 warga Kawanua dari berbagai wilayah Jabodetabek.
Perayaan tersebut mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan
Keluarga” dengan subtema “Kasih Kristus Sempurna bagi Kita dalam Menjaga
Akar, Menyatukan Hati dan Menjadi Cahaya”. Momentum ini menjadi ajang
mempererat persaudaraan masyarakat Minahasa (Tou Kawanua) yang hidup di
perantauan.
Selain Jan Maringka, sejumlah tokoh nasional asal Sulawesi Utara turut
hadir, di antaranya Theo Sambuaga, E.E. Mangindaan, Glen Kairupan, dan Johni
Lumintang. Suasana keakraban dan kekeluargaan terasa kental, mencerminkan
kuatnya solidaritas Tou Kawanua di tanah rantau.
Perayaan semakin semarak dengan penampilan budaya khas Minahasa seperti Tari
Kabasaran, Kolintang, Makaruyen, Masamper, dan Katrili, yang menjadi
simbol pelestarian tradisi dan identitas budaya lintas generasi.
Jan Maringka menegaskan bahwa Natal dan Kunci Taong bukan sekadar
seremoni tahunan, melainkan ruang spiritual untuk memulihkan iman, memperkuat
persatuan keluarga, dan meneguhkan jati diri budaya Kawanua.
“Ibadah perayaan Natal dan Kunci Taong ini harus menjadi ruang pemulihan
iman, persatuan keluarga, serta penguatan identitas budaya Kawanua. Karena itu,
seluruh persiapan kami kawal secara langsung,” ujar Jan dalam keterangannya.
Ia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan sebagai fondasi persatuan,
baik bagi generasi tua maupun generasi muda Kawanua di masa depan.
“Kebersamaan warga Kawanua harus kita jaga, sehingga menjadi tolok ukur
kebersamaan, bukan hanya bagi para tua-tua, tetapi juga bagi generasi muda
Kawanua yang akan datang,” katanya.
Jan juga mengingatkan peran strategis generasi muda dalam menjaga budaya
sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, sejarah telah
mencatat kontribusi besar warga Minahasa di tingkat nasional yang harus terus
ditingkatkan.
“Ke depan, generasi muda harus menjaga budaya sekaligus meningkatkan
kualitas sumber daya manusia. Dulu banyak partisipasi warga Minahasa di tingkat
nasional, dan itu harus kita tingkatkan di masa yang akan datang,” tambahnya.
Dr. Jan Samuel Maringka, S.H., M.H., CGCAE merupakan tokoh
nasional asal Sulawesi Utara yang dikenal luas sebagai jaksa karier dan
pejabat tinggi negara. Ia pernah menjabat sebagai Jaksa Agung Muda
Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI pada periode 2017–2021, posisi
strategis yang membawahi fungsi intelijen penegakan hukum nasional, kemudian Inspektur
Jenderal Kementerian Pertanian (2022–2023)
Usai purna tugas dari kejaksaan, Jan aktif di berbagai organisasi
kemasyarakatan dan profesi, termasuk dipercaya sebagai Ketua Dewan Penasihat
Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK). Dalam perannya tersebut, ia dikenal
konsisten mendorong penguatan persatuan warga Minahasa, pelestarian budaya,
serta peningkatan peran Tou Kawanua dalam pembangunan nasional. (Muzer/Net)

