Dana Banjir Aceh Tamiang Rp21,1 Miliar Disorot: Alokasi Dishub Rp900 Juta Picu Kontroversi di Tengah Trauma Warga
Aceh Tamiang, IMC – balik tumpukan puing dan lumpur sisa bencana yang masih menyisakan trauma, laporan realisasi dana bantuan banjir Kabupaten Aceh Tamiang kini menjadi pusat perhatian publik. Dari total dana bantuan sebesar Rp21,12 miliar, sorotan tajam tertuju pada alokasi anggaran Dinas Perhubungan (Dishub) yang mencapai Rp932.470.250. Rabu (12/02/26)
Angka hampir Rp1 miliar tersebut memicu gelombang ketidakpuasan di tengah warga yang merasa kehadiran petugas minim saat air mencapai titik tertinggi.
Kritik pedas mulai bermunculan dari "warung kopi" hingga gang-gang sempit kawasan terdampak. Warga mempertanyakan efektivitas anggaran Dishub ketika proses evakuasi di lapangan justru lebih banyak dilakukan secara mandiri oleh masyarakat.
"900 juta itu uang besar! Tapi saat banjir, kami evakuasi sendiri, motor mogok kami dorong sendiri. Apa kerjanya Dishub sampai makan dana hampir semiliar? Apa cuma buat beli peluit baru atau sekadar jaga parkir perahu karet?" cetus seorang warga Karang Baru yang enggan disebutkan namanya.
Hingga saat ini, dari total Rp21,1 miliar dana yang masuk (termasuk bantuan Presiden Prabowo sebesar Rp4 miliar), sebanyak Rp18,48 miliar telah direalisasikan. Berikut adalah dua porsi utama yang menjadi perhatian:
Dinas PUPR: Rp9,5 miliar (Alokasi terbesar untuk infrastruktur).
Dinas Perhubungan: Rp932,4 juta (Dipertanyakan urgensinya oleh publik.
Disaat awak media indonesiamediacenter.com mengkonfirmasi, Plt Sekda Aceh Tamiang, Drs. Syuibun Anwar, memberikan penjelasan rinci. Menurutnya, dana Belanja Tidak Terduga (BTT) pada Dishub bukan sekadar untuk operasional lapangan, melainkan pemulihan fasilitas publik yang rusak akibat banjir.
"Dana tersebut digunakan untuk perbaikan dan pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kecamatan Kota Kualasimpang dan Karang Baru, serta perbaikan unit Mobil Skylift yang sempat tenggelam saat banjir," ujar Syuibun.
Selain itu, anggaran tersebut juga dialokasikan untuk:
Transportasi Pendidikan: Perbaikan bus sekolah untuk antar-jemput siswa di Hunian Sementara (Huntara) Kampung Simpang IV Opak.
Akses Penyeberangan: Pembuatan getek (rakit) penyeberangan di Kampung Lubuk Sidup.
Penerangan Jalan: Hingga kini, sebanyak 315 unit lampu telah terpasang dari target 364 unit yang tersebar di 19 titik strategis, termasuk jalan nasional, komplek pemerintahan, hingga pelosok kampung.
Dramatika anggaran ini menjadi ujian bagi transparansi Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Meski penjelasan teknis telah disampaikan, tantangan sesungguhnya adalah membuktikan bahwa angka-angka di atas kertas benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat yang saat ini masih sibuk menjemur kasur dan membersihkan sisa lumpur di rumah mereka.
Rakyat tidak hanya butuh statistik yang rapi, mereka butuh kepastian bahwa setiap rupiah dari dana bantuan tersebut digunakan untuk memulihkan kehidupan mereka pasca-bencana.
