News Update

Aksi Nyata Ukhuwah: Yayasan Ma’had An-Nur Sumbar Antar Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

 




Aceh Tamiang, IMC - Jarak bukan penghalang untuk berbagi kepedulian. Hal ini dibuktikan oleh keluarga besar Yayasan Ma’had AnNur Al-Iman, Sungai Tanang, Banuhampu, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Tim relawan dari Pondok Tahfidzul Qur’an tersebut terjun langsung ke lokasi terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan pada Senin (02/01/26).


Fokus aksi kemanusiaan kali ini menyasar warga Desa Babo Kecamatan Bandar Pusaka, salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup signifikan akibat banjir bandang yang menerjang pada 27 November 2025 lalu. Kehadiran tim relawan disambut hangat oleh warga yang masih berjuang menata kembali kehidupan mereka.


Bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako lengkap, pakaian layak pakai, serta kebutuhan khusus balita. Seluruh bantuan ini merupakan buah kedermawanan para wali santri, tenaga pengajar, dan masyarakat di sekitar lingkungan Ma’had AnNur Al-Iman Sumatera Barat.




"Kegiatan ini adalah wujud nyata ukhuwah Islamiyah. Kami datang membawa amanah dari para wali santri di Sumbar untuk saudara-saudara kami di Aceh Tamiang. Kami berharap bantuan ini bisa memantik semangat warga Desa Babo untuk bangkit," ujar perwakilan Yayasan Ma’had AnNur Al-Iman di sela-sela pembagian bantuan.


Kehadiran tim relawan disambut haru oleh warga setempat. Bantuan logistik dan pakaian menjadi oase di tengah sulitnya akses kebutuhan pokok pasca-bencana.


Irma (45), warga Kampung Babo, Dusun Sidorejo, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam saat menerima paket bantuan tersebut.


"Kami tidak menyangka saudara dari Sumatera Barat jauh-jauh datang ke desa kami. Terima kasih banyak kepada relawan Pondok Tahfidzul Qur’an Ma’had AnNur. Baju, bahan pangan, dan kebutuhan bayi ini sangat kami butuhkan. Semoga Allah membalas semua kebaikan bapak dan ibu semua," tutur Irma dengan mata berkaca-kaca.


Hal senada juga disampaikan oleh warga lainnya yang merasa terbantu dengan adanya pakaian layak pakai, mengingat banyak harta benda mereka yang hanyut terbawa arus banjir bandang.


Selain misi sosial, kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi para relawan pondok untuk menumbuhkan jiwa kepedulian. Pihak yayasan menekankan bahwa seorang penghafal Al-Qur'an tidak hanya harus cerdas secara spiritual, tetapi juga wajib memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap penderitaan sesama.


Hingga saat ini, sisa-sisa material banjir masih terlihat di beberapa sudut desa. Kehadiran bantuan logistik dan dukungan moril dari berbagai pihak, termasuk dari Sumatera Barat, menjadi modal penting bagi masyarakat Aceh Tamiang untuk melanjutkan hidup dengan harapan baru.

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment