Air Mata Haru di Piring Lontong: Perpisahan Pilu Relawan Ma’had Annur dengan Korban Banjir Bandang Aceh Tamiang
Aceh Tamiang, IMC - Suasana pagi di Kota Lintang Bawah, Jumat (06/02/2026), tidak seperti biasanya. Di bawah langit yang mulai cerah, aroma kuah lontong sayur menyatu dengan suasana haru yang menyesakkan dada. Pagi itu bukan sekadar sarapan bersama, melainkan momen perpisahan antara warga dengan para "malaikat tak bersayap" Relawan Tahfidzul Qur’an Ma’had Annur, Sungai Tanang, Agam, Sumatera Barat.
Setelah berbulan-bulan berjuang warga melewati masa-masa kelam pasca-banjir bandang dahsyat 27 November 2025 lalu.
Sejak fajar menyingsing, warga berkumpul untuk menyantap sarapan terakhir bersama para relawan. Lontong sayur yang sederhana terasa begitu istimewa, bumbu syukur dan rasa terima kasih menjadi pelengkap yang tak ternilai harganya. Relawan Ma’had Annur bukan hanya sekadar pemberi bantuan, mereka telah menjadi bagian dari keluarga besar warga Kota Lintang Bawah.
Intan (40), salah satu warga yang rumahnya hancur dihantam terjangan banjir bandang, tak kuasa menahan isak tangisnya saat bersalaman dengan para relawan. Baginya, kehadiran tim dari Sumatera Barat ini adalah secercah cahaya di tengah kegelapan.
"Terima kasih banyak, Nak. Kalian jauh-jauh dari Sumbar bolak-balik ke desa kami. Bukan cuma logistik, baju, atau alat dapur yang kalian beri, tapi semangat hidup kami yang sempat mati," ungkap Intan dengan suara bergetar.
"Rumah kami betul-betul lumat dihantam banjir waktu itu, kami tidak punya apa-apa lagi. Tapi kalian datang memeluk kami. Semoga Allah membalas dengan keberkahan kesehatan, rezeki yang melimpah, dan umur yang panjang untuk seluruh relawan Ma’had Annur. Kami tidak sanggup membalas kebaikan kalian, ribuan terima kasih pun rasanya belum cukup."
Kepulangan Relawan Tahfidzul Qur’an Ma’had Annur meninggalkan jejak kebaikan yang mendalam. Kehadiran mereka membuktikan bahwa jarak antara Agam dan Aceh Tamiang bukanlah penghalang bagi persaudaraan Islam dan kemanusiaan. Meski raga mereka kembali ke Sumatera Barat, doa-doa tulus warga Aceh Tamiang akan selalu menyertai setiap langkah mereka.

