News Update

Wapres Gibran Puji Resiliensi Nakes Aceh Tamiang, Komitmen Percepat Revitalisasi RSUD Muda Sedia

 



Aceh Tamiang, IMC – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, memberikan apresiasi tinggi atas ketangguhan layanan kesehatan di RSUD Muda Sedia pascabencana banjir besar yang melanda Aceh Tamiang pada akhir 2025. Meski sempat lumpuh total akibat kerusakan masif, rumah sakit pelat merah ini kini telah kembali beroperasi melayani masyarakat.


RSUD Muda Sedia merupakan salah satu fasilitas publik dengan dampak kerusakan terparah. Banjir tersebut merendam hampir seluruh area rumah sakit, mengakibatkan sekitar 95 persen alat kesehatan serta sarana prasarana rusak berat hingga hilang.


Berkat sinergi lintas sektor, RSUD Muda Sedia mulai bangkit secara bertahap sejak 11 Desember 2025. Dimulai dari pemusatan layanan darurat, kini per akhir Januari 2026, layanan utama telah beroperasi normal kembali. Fasilitas yang tersedia saat ini mencakup:

IGD: Kapasitas 28 tempat tidur.

Layanan Utama: Poli rawat jalan, farmasi, dan ruang operasi.

Rawat Inap: Tiga ruangan dengan total kapasitas 68 tempat tidur.


Berdasarkan data pelayanan periode 11 Desember 2025 – 28 Januari 2026, rumah sakit telah menangani:

Pasien IGD: 2.227 orang

Rawat Jalan: 5.873 pasien

Rawat Inap: 1.893 pasien

Tindakan Operasi: 147 tindakan


Layanan kritis seperti ICU, PICU, NICU, dan perinatologi dilaporkan tetap berjalan stabil meskipun masih menggunakan fasilitas yang terbatas.


Dalam kunjungan kerjanya pada Jumat (30/01/26), Wapres Gibran didampingi Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, MH, meninjau langsung kondisi fasilitas dan berdialog dengan para tenaga kesehatan (nakes).


"Saya mengapresiasi dedikasi luar biasa para tenaga kesehatan serta dukungan semua pihak yang memastikan layanan kesehatan tetap tegak berdiri di tengah kondisi pascabencana ini," ujar Wapres di sela peninjauan.


Sebagai langkah konkret, Wapres menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memprioritaskan revitalisasi infrastruktur vital yang mendesak, antara lain:

Logistik Medis: Penambahan armada ambulans.

Digitalisasi: Penguatan sistem server rumah sakit untuk integrasi layanan.

Sanitasi & Utilitas: Percepatan perbaikan IPAL, mesin cuci medis (laundry khusus), serta instalasi gas medis.


Kunjungan ini mempertegas komitmen pemerintah untuk memastikan masyarakat Aceh Tamiang kembali mendapatkan akses kesehatan yang aman, layak, dan berkelanjutan melalui pemulihan infrastruktur yang terpadu.

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment