Tasya Amalia Muzer Ceritakan Pengalaman Menyaksikan Aurora di Jerman

Tasya Amalia Muzer Saksikan Aurora di Langit Bayern Jerman
Jakarta, IMC – Tidak semua orang berkesempatan menyaksikan aurora atau cahaya utara/selatan, sebuah fenomena alam langka yang hanya muncul di wilayah tertentu di belahan bumi. Pengalaman istimewa ini dirasakan langsung oleh Tasya Amalia Muzer, yang melihat aurora pada Senin malam (19/1/2026) sekitar pukul 23.00 waktu setempat, di Elmau, Bayern, Jerman.
Pengalaman berharga tersebut diceritakan Tasya kepada keluarganya
di Jakarta, Indonesia, melalui pesan WhatsApp. Langit malam yang biasanya gelap
mendadak dihiasi tarian cahaya hijau kebiruan yang bergerak perlahan, seolah
melukis langit dengan kuas cahaya. Pemandangan itu bukan hanya memukau secara
visual, tetapi juga meninggalkan kesan emosional yang mendalam bagi siapa pun
yang menyaksikannya secara langsung.
Dalam berbagai budaya, aurora tidak sekadar dipandang sebagai
fenomena alam biasa. Sejak ratusan tahun lalu, cahaya langit ini dipercaya
membawa makna simbolik dan dianggap sebagai pertanda baik atau pembawa
keberuntungan.
Mitos tersebut hidup dalam cerita
rakyat dan kepercayaan tradisional di berbagai negara. Di Finlandia, aurora
dikenal sebagai revontulet atau “api
rubah” yang dipercaya melambangkan keberuntungan dan kemakmuran. Nelayan Swedia
dahulu meyakini aurora sebagai pertanda hasil tangkapan melimpah, sementara
masyarakat Skandinavia menganggapnya sebagai hadiah dari para dewa.
Dalam kepercayaan samurai Jepang,
aurora diyakini sebagai isyarat kemenangan sebelum peperangan, sedangkan di
Islandia, cahaya ini dipercaya membawa keberuntungan bagi bayi yang baru lahir.
Secara ilmiah, aurora merupakan
fenomena atmosfer akibat interaksi angin matahari dengan medan magnet bumi.
Namun bagi banyak orang, aurora jauh melampaui penjelasan sains semata.
Kesimpulannya, melihat aurora adalah sebuah
keberuntungan dalam arti pengalaman hidup yang langka, indah, dan sulit
dilupakan—perpaduan antara keajaiban alam dan makna simbolik yang hidup dalam
berbagai budaya dunia. (Net)
