Sektor Pertanian Aceh Tamiang Memprihatinkan, Tani Merdeka Harapkan Dampak Nyata Kunjungan Mentan
Aceh Tamiang, IMC - Rencana kehadiran Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman, ke Aceh Utara untuk melakukan groundbreaking rehabilitasi sawah disambut dengan optimisme sekaligus harapan besar dari para pelaku sektor pertanian di Kabupaten Aceh Tamiang.
Dukungan penuh tersebut disampaikan oleh organisasi Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tamiang. Mereka berharap momentum kehadiran Mentan dapat menjadi pemantik percepatan rehabilitasi infrastruktur pertanian di seluruh wilayah Aceh, khususnya Aceh Tamiang yang saat ini kondisinya dinilai cukup memprihatinkan. Jumat (16/01/26)
Ketua Tani Merdeka Indonesia Aceh Tamiang, M. Prawira Haji, S.Psi, mengungkapkan bahwa petani di lapangan saat ini sangat membutuhkan perhatian serius dari pemerintah pusat maupun daerah. Sebagai daerah yang mayoritas penduduknya menggantungkan hidup dari sektor agraria, pertanian merupakan urat nadi ekonomi masyarakat setempat.
"Pendapatan rata-rata masyarakat di Aceh Tamiang berasal dari bertani. Namun, saat ini kondisi petani kita sangat miris. Kami memohon kepada para pengambil kebijakan untuk benar-benar memprioritaskan sektor pertanian dan peternakan dalam setiap kebijakan pembangunan," ujar Prawira.
Tani Merdeka menegaskan bahwa rehabilitasi sawah, tambak, serta perbaikan sarana irigasi sudah tidak bisa ditunda lagi. Mereka meminta agar skema percepatan pembangunan yang dilakukan di Aceh Utara juga segera diterapkan di Aceh Tamiang guna meningkatkan produktivitas lahan dan kesejahteraan petani.
Ada tiga poin utama yang menjadi harapan Tani Merdeka atas kunjungan Mentan ke Aceh:
Modernisasi Infrastruktur: Mempercepat perbaikan sawah, tambak, dan saluran irigasi yang rusak agar distribusi air ke lahan warga lebih merata.
Stabilitas Ekonomi: Mengingat bertani adalah mata pencaharian utama, keberhasilan panen akan berdampak langsung pada penurunan angka kemiskinan di daerah.
Kehadiran Pemerintah: Petani membutuhkan kepastian melalui kebijakan yang pro-rakyat, mulai dari ketersediaan pupuk yang terjamin hingga harga jual hasil panen yang layak, selaras dengan Program Ketahanan Pangan Presiden Prabowo Subianto.
"Kami mendukung penuh langkah pemerintah melalui groundbreaking di Aceh Utara. Namun, kami juga berharap program serupa segera melaju ke Aceh Tamiang. Jangan biarkan petani kami terus berjuang dalam keterbatasan infrastruktur," tegas Prawira.
Melalui momentum ini, Tani Merdeka Indonesia Aceh Tamiang berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi petani agar sektor pertanian kembali menjadi primadona dan penopang utama ekonomi di Bumi Muda Sedia.
