News Update

Perangi Narkoba Sejak Dini, BNNP Jateng Gandeng Habib Luthfi Lewat Gerakan ANANDA BERSINAR

 

 Kepala BNNP Jateng Silaturahmi ke Habib Luthfi

     

Pekalongan, IMC – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, Toton Rasyid, S.H., M.H., terus menunjukkan komitmen dan dedikasi tinggi dalam mengemban amanah sebagai pimpinan BNNP Jawa Tengah. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan silaturahmi kepada ulama kharismatik Jawa Tengah, Habib Luthfi bin Yahya, pada Rabu (21/1/2026), di kediaman Habib Luthfi, Pekalongan.


Momentum silaturahmi ini menjadi simbol penting dalam memperkuat sinergi antara BNN dengan para tokoh agama, khususnya ulama, dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di wilayah Jawa Tengah.

Dalam kunjungan tersebut, Toton Rasyid menyampaikan salam  kulon nuwun (permisi/mohon ijin) sekaligus memohon doa restu kepada Habib Luthfi sebagai pejabat baru yang mengemban amanah memimpin BNNP Jawa Tengah. Ia juga memaparkan gambaran umum kondisi permasalahan narkoba di Jawa Tengah yang masih memerlukan perhatian serius serta kerja bersama lintas sektor.

“Kami sowan dan memohon doa restu Abah sebagai ulama sepuh yang memiliki pengaruh besar di masyarakat. Amanah ini tentu tidak ringan, sehingga kami sangat membutuhkan dukungan moral dan spiritual, serta masukan dari para tokoh agama dalam menghadapi tantangan P4GN di Jawa Tengah,” ujar Toton Rasyid dalam keterangannya.

Lebih lanjut, Toton Rasyid memaparkan sejumlah langkah strategis yang telah dan akan dilakukan BNNP Jawa Tengah. Salah satu program unggulan yang menjadi fokus utama adalah ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih dari Narkoba). Program ini dirancang untuk memperkuat upaya pencegahan sejak dini dengan menyasar anak-anak dan remaja melalui edukasi bahaya narkoba, penguatan karakter, serta penanaman nilai kebangsaan dan cinta tanah air.

“Program ANANDA BERSINAR merupakan upaya melindungi generasi muda dari bahaya narkoba sejak usia dini. Kami ingin anak-anak Jawa Tengah tumbuh sehat, berkarakter, dan memiliki masa depan yang cerah tanpa terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa perlindungan generasi muda harus dimulai sejak fase paling awal kehidupan. Menurutnya, ANANDA BERSINAR hadir bukan sekadar sebagai program seremonial, melainkan sebagai intervensi berbasis perkembangan yang memanfaatkan momentum emas pertumbuhan anak untuk menanamkan nilai, kesadaran, serta ketahanan terhadap penyalahgunaan narkotika.

Sementara itu, Habib Luthfi bin Yahya menyambut baik kunjungan dan memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah yang dilakukan BNNP Jawa Tengah. Menurut beliau, persoalan narkoba tidak dapat dilepaskan dari kondisi sosial dan kebangsaan generasi muda saat ini. Oleh karena itu, pendekatan spiritual, moral, dan kebangsaan menjadi sangat penting dalam melengkapi pendekatan hukum.

Habib Luthfi secara khusus menyatakan dukungannya terhadap gerakan ANANDA BERSINAR serta menyampaikan kesiapan untuk membantu pemerintah apabila program tersebut dijalankan secara konsisten demi kemaslahatan umat dan masa depan generasi muda.

Habib Luthfi juga menekankan bahwa perang melawan narkoba harus dilakukan secara bersama-sama (sengkuyung) dengan melibatkan seluruh elemen bangsa. Tidak hanya menjadi tugas BNN semata, tetapi memerlukan peran aktif pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, pihak swasta, hingga keluarga.

“Perang melawan narkoba ini tidak bisa hanya dibebankan kepada BNN saja. Semua harus terlibat. Pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pihak swasta, semuanya harus sengkuyung. Kalau bersama-sama, insyaallah hasilnya akan lebih kuat,” tutur Habib Luthfi.

Selain itu, Habib Luthfi menegaskan pentingnya peran orang tua dan keluarga dalam mendidik serta menjaga anak-anaknya. Menurut beliau, keluarga merupakan benteng pertama dan utama dalam membentuk karakter serta kualitas generasi penerus bangsa.

“Peran orang tua harus terus diperkuat. Bagaimanapun juga, keluarga adalah madrasah pertama. Jika keluarga kuat, insyaallah anak-anak akan lebih terjaga dari pengaruh buruk, termasuk narkoba,” lanjutnya.

Habib Luthfi juga memandang bahwa upaya menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa dan negara, khususnya di kalangan generasi muda, merupakan kebutuhan mendesak saat ini. Menurut beliau, hanya bangsa yang mencintai negaranya dengan sungguh-sungguh yang akan mampu menjaga, mempertahankan, serta membangun kemajuan bangsanya di masa depan.

Kegiatan silaturahmi ini turut dihadiri oleh sejumlah Pejabat Utama (PJU) BNNP Jawa Tengah serta Kepala BNNK Batang. Kehadiran jajaran tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat sinergi antara BNN dan tokoh agama guna mewujudkan Jawa Tengah yang bersih dari narkoba serta melahirkan generasi muda yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing. (Rls/Muzer)

 

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment