Pemuda Aceh Tamiang Soroti Absennya Bank Aceh Syariah Selama Bencana
Aceh Tamiang, IMC - Di tengah luka mendalam masyarakat Aceh Tamiang akibat bencana yang melanda, absennya peran Bank Aceh Syariah memicu gelombang kritik pedas. Sebagai lembaga perbankan plat merah yang mengusung nama daerah dan nafas syariah, Bank Aceh dinilai gagal menunjukkan empati dan tanggung jawab sosial di saat rakyat paling membutuhkan.
Kritik tajam ini dilontarkan oleh tokoh pemuda Aceh Tamiang, Fathria Ath Thairy. Ia menyayangkan sikap pasif bank milik daerah tersebut yang terkesan abai dan tidak menunjukkan kontribusi nyata di lapangan bagi masyarakat terdampak.
“Bencana ini adalah ujian kemanusiaan. Sangat ironis ketika Bank Aceh Syariah, yang selama ini menikmati kepercayaan dan perputaran dana masyarakat Aceh, justru memilih diam dan sembunyi saat rakyatnya terjepit musibah,” tegas Fathria dalam keterangannya, Jumat (09/01/26).
Menurut Fathria, label "Syariah" yang disandang lembaga tersebut seharusnya menjadi kompas moral untuk bergerak cepat dalam aksi sosial, bukan sekadar urusan bagi hasil dan laporan laba-rugi. Ia menilai ada kesenjangan besar antara identitas yang diusung dengan realitas kepedulian di lapangan.
“Jangan sampai masyarakat menarik kesimpulan pahit bahwa Bank Aceh Syariah hanya dekat dengan kekuasaan dan birokrasi, namun tuli terhadap rintihan rakyat kecil yang kehilangan harta benda,” tambahnya.
Fathria juga membandingkan kontrasnya pergerakan di lapangan. Di satu sisi, komunitas pemuda dan relawan sipil berjibaku dengan keterbatasan alat untuk membantu korban sejak hari pertama. Di sisi lain, lembaga raksasa seperti Bank Aceh Syariah justru tidak terlihat kehadirannya, baik dalam bentuk bantuan logistik darurat maupun program pemulihan pascabencana.
Menutup pernyataannya, Fathria mendesak manajemen Bank Aceh Syariah untuk melakukan refleksi total. Ia berharap kritik ini menjadi pemicu agar bank kebanggaan rakyat Aceh tersebut tidak lagi menjadikan nama "Aceh" dan "Syariah" sebagai tameng identitas semata, melainkan membuktikannya melalui keberpihakan yang nyata pada saat krisis.
