Menyeka Luka Aceh Tamiang: Yonif TP 899/Bata Satya Gardapati dan Yonzipur 10 Terjang Sisa Banjir Bandang Demi Pulihkan Kota Lintang
Aceh Tamiang, IMC – Langit Aceh Tamiang mungkin mulai cerah, namun sisa-sisa amukan banjir bandang masih meninggalkan luka mendalam bagi warga. Di tengah tumpukan kayu raksasa dan puing-puing yang melumpuhkan nadi kehidupan, prajurit TNI hadir bukan sekadar sebagai barisan pertahanan, melainkan sebagai tumpuan harapan.
Jumat (02/01/2026), di bawah komando langsung Letkol Inf Satriyo Pinandito, S.Sos., prajurit dari Yonif 899/Bata Satya GardaPati (BSG) bersama Yonzipur 10/JP/2 Kostrad bergerak cepat mengepung titik terparah di Desa Kota Lintang, khususnya wilayah Kota Lintang Bawah.
Bukan perkara mudah menaklukkan material kayu gelondongan yang berserakan di pemukiman warga. Saat dikonfirmasi oleh awak media Indonesiamediacenter.com, Letkol Inf Satriyo Pinandito menjelaskan bahwa strategi pembersihan telah disusun secara matang melalui survei lapangan yang mendalam.
"Hari ini, alat berat dari Pondok Pesantren dan tenaga personel kami arahkan sepenuhnya untuk membersihkan sisa-sisa kayu yang berserak di Kota Lintang dan sebagian beberapa wilayah yang ada. Kami sudah memetakan titiknya kemarin siang bersama Danyon Zipur 10, dan hari ini mesin-mesin serta tenaga prajurit mulai bekerja tanpa henti untuk memulihkan wajah desa ini," tegas Letkol Inf Satriyo.
Kehadiran Satgas Yonif TP 899/Bata Satya Gardapati Kodam Jaya dan Yonzipur 10/JP/2 Kostrad di bumi Serambi Mekkah ini menjadi simbol kemanunggalan TNI dengan rakyat yang paling nyata. Di saat warga kehilangan arah pasca bencana, para prajurit ini hadir menjadi punggawa pemulihan.
Dalam sebuah pernyataan emosional yang menggetarkan, Letkol Inf Satriyo Pinandito menegaskan filosofi kehadiran mereka.
“Di Tanah Aceh Tamiang kami berdiri, bukan untuk berperang, tetapi untuk mengabdi. Bersama rakyat, kami hadir untuk memulihkan harapan, membersihkan luka bencana, dan menegakkan kembali kemanusiaan yang sempat terhempas arus.”
Aksi pembersihan ini bukan sekadar rutinitas pasca-bencana, melainkan misi percepatan untuk memastikan masyarakat Aceh Tamiang bisa kembali beraktivitas secara normal. Sinergi antara Yonif 899/Bata Satya Gardapati dan Yonzipur 10/JP/2 Kostrad membuktikan bahwa dalam situasi tersulit sekalipun, TNI tidak akan membiarkan rakyat berjuang sendirian.
Kegiatan ini akan terus berlanjut hingga akses transportasi dan pemukiman di Kota Lintang benar-benar bersih dari material banjir, membawa pesan kuat bahwa Aceh Tamiang akan bangkit lebih kuat dari sebelumnya.
