Kemenag Salurkan Bantuan Pasca-Banjir di Aceh Tamiang: Dari Alat Kebersihan Hingga Dana Ratusan Juta
Aceh Tamiang, IMC – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Tamiang memastikan penyaluran bantuan bagi madrasah, pesantren, dan ASN yang terdampak banjir besar berjalan lancar. Bantuan yang bersumber dari Kemenag RI tersebut mencakup perangkat teknologi, alat kebersihan, hingga dana stimulan mencapai ratusan juta rupiah.
Kepala Kantor Kemenag Aceh Tamiang, Anwar Fadli, S.Ag, saat dikonfirmasi oleh awak media indonesiamediacenter.com pada Senin (12/01/26), menjelaskan bahwa bantuan diturunkan dalam beberapa tahap, dimulai dari bantuan darurat hingga bantuan rehabilitasi melalui anggaran tahun 2025.
Pada tahap awal pasca-banjir, Kemenag telah mendistribusikan bantuan fisik untuk mendukung operasional madrasah negeri yang terdampak. Bantuan tersebut meliputi:
Perangkat IT: 4 unit Laptop dan 1 unit mesin Starlink (untuk akses sinyal/internet).
Sarana Pendukung: 1 unit Genset.
Alat Kebersihan: Cangkul, gerobak sorong (seroan), sekop, grek, dan peralatan pembersih lainnya untuk mempercepat pemulihan lingkungan sekolah.
Selain madrasah, tiga pesantren (Pondok Pesantren) di Aceh Tamiang juga menerima bantuan dana tunai sebesar Rp100.000.000 per lembaga yang langsung ditransfer ke rekening masing-masing. Ketiga pesantren tersebut adalah:
Pesantren Darul Mukhlisin (Desa Tanjung Karang, Kec. Karang Baru).
Dayah Al-Hidayah (Desa Sidodadi, Kec. Kejuruan Muda).
Dayah Al-Jihad (Kec. Bendahara).
Tidak hanya lembaga pendidikan, Kemenag juga memperhatikan kesejahteraan para pegawai. Anwar Fadli menyebutkan bahwa pihaknya telah mengirimkan data 25 ASN yang masuk dalam kategori rusak berat, seperti rumah hanyut, hilang, atau tidak bisa lagi ditempati.
"Untuk ASN yang terdampak berat, dibantu sebesar Rp5.000.000 per orang beserta paket sembako. Dana tersebut langsung masuk ke rekening masing-masing berdasarkan data awal yang kami kirimkan," ujar Anwar Fadli.
Menjawab pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan penerima, Anwar menjelaskan bahwa bantuan ini berbasis data EMIS (Education Management Information System) dan SIMAS untuk masjid/lembaga. Kemenag RI memverifikasi data tersebut untuk menentukan tingkat kerusakan dan kelayakan bantuan.
Meskipun petunjuk teknis (juknis) mendetail masih dalam proses penyesuaian, Anwar menekankan pentingnya percepatan penggunaan dana untuk pemulihan. "Yang paling penting saat ini adalah percepatan untuk kebersihan dan pemulihan fasilitas agar aktivitas belajar mengajar di pesantren dan madrasah kembali normal," pungkasnya.
