Jiwa Besar Sang Jendral Pulihkan Aceh Tamiang Versus Oknum Pejabat Pencari Provit (Bagian 1)
Aceh Tamiang, IMC - Menelisik usaha luar biasa Sang Jendral Tangguh pimpinan Daerah Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn) Drs. Armia Fahmi, M.H., berjuang memulihkan situasi dan kondisi daerah berjuluk Bumi Muda Sedia dari keterpurukan akibat dihantam bencana Meteorologi pada akhir November 2025.Kamis (22/01/26)
Sang Jendral sebutan lain untuk Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi dari awal pasca bencana hingga saat ini masih eksis berjuang untuk kepentingan rakyat dan pemulihan sepenuhnya tata pemerintahan kearah normal, namun terendus informasi dari beberapa pihak tentang adanya para oknum pejabat dibawah naungan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) disinyalir kejar Provit untuk pribadi.
Jika ditelusuri secara logika, dugaan para oknum pejabat dalam lingkaran SKPD pelaksana terkesan sangat tidak etis, dimana para oknum tersebut dalam situasi bencana masih memikirkan kepentingan keuntungan pribadi dan kelompoknya dalam pelaksanaan penanganan aktivitas penanggulan serta pemulihan kondisi dan situasi daerah, pastaskah?
Dari pantauan dan analisa penulis, sungguh sangat prihatin kita rasakan praktik terkesan brobok mencari Provit (keuntungan) dari sumber anggaran negara untuk kepentingan bencana itu oleh para oknum para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat dalam lingkaran pelaksanaan penanganan dan pemulihan dampak pasca bencana di Aceh Tamiang.
Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang serta para pejabat lingkup daerah yang setia dan tulus membantu Sang Jendral sangat gigih berupaya keras mengembalikan situasi dan kondisi dampak kerusakan pasca bencana baik kondisi pemerintahan maupun kepentingan rakyat, namun terdapat para oknum ASN memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi dan para kroninya.
Seharusnya, penulis sangat berharap adanya i'tikad baik dan mulia para ASN yang terlibat dalam program Kepala Daerah di Aceh Tamiang seutuhnya berbuat tulus dan mengedepankan hati nurani berupaya membantu Sang Jendral demi kepentingan daerah ini, tidak berfikir untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.
Diakhir ungkapan saran, masukan, serta harapan penulis bersama rakyat Aceh Tamiang agar tidak terjadi lagi bencana susulan dari Sang Khaliq terhadap daerah berjuluk Bumi Muda Sedia ini karena ulah segelintir orang yang terkesan "Serakah dan Tamak" dalam pemulihan dampak bencana ini.
Mari berbuat lah secara tulus dan ikhlas seperti konsep dan program Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi - Ismail serta para para pejabat yang setia kepadanya.
