News Update

Gerak Cepat Disdik Aceh Tamiang: Pastikan Bantuan Seragam Korban Banjir Tepat Ukuran dan Tepat Sasaran

 


Aceh Tamiang, IMC - Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tamiang bergerak cepat dalam merespons dampak banjir yang menghanguskan harta benda warga, termasuk perlengkapan sekolah anak-anak. Fokus utama saat ini adalah memastikan bantuan yang datang dari berbagai pihak tersalurkan dengan akurat dan sesuai kebutuhan siswa. Kamis (08/01/26) 


Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh Tamiang, Drs. Seprianto, mengungkapkan bahwa meski secara struktural kedinasan tidak memiliki anggaran khusus bantuan darurat instan, pihaknya aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak swasta untuk memenuhi kebutuhan mendesak para siswa.


“Dari Kementerian sudah masuk bantuan sekitar 2.000 set pakaian dan tas yang saat ini dalam proses distribusi. Selain itu, ada komitmen dari pihak lain sebanyak 2.500 set pakaian. Kami terus membuka pintu bagi berbagai pihak yang ingin berkontribusi,” ujar Seprianto. Validasi Data Agar Bantuan 'Pas' di Badan


Agar bantuan yang diberikan tidak mubazir, Dinas Pendidikan saat ini sedang melakukan pendataan intensif dan validasi ukuran pakaian serta sepatu para siswa di lapangan.


“Kami ingin bantuan ini tepat sasaran dan tepat ukuran. Jangan sampai bantuan sampai tapi tidak bisa dipakai karena kekecilan atau kebesaran. Sambil menunggu pendataan selesai, kami harap anak-anak tetap semangat beraktivitas dengan pakaian yang ada saat ini,” tambahnya. Memulihkan Inovasi Guru di Masa Darurat


Dampak banjir di Aceh Tamiang tergolong masif, di mana hampir 90% sekolah terdampak dan mayoritas siswa kehilangan perlengkapan belajarnya. Seprianto menekankan pentingnya percepatan pengadaan sarana prasarana dasar, bukan hanya untuk siswa, tapi juga bagi para pendidik.


“Harapan kami, penyiapan perlengkapan anak-anak dan guru, termasuk alat peraga untuk TK/PAUD, harus dipercepat. Jika terlalu lama belajar tanpa alat pendukung seperti papan tulis dan spidol, anak-anak akan jenuh, dan guru-guru kita bisa kehilangan inovasi dalam mengajar,” tegasnya.


Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berkomitmen untuk menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman meski dalam kondisi darurat, guna menjaga kesehatan mental dan semangat belajar generasi muda di tengah masa pemulihan pasca bencana.

Latest News
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Post a Comment